TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Insiden di Kafe bintang


__ADS_3

Seorang pemuda tampan sedang duduk dan khusyu mendengar kan suara adzan berkumandang di masjid Al Azhar Jakarta Selatan untuk melaksanakan ibadah salat Jumat berjamaah.


(٢x) اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر


Allahu Akbar, Allahu Akbar (2x)


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّاللهُ


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah


(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah


(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ


Hayya 'alashshalaah (2x) Marilah Sholat


(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ


Hayya 'alalfalaah (2x) Marilah menuju kepada kejayaan


(١x) اَللهُ اَكْبَر، اَللهُ اَكْبَر


Allahu Akbar, Allahu Akbar (1x) Allah Maha Besar, Allah Maha Besar


(١x) لاَ إِلَهَ إِلاَّالله


Laa ilaaha illallaah (1x) Tiada Tuhan selain Allah.


Setelah selesai mengerjakan salat Jumat berjamaah. Pemuda tampan bernama Harsya pun beranjak dari tempat duduk nya menuju pintu keluar masjid untuk segera pergi dan melanjutkan perjalanan menuju arah pulang.


"Tiba tiba di saat Tuan muda Harsya sudah berada di halaman parkir motor, Ponsel pun bergetar tanda ada pesan masuk'' pemuda itu pun lalu membuka nya dan membaca pesan masuk yang di kirim Oleh Abang Ucok.


"Tuan muda seandainya tidak sibuk saya perlu bertemu ini penting sekali....!


"Pemuda yang di panggil Tuan muda pun langsung membalas nya.


"Abang Ucok kita bertemu di kafe bintang.

__ADS_1


"Tidak lama Balasan dari Ucok pun di terima oleh Pemuda itu.


"Baik Tuan muda sekarang saya dan Beni meluncur.


*


*


"Kediaman Mansion Suhardi sedang kedatangan tamu sahabat lama nya yaitu Nyonya Elisabeth beserta ketiga putra putri nya.


"Siang itu tepat pukul 13:00 Suhardi bersama dengan istrinya dan satu anak perempuan yang bernama Ariani Suhardi sedang duduk di ruangan keluarga bersama tamu yang baru datang itu.


Setelah acara perkenalan antara Istri dan anaknya Suhardi kepada tamu tersebut, Suhardi pun memulai obrolan nya yang waktu itu tertunda karna menunggu keputusan dari ketiga anaknya Elisabeth.


"Nyonya Elisabeth Apakah sudah di bicarakan kepada tiga putra putri anda'' Tanya Suhardi sambil tersenyum kepada mereka bertiga putra putri Elisabeth.


"Elisabeth pun dengan tegas dan berwibawa serta ikhlas menjawab pertanyaan dari Suhardi.


"Wanita yang bergelar dengan julukan ibu pun menjelaskan semua pembicaraan dengan ketiga anaknya tentang perusahaan GELORA BUANA GRUP yang mayoritas saham nya di miliki oleh Ismail Abdullah yaitu Ayah Tuan muda Harsya, Segala keputusan sudah didiskusikan oleh mereka berempat'' kata Elisabeth dengan senyuman hangat mengarah kepada Suhardi.


"Baiklah Nyonya kalau sudah bulat dengan keputusan mu itu maka saya akan segera memberi tahukan kepada Tuan muda Harsya, karna saya pribadi tidak ada hak untuk memutuskan hal sepenting ini'' Kata Suhardi.


"Terima kasih sebelumnya" balas Elisabeth singkat.


"Nak Galang Setelah insiden kejadian ini'' rencana nya Apakah kembali ke Inggris atau menetap sementara di Indonesia'' Tanya Suhardi.


"Galang menjawab Paman?" Untuk sementara Galang akan tinggal dulu di sini setelah menyelesaikan proses pengalihan perusahaan GELORA BUANA GRUP kepada Tuan muda Harsya, setelah itu terserah kepada Tuan muda? Apakah Tuan muda membutuhkan saya di perusahaan atau tidak...!


"Ohk.....'' Begitu Nak...! Tapi kalau menurut Paman sih sebaiknya tinggal lah di sini. Paman yakin Tuan muda membutuhkan Tenaga muda seperti Nak Galang" Kata Suhardi.


"Siap Paman segala keputusan akan Galang terima dengan lapang dada" ujar pemuda berstatus duda Tampa anak itu.


"Kalau Clarissa dan Lestari bagaimana'' tanya Suhardi kepada dua gadis yang berada di hadapannya.


"Mereka berdua menjawab' sama apa yang di katakan Kak Galang'' jawab mereka bersamaan.


"Terus kalau seandainya Tuan muda Harsya menyuruh kalian bertiga untuk tinggal di sini' Nanti Mami sendiri dong di Inggris'' timpal Mami menyela obrolan mereka. Seraya bibir nya cemberut wajahnya masam kaya di tekuk.


Semua yang hadir di sana hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum lembut melihat wanita paruh baya yang sudah tersenyum kembali karna Anak dan pengawalnya telah kembali lagi dengan selamat.


*


*


Kafe bintang seorang pemuda datang dengan memakai sepeda Beat warna Putih dengan pakaian kalangan bawah....!

__ADS_1


Tidak ada penyambutan sama sekali di lakukan oleh para penjaga di kafe tersebut karna pemuda itu tertutup oleh helm.


"Motor pun berhenti tepat di parkiran depan kafe bintang dan beranjak turun dari motor nya setelah dia membuka helm dan mengunci stang motor nya.


"Dia pun lalu berjalan kearah masuk kafe tersebut dan duduk di meja pojok sambil wajahnya tertutup masker.


"Dia langsung menaikan tangan nya tanda memanggil pelayan untuk sekedar memesan minuman sambil menunggu kedatangan Cok Ben.


"Pelayan pun datang menghampiri nya dan dengan muka masam sambil berkata.


"Hai.....! Gembel apakah kau pantas masuk ke kafe mewah ini sebaiknya kau keluar dari sini. Sambil melemparkan daptar menu kearah pemuda dengan pakaian yang sedikit lusuh.


"Pemuda tampan itu Tampa mendongkak kan wajah nya lalu dia menjawab pertanyaan dari pelayan kafe yang arogan dan sombong itu.


"Nona mengapa saya harus di usir dari sini? Bisa kah kau jelaskan mengapa saya tidak boleh datang ketempat ini?" Tanya Harsya yang mulai tersinggung Oleh sikap wanita penyambut tamu ini.


"Hah....! Apakah kau tidak melihat mereka yang datang kesini adalah semua dari kalangan elit dari berbagai kota. Lihat lah penampilan mereka dan coba kau bandingkan dengan dirimu? Apakah kau pantas berada disini?" Kata pelayan kafe dengan nada ketus.


"Nona, anda terlalu mengukur orang dari luar nya saja?" Aku khawatir kau akan menyesali kata kata mu ini sebentar lagi. Kata Harsya yang masih tertunduk wajahnya.


"Pelayan kafe itu sangat geram mendengar kata kata dari pemuda yang sedang duduk di meja pojok itu, tapi dia tidak mau terus menerus memprovokasi nya karna sebentar lagi akan datang Tuan Cok Ben setelah di beritahu oleh manajer kafe tersebut.


"Kau.....! Kau.....! Gelandang tak tahu diri. Aku mohon lekas pergi lah sebentar lagi Akan ada Tamu penting yang datang kesini. Aku tidak mau Citra kafe ini rusak setelah melihat gembel berada di sini" pinta pelayan kafe.


"Apakah mereka berdua yang kau tunggu" tanya pemuda yang sekarang sudah berdiri dan menunjuk kepada lelaki yang baru datang dan berjalan kearah pemuda yang sedang berdebat dengan pelayan kafe.


"Pelayan kafe itu pun langsung menoleh dan buru buru menghampiri kedua lelaki tersebut yang di kawal oleh para pengawal kafe yang berjaga, sambil membungkuk hormat di ikuti oleh pelayan lainnya.


"Selamat datang Tuan Ucok dan Tuan Beni.


"Ucok dan Beni hanya mengangguk dan menghampiri pemuda yang sedang berdiri di meja pojok tersebut.


*


*


"Ibu ayo kita berangkat'' ajak anak gadis nya yang sudah siap.


"Sebentar sayang'' sahut Ibu nya yang sedang didalam kamarnya.


"Jangan lama lama Bu' soalnya kak Surya mau berangkat ke kantor GELORA BUANA GRUP untuk menyelidiki tentang hilang nya Ayah sama kak Bimo barusan kak Surya nelepon suruh datang dan secepatnya." kata gadis itu dengan wajah cemberut.


"Sudah......! Sudah.....! Sudah......! Anak Ibu yang Super bawel.' Jawab ibu nya seraya berjalan kearah anak gadis nya.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2