
"Malam itu pukul 02 dini Hari, tampak wanita paruh baya yang sedang mondar mandir di ruangan tengah apartemen nya dari keberangkatan nya Asisten kepercayaan membawa beberapa pengawal terkuat yang di datang kan langsung dari tempat asalnya wanita paruh baya itu,untuk membantu anak buah nya yang sedang di bantai habis habisan oleh anggota Genk Kobra beracun di kediaman Mansion milik mantan suami nya.
"Sudah hampir puluhan kali telepon nya tidak pernah diangkat SMS nya tidak pernah di balas oleh pria yang bernama X Fander itu, di saat hati nya sedang Gelisah dan pikiran nya kacau tiba tiba ponsel nya pun yang di simpan di atas meja ruangan tersebut berdering.
"Kriiiiing .............!
"Kriiiiing ..............!
"Dengan gerak cepat wanita itu mengambil nya dan menggeser layar ponsel nya.
"Halo. Fander kemana saja kau hah ?" Aku sudah menelepon mu dari tadi ?" Dimana kau saat ini Fander? Bentak Elisabeth begitu menjawab panggilan telepon itu.
"Hahahaha" Hahahahaha" hanya suara tawa yang terdengar oleh Elisabeth dan bukan suara dari Asisten nya itu, Seketika wanita paruh baya itu pun naik pitam sehingga kata kata mutiara pun mulai berhamburan dari bibir nya seperti suara bebek yang kehilangan induk nya.
"Apa yang lucu hah? mengapa kau tertawa, dan dimana Fander sekarang juga, cepat katakan bangsat, bajingan kau," kata Elisabeth geram.
"Elisabeth," Elisabeth," ternyata kau masih pemarah kaya dulu, Aku kira setelah kita tidak mengobrol dalam waktu yang lama keangkuhan dan ego mu sudah menurun, ternyata oh.... ternyata ....!
"Bajingan kau Dani dimana anak buah ku Fander hah"? apa kau ingin mempermainkan aku ? bentak Elisabeth.
" Nyonya Elisabeth yang terhormat, apakah kau masih mengingat tentang tragedi dulu hah, di saat kau mengadukan ku terhadap mantan suami mu mem pitnah diriku sehingga aku dulu di usir di seret oleh mantan suami mu Khabil Ardana tapi dengan otakku yang cerdas dan dengan beberapa di bantu oleh anggota Genk Kobra dengan menjerumuskan Khabil Ardana bermain api dengan wanita penghibur sehingga melahirkan anak haram yang di beri nama lestari Ardana, lalu aku pun mengancam Khabil Ardana akan di bongkar kebusukan nya melalui media sosial dan seluruh mitra bisnis nya, sampai akhir nya dia merekrut ku kembali, hahahahahaha
"Nyonya Elisabeth yang terhormat, Kau ini benar benar serigala berbulu domba, kau perlakukan aku seperti sampah, padahal selama ini aku bekerja untuk suami mu sampai perusahaan ARDANA GRUP menjadi perusahaan terbesar di negara Indonesia, aku telah berbuat banyak, tapi setelah perusahaan suami mu maju kau memandang saya dan anggota Genk Kobra Secara hina dan jijik.
"Ketahuilah Nyonya Elisabeth yang paling cantik sedunia khayalan, seluruh orang orang yang paling kau sayangi berada dalam genggaman tangan ku, sekali saja kau bernyanyi, ke pihak kepolisian , maka kau akan melihat nyawa kedua putra putri mu sudah tidak bernyawa, kau datang ke negaraku, mengirim banyak orang orang bodoh, kau tidak tahu tinggi nya langit, dalam nya lautan, kau lupa dengan siapa yang kau hadapi hah," bentak Dani Rustandi dengan Tertawa terbahak bahak dalam suara telepon nya.
"Kau jangan macam macam Dani, aku bisa membantai semua orang orang mu, tapi aku masih bisa berdamai dengan mu dan berbaik hati memaafkan mu, sekarang cepat lepaskan kedua anak ku serta Asisten ku , setelah itu aku akan melepaskan mu," kata Elisabeth mengancam.
"Semudah itu kah,? hahahaha," aku tau akal busuk mu, aku sudah mengenalmu 10 tahun lebih dan hidup sudah 55 tahun, aku sudah kenyang makan asam garam, Kau mau menggertak ku dengan kata kata yang membuat ku geli ? harus nya kau itu memanggil ku dengan sebutan sayang," tanya Dani dengan senyuman menggoda
"Ok," Begini saja, Kau beritahu apa mau mu
__ADS_1
saat ini,? aku akan memberikan apa mau mu," Asalkan kau lepaskan kedua anak ku dan Asisten ku, Bagaimana," tanya Elisabeth.
"Nyonya Elisabeth seperti nya anda mulai mengerti sayang, apa yang aku mau, sekarang aku inginkan perusahaan milik mu tidak ada kata tawar menawar karena kita bukan Tukang gorengan, hahahahaha," ucap Dani Dengan senyuman sumringah.
"Bangsat ," Bedebah,' Bajingan Kau Dani," Sergah Elisabeth
"Hahahahahaha" ..........!
''Hahahahhahaha" ..........!
"Tut.......!
"Tut.......!
"Tut.......!
"Tut.......!
"Sialan," Kau Dani......!
"Bangsat....." Bajingan......!
"Plak!.....?
"Saking jengkelnya, kepada Dani Rustandi, ponsel nya langsung di banting kearah sofa," kalau di banting ke lantai bisa hancur berantakan hihihihihi.....!
"Panas benar hati Elisabeth," sampai sampai seisi ruangan tamu itu di obrak Abrik sampai terbalik yang ada di ruangan tersebut.
"Seketika Lestari Ardana pun terbangun mendengar amukan dan tangisan dari ruangan tamu apartemen tersebut.
"Lestari," membuka pintu kamar nya dan melihat sekeliling nya berantakan," seketika melihat wanita paruh baya sedang bersimpuh di lantai sambil menangis, lestari pun berlari kearah mami nya yang sedang menangis.
__ADS_1
"Mami" ada apa? kenapa menangis? tanya Lestari lalu memeluk nya.
"Galang." Clarissa," serta Fander," di..." di.." di sekap," Dani Rustandi ,"jawab Elisabeth Gamang......!
" Hah! Bagaimana? Astaga...." Lestari tidak kalah cemas. ia langsung melepaskan, pelukannya dan mengusap air mata Mami nya untuk duduk di sofa dan ceritakan semua nya, barangkali ada jalan keluar Nya.
"Elisabeth hanya diam, ia memikirkan sesuatu, mengenai kedua anak nya dan Asisten nya, ketakutannya, karna tahu kekejaman Dani Rustandi.
"Mami..........! Mami.......! ayo kita duduk di sofa," ajak Lestari Ardana yang hanya diam melihat Mami nya.
"Lestari "Antar mami malam ini juga untuk menemui seseorang, ucap Elisabeth datar.
"Mami......" Apakah tida besok pagi saja" ini masih jam 3 pagi ," kata Lestari memberi saran saja.
"Elisabeth terdiam," dan air mata nya pun tumpah kembali menangis lagi.
"Hiks.....! " Hiks......! Galang " Hiks........! Clarissa " Hiks.......! " Hiks......! "Hiks........!
"Mami, pindah ke kamar, yuk," ajak Lestari yang ikut meneteskan air mata nya.
"Mami, mengangguk tangannya memegang ponsel nya dan berniat untuk menghubungi seseorang setelah di dalam kamar, mudah mudahan dia mau membantu nya.
"Lebih baik perusahaan jatuh kepada dia dari pada harus jatuh kepada seorang penjilat dan penghianat geram Elisabeth dalam hati nya.
"Elisabeth dan Lestari pun sudah di kamar nya mereka pun duduk bersama di kasur ," setelah tangisan mereka berdua reda Elisabeth pun menceritakan semua nya kepada Lestari tentang tadi menelepon Fander seketika yang mengangkat telepon nya adalah Dani Rustandi dan bukan Fander seorang yang di sekap tetapi kedua anaknya juga di Sekap," malahan mantan Suami nya yaitu ayah kamu Lestari sudah di sekap Oleh Dani Rustandi," mereka mengancam bila kita bernyanyi kepada kepolisian maka mereka akan membunuh Galang dan Clarissa serta Fander.
Bersambung.
sesudah baca wajib like karna like itu gratis
tidak perlu membayar nya hihihihi hihihihi hihihihi.
__ADS_1