TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Jhonny ketua Genk Kobra Cabang Bogor tewas


__ADS_3

Perkelahian antara Maman dengan Jhonny begitu alot hingga membuat Tuan muda Harsya dan Riyan pun masuk kedalam ruangan.! Sementara Halimah Fatimah dan Iwan kupluk masih terus bertarung melawan sisa Anggota Genk Kobra yang masih hidup.


"Kak..... Maman kenapa lama sekali membasmi cucunguk ini" teriak pemuda yang mulai mendekati nya.


"Maapkan hamba Tuan muda biasa pemanasan dulu'' kekeh Maman Tomat sambil berdiri kembali dan menepuk nepuk seluruh baju yang kotor.


"Hai......." Anak kecil siapa kau? berani berani nya kau menyebut ku cucunguk.!Bocah ingusan apakah kau tau siapa aku? Aku kawatir jika kau mengetahui siapa aku ini, kau pasti lari terbirit-birit" kata Jhonny sambil menyombongkan diri seraya menahan kaki yang sakit.


Apakah kau tahu dengan pemuda yang berdiri di belakang ku hah? Bentak Tuan muda kepada lelaki yang menahan kesakitan itu.


"Hahahaha ternyata kau lelaki pecundang dan bodoh yang mau di kelabui oleh seorang wanita cantik seperti Citra" jawab Jhonny dengan senyuman meledek kepada pemuda yang sudah berdiri di samping sahabatnya.


"Seketika Amarah Riyan pun meledak ledak mata memerah tatapan nya memancar kan aura membunuh dengan amarah yang panas dan berkata,


"Bangsat....! Hentikan omong kosong mu, kau itu ibarat binatang yang suka merebut hak orang lain, Aku akan membunuh mu sekarang juga sama hal nya dengan wanita laknat yang sudah tergelatak di depan halaman" kata Riyan dengan marah.


"Apa.......! Kurang ajar kau Riyan..! Bedebah Cuih...! Kau akan mati sekarang juga, Di markas ini" Kata Jhonny yang mulai mendekati Riyan dengan terpincang - pincang kaki nya sebelah....!


"Sudah lama......! Sudah lama sekali aku menantikan ini, Tuan muda Tuan Maman Tomat ijinkan aku untuk menyelesaikan urusan pribadi ku dengan lelaki yang bernama Jhonny ini'' kata Riyan sembari membungkuk hormat kepada Harsya dan Maman Tomat.


"Harsya mengangguk begitu juga dengan Maman Tomat yang melihat Tuan muda mengangguk.


"Setelah mendapatkan ijin dari Tuan muda dan Maman Tomat.! Riyan pun langsung melompat kearah Jhonny dan melakukan serangan secara ganas karna emosi nya yang meledak ledak.

__ADS_1


"Sampai pada titik dimana Jhonny bener bener salah langkah, kesalahan yang sedikit ini di manfaatkan oleh Riyan dengan mengirimkan pukulan kearah perut nya secara bertubi tubi, begitu Jhonny tertunduk, menahan rasa mual terkena pukulan secara membabi buta, Riyan pun langsung menyepak kepala nya hingga jatuh terjuntai di lantai ruangan tersebut


"Kau......! Kau.....!


"Riyan pun mengeluarkan sebuah pisau yang di bawa nya dan sudah berniat di pakai bila berhadapan dengan lelaki yang bernama Jhonny itu.


"Jhonny yang tergeletak di lantai dengan keadaan darah yang keluar dari mulut hidung dan telinga nya, tidak merasa iba justru langsung menusukkan pisau tersebut tepat di dada nya Jhonny, seketika Jhonny pun menggelepar gelepar seperti ayam dan kemudian diam tak bergerak lagi.


"Riyan pun bangkit dan berkata dengan lirih kau yang memulai dan menyulut api dendam yang ada dalam diriku, aku hanya menuturkan Arus saja, dan kini arus nya berhenti di saat kau dan Citra sudah tiada" kata Riyan bergumam dengan wajah puas atas kematian Jhonny dan Citra.


"Urus mayat ini dan mayat mayat yang ada di halaman markas ini, lalu gantung di bawah tahanan bangunan ini dan kau Riyan coba lihat kebawah apakah Lestari dan Gandi sudah menemukan Fander, karna semenjak dari tadi belum kelihatan muncul sama sekali," kata Harsya memberi perintah kepada Maman dan Riyan.


"Baik' Tuan muda" kata mereka bersamaan.


"Tak lama setelah itu Tuan muda pun tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat dua gadis yang sedang berkelahi, baginya ini tidak mengherankan, karna dia tahu bahwa Halimah dan Fatimah dari kecil sudah di didik oleh ayah nya dengan latihan ilmu beladiri dan agama.


"Melihat Kecantikan dua gadis itu, bisa membuat lelaki mana pun akan membuat mabuk kepayang, tapi awas jika dia marah, dia akan lebih kejam dari seekor induk harimau yang beranak kecil.


"Setelah beberapa orang anggota Genk Kobra itu berhasil di lumpuhkan, kini pemuda yang di panggil dengan sebutan Tuan muda Harsya itu berjalan menghampiri dua gadis yang sedang memukuli satu orang anggota Genk kobra yang sudah babak belur sambil mencegah dua gadis cantik agar berhenti menghajar mereka.


"Fatimah dan Halimah...'' Sudah hentikan? kata Harsya menegur dua gadis itu.


"Disaat Pemuda yang menegur dua gadis itu tidak mendengar teguran dari pemuda tersebut, tiba tiba dari arah pintu gerbang masuk menuju halaman markas besar Genk Kobra Beracun nampak iringan iringan mobil mewah yang berjumlah empat mobil itu memasuki area depan bangunan markas dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"Tak lama setelahnya semua yang ada di situ tampak di kejutkan dengan suara ban yang berdenyit dengan di rem paksa dan suara klakson yang terdengar sangat kencang.


Dari dalam mobil saat kini berkeluaran orang orang dengan tampang sangar dan berbadan tegap segera membuat barisan dimana tuan muda Harsya berada, di susul oleh Dirga dan Azis beserta tiga gadis Sahabat nya.


"Dirga, dan Azis beserta tiga gadis sahabatnya berjalan tergopoh - gopoh menghampiri Tuan muda dan kedua gadis yang berada di samping nya dan begitu mereka sampai di hadapannya seraya membungkuk hormat.


"Tuan muda maap kan hamba yang datang terlambat dan tidak mengetahui tentang pembantaian ini, kami mengaku salah?", Kata Dirga masih membungkuk dan di ikuti oleh mereka yang datang di bawa oleh Dirga, mereka semua di saat ini seperti sedang ketakutan sehingga tidak berani menatap wajah Tuan muda.


"Harsya aaaaaaa.......! Teriak gadis dalam bangunan,


"Bagai di sambar petir mereka semua mendengar teriakkan suara yang keras terdengar dari dalam markas besar Genk Kobra memanggil Tuan muda.! Harsya pun membalikan badan dan langsung berlari,


Ayo kalian ikut para pengawal yang lainnya urus semua mayat yang tergelatak dan bawa ke tahanan bawah tahanan" Titah Iwan kupluk memberi perintah.


"Lestari apa yang terjadi" teriak Harsya lalu menghampiri dan langsung memeluk gadis cantik yang sedang menangis terisak Isak


"Setelah tangisan reda lestari pun melepaskan pelukan nya dan berkata lirih dan terbata bata.


"Tuan muda A....! ay.....!...."Ayah mati di gantung....! hiks... hiks... hiks.... hiks...!


"Semua orang yang mendengar penuturan dari Lestari Ardana ternganga dan tidak percaya apa yang di katakan gadis yang di samping Tuan muda, dan tidak lama kemudian Gandi, Riyan, Maman, dan Fander sambil mengangkut tubuh Khabil Ardana yang sudah tidak bernyawa dan di dada nya ada bekas luka tembakan.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2