TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kemarahan Ketiga Sahabat Hani, Indah dan Dewi


__ADS_3

Siang itu suasana panas begitu sangat terik, seakan akan matahari menunjukkan kekuatan nya di Kota Jakarta. Tepat di salah satu university di kota besar tersebut, tiga gadis terpelajar sedang duduk di kursi kantin dengan minuman dingin di hadapannya.


Tiga gadis itu suasana hatinya begitu sangat panas membara yang di akibatkan oleh satu pemuda yang dulu nya sangat ia kagumi dan sayangi, setelah pemuda itu mengetahui jati dirinya dan menjadikan dia pemilik tunggal perusahaan terbesar se-Asia dengan di bantu oleh orang orang yang sangat setia kepadanya.


Kini kontroversi yang di lakukan oleh pemuda itu. Imbas nya kepada kekasih tiga gadis yang tadinya bersahabat dengan baik saling mendukung serta saling menyayangi. Kini ketiga gadis itu mengutuk serta mencaci maki dengan ucapan ucapan yang tak layak di katakan kepada pemuda yang bernama Harsya.


Indah dan Dewi serta Hani sedang menunggu kedatangan kekasihnya yaitu Dirga Brian dan Azis Nazmudin sedangkan Riyan Pratama sendiri tidak mau ikut dia lebih baik mengikuti arus air yang mengalir ketimbang bersitegang bersama sahabat nya. Karna bagi diri Riyan, lebih baik putus bersama kekasihnya dari pada harus bersitegang atau pun putus persahabatan dengan pemuda itu. Karna yang di berikan bantuan dari pemuda itu dan Kakek nya lebih penting dan tahu diri bagaimana membalas budi mereka.


Tak lama kemudian dua unit mobil mewah kini masuk dan berhenti tepat di penataran halaman kampus universitas terkemuka di kota Jakarta.


Setelah mengetahui bahwa dua mobil tersebut yang berhenti di penataran adalah kekasihnya. Ketiga gadis tersebut langsung menghampiri nya dan masuk kedalam mobil mereka berdua.


Indah dan Dewi ikut bersama mobil Dirga, sedangkan Hani menaiki mobil kekasihnya yaitu Azis Nazmudin.


"Dua mobil sport pun langsung melaju meninggalkan penataran halaman universitas meluncur dengan kecepatan tinggi membelah jalanan di siang hari itu menuju kawasan Bintaro Jakarta Selatan.


Satu jam lamanya dua mobil mewah itu sampai di penghujung jalan utama lalu membelokkan ke salah satu jalan kecil dan berhenti tepat di Mansion mewah di Kota Jakarta, tepatnya di kawasan Bintaro.


Penjaga Mansion itu lalu membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi keatas. Untuk mempersilahkan dua mobil tersebut masuk.


Tak lama setelah dua mobil sport berhenti tepat di samping Mobil Mewah Lamborghini Aventador, dua pemuda dan tiga gadis cantik turun dan langsung berjalan menuju pintu masuk Mansion dengan wajah yang serius dan tatapan membunuh. Membuat para penjaga keheranan.


Harsya yang sudah mengetahui maksud dan tujuan mereka datang tanpa basa basi, langsung mempersilahkan untuk segera duduk di ruangan tamu di temani oleh istrinya dan kedua pembantu nya yaitu Inah dan Ineh.


"Silahkan duduk kita bicarakan baik baik saya sudah mengetahui maksud kalian datang menemui saya." Kata Harsya.


Tampa berkata atau pun sekedar menanyakan kabar mereka berlima pun duduk di kursi yang tersedia.

__ADS_1


"Bi Inah tolong buatkan minuman buat mereka berlima." Titah Harsya kepada pembantu nya.


"Tidak usah kami tidak haus." Cegah Hani dengan wajah yang serius.


"Inah langsung menatap kearah Tuan Muda Harsya. Lalu di angguki oleh majikannya.


"Silahkan kalian bicarakan maksud dan tujuan datang kesini secara tiba tiba di siang hari ini.?" Tanya Harsya.


Dirga dan Azis terdiam mergertakkan giginya Indah dan Dewi menatap tajam kearah pemuda yang duduk di samping istrinya. Hani yang langsung berkata.


"Begini maksud kami berlima datang kesini hanya untuk menanyakan satu hal kepada diri anda Tuan.!! Kenapa anda melarang Kak Dirga dan Kak Azis serta kak Riyan untuk sementara menjauhi kami bertiga hah." Bentak Hani dengan tatapan mata yang memerah.


"Terus apa lagi yang akan kalian tanyakan kepada saya.! Kata Harsya tidak menjawab pertanyaan yang pertama di lontarkan oleh Hani tetangga di kampung Abah dan Umi nya.


"Sebaiknya anda jawab terlebih dahulu pertanyaan yang barusan." Kata Dewi kesal terhadap pemuda itu.


"Harsya apa susah nya anda menjawab pertanyaan dari gue." Kata Hani memotong ucapan pemuda itu.


"Baiklah akan saya jawab dan semoga anda puas dengan jawaban yang saya berikan." Kata Harsya dengan nada yang tinggi. Membuat Halimah tersentak kaget buru buru mengusap tangan suaminya.


"Saya tunggu jawaban dari anda Tuan Muda Harsya yang serakah dan tidak tahu balas budi." Ucap Dewi dengan senyuman mengejek.


"Jaga ucapan anda Nona Dewi, kalau tidak bisa menjaga akan saya robek mulutmu." Geram Ineh mendengar majikannya di hina.


"Hai............ Kamu tidak usah banyak bacot tuh mulut. Emang gue takut sama loe." Kata Dewi menantang perkataan dari Inah.


"Tuan Muda ijinkan saya untuk memberi pelajaran kepada gadis yang tidak punya etika dan sopan santun itu." Kata Inah tersulut emosi nya.

__ADS_1


"Bi Ineh sudah tidak usah di layani, biarkan mereka mengutarakan kekesalan nya kepada Kak Harsya." Kata Halimah meredam amarah pembantu nya itu.


Bila saya bicarakan dengan jujur kepada mereka yang di takutkan akan bocor rencana yang di susun rapi, karna tahu ketiga gadis sahabat ku tidak bisa di ajak rahasia mulut nya selalu ember." Batin Harsya bergejolak.


"Tuan Harsya silahkan anda jelaskan maksud anda melarang kami dan mengeluarkan kami berdua dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY." Kata Dirga.


"Baiklah, sebelumnya saya memohon maap atas ulah saya kalian sampai membenci ku." Ucap Harsya diam sejenak.


Untuk Kak Dirga dan Kak Azis dan itu juga berlaku buat sahabat ku Riyan serta Kak Gandi. Maksud tujuan saya mengeluarkan kalian dari perusahaan karna kalian lebih mementingkan pacaran ketimbang pekerjaan. Bila kalian berdua ingin kembali masuk kedalam perusahaan saya sebaiknya kalian putuskan pacar kalian, baru saya akan menerima kembali bekerja di perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP." Kata Harsya memberi alasannya.


"Maapkan saya Hani Indah dan Dewi hanya itu saya memberikan alasan karna demi melindungi kalian bertiga agar tidak menjadi target dari orang orang TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Hahahaha............. Benar benar tidak masuk akal dasar manusia serakah dan tidak punya rasa balas budi. Makan tuh kekayaan." Ucap Hani seraya beranjak meninggalkan ruangan tamu menarik tangan kekasih nya.


"Aku akan membuat perhitungan dengan mu Harsya." Ancam Dewi dan mengikuti Hani yang telah beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"Apakah kalian berdua tidak pergi mengikuti mereka.?" Tanya Harsya kepada Indah dan Dirga.


Dirga dan Indah menatap mata lelaki yang berada di hadapannya, seraya menahan amarah.


"Aku masih memandang ayahku, seandainya ayahku bukan Asisten dari Tuan Besar Abdullah, sudah ku pastikan kau ku hajar dengan tanganku ini." Kata Dirga geram lalu berdiri dan meninggalkan ruangan bersama Indah.


Setelah mereka berlima pergi meninggalkan Mansion tersebut, Halimah pun langsung bertanya kepada suaminya.


"Kak kenapa tidak berkata jujur kepada mereka semua.?" Mungkin bila Kak Harsya menjelaskan yang sebenarnya pasti mereka akan mengerti maksud tujuan dari Kakak.?" Tanya Halimah.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


__ADS_2