
Malam itu. Halimah duduk di tepi ranjang kamar pengantin yang telah di sediakan untuk malam pertama mereka.
Kamarnya sudah di hias dengan sangat cantik dan semua warna putih, tempat tidur pun di taburi bunga mawar putih.
Halimah melihat sekeliling, Kak Harsya sedang di luar, Kemudian dia beranjak ke lemari, untuk mengambil piyama dan akan mengganti bajunya dalam kamar mandi.
Disaat pintu lemari nya dibuka, alangkah terkejutnya dirinya, tidak ada satu pun piyama miliknya, hanya ada beberapa lingerie tipis dan mencolok di sana.
"Hmmmm." Apa apaan ini bisa masuk angin bila aku memakai baju beginian." Ucap nya dalam hati.
"Gadis cantik yang kini sudah berstatus istri itu kembali lagi ke ranjang dan duduk di pinggiran. Bersamaan dengan pintu kamar terbuka.
"Sayang kenapa kau belum mengganti gaun mu.?" Tanya Harsya.
Harsya lalu berjalan kearah Halimah, sebelumnya meletakkan terlebih dahulu makanan dan minuman yang ia bawa di meja samping ranjang.
Halimah mengerucut kan bibir nya.!
"Sini aku bantu membuka kan gaun mu." Kata Harsya lalu bersiap membuka resleting gaun pengantin.
"Kak, mau apa? Tanya Halimah sedikit panik.
"Membantu membuka kan gaun mu, apakah kau mau tidur dengan pakaian gaun pengantin.?" Tanya Harsya, dan Halimah menggeleng kan kepala nya.
Harsya membantu Halimah membuka kan gaun pengantin di kamar mandi. Halimah mandi dengan air hangat dan dia bingung karena lupa membawa baju ganti.
"Kak, Harsya....... Imah lupa membawa baju ganti.!! Tolong ambilkan." Titah nya pada Suaminya.
Harsya beranjak dan berjalan ke lemari, lalu membukanya nya, dia tersenyum melihat dalam lemari.
"Hmmmmm, ini pasti ulah Cok Ben. Ucapnya dalam hati.
Harsya mengambil lingerie warna putih dan memberikan kepada Halimah.
Halimah menerima nya dengan terpaksa, karna tak ada lagi baju yang ia pakai.
Gadis cantik itu keluar dengan malu malu. Di tutup lingerie nya dengan handuk.
__ADS_1
Harsya tersenyum melihat wajah istri nya malu.
"Mengapa kau malu, bukan kah kakak' sudah menjadi suami kamu.? Ucapnya menarik lembut Halimah kedalam pelukan.
"Kakak, mau mandi dulu, kau makan lah terlebih dahulu, Imah butuh banyak tenaga malam ini, jadi harus banyak makan." Goda Harsya lalu meninggalkan Halimah.
Halimah terbengong berdiam tak bersuara mencerna ucapan dari Kak Harsya, Namun seketika wajah nya berubah merah setelah paham maksud ucapan dari suaminya.
Halimah berjalan ke meja dan mulai menyantap makanan nya. Tak lama kemudian Harsya keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk, tanpa memakai apapun di dalam handuknya.
"Kau sudah selesai.?" Tanya Harsya kini sudah duduk di samping Halimah.
"Halimah mengangguk.!
"Kak Harsya tidak makan.?" Tanya Halimah balik karna suaminya tidak menyentuh makanan nya dan hanya memandang wajah nya.
"Kakak' tidak lapar, aku hanya ingin memakan mu saja Imah." Goda Harsya mesum.
Halimah tertunduk wajahnya memerah kembali.
"Harsya lalu berdiri dan menatap lembut Halimah, apa kau takut? Ucap nya.
Halimah mengangguk, lalu berkata.
"Maap Kak, bukan maksud untuk menolak mu tapi aku jujur........
"Cup. Harsya mencium bibir Halimah menghentikan ucapannya.
"Ini juga yang pertama buat kakak', kau juga tahu aku bagaimana orang nya, yang ada di hatiku hanya kamu, kakak' juga gugup, tapi percayalah kita bisa melewati nya bersama." Ucap Harsya.
Tangannya mengangkat dagu Halimah agar menatap matanya, perlahan Harsya memajukan bibir nya dan mencium lembut bibir Halimah. Halimah memejamkan matanya, menyambut ciuman yang sudah resmi menjadi suaminya.
Pasangan pengantin itu berciuman sangat lama, yang tadi nya lemah lembut sekarang menjadi ganas saling balas membalas dan hingga menuntut lebih.
Harsya dan Halimah, sama melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, sambil mereka berdua tidak lepas dari ciuman nya itu.
Kini Halimah di baringkan di ranjang dan Harsya sudah ada di atas nya.
__ADS_1
Ciuman mereka berdua pun terlepas, Harsya menatap lembut istrinya dan mulai berkata.
"Apakah kau sudah siap.? Tanya nya lagi seraya napas tidak beraturan.
Halimah kali ini mengangguk yakin.! Senyum mengembang di bibir Harsya. kemudian mereka berdua mulai berciuman lagi, Harsya membuka satu persatu pakaian yang ada di tubuh Halimah dan juga Harsya melepas kan handuknya. Hingga akhirnya penyatuan cinta mereka sempurna dan berakhir dengan indah.
Entah berapa kali Harsya dan Halimah bercinta, rasanya tidak ada bosannya dan mau lagi dan lagi, tapi melihat Halimah yang kelelahan, akhirnya Harsya membiarkan tertidur. Tak lama Harsya pun tertidur memeluk tubuh polos istrinya.
Adzan awal pukul 03:00 terdengar di telinga Halimah, dilirik nya Halimah masih tertidur memeluk dirinya. Saat Halimah akan bergerak, dilihatnya ia membuka kan matanya, Harsya kembali memejamkan mata nya dan berpura pura tidur.
Halimah membuka mata nya perlahan, di hadapannya terlihat jelas wajah suaminya, senyum mengembang di bibirnya. Halimah tidak menyangka jika dia dan Kak Harsya sudah resmi menjadi suami istri.
"Terima Kasih Kak, kau telah menyempurnakan cinta di hatiku, aku mengagumi dan mencintai mu, dari pertama kau datang ke padepokan ini." Lirih Halimah dengan pelan seraya tangannya meraba lembut wajah Harsya, alis, hidung dan yang terakhir bibir nya.
Karna rasa geli yang tak tahan, Harsya pun tersenyum dan membuka mata nya. Halimah merasa malu, karena Kak Harsya pura pura tidur jadi dia mendengar ucapan yang keluar dari bibir nya.
"Kenapa malu? Kakak senang kau memuji wajah tampanku." Ucap nya Harsya.
Wajah Halimah memerah dan tertunduk dia sungguh malu kepada Harsya.
CUP...... Harsya mencium bibir Halimah.
"Morning kiss sayang....... ! Sekarang mana morning kiss ku.? Ucap Harsya memajukan pipinya.
Dengan wajah yang memerah dan malu malu Halimah memajukan bibirnya untuk mencium pipi Harsya. Namun itu hanya sebuah jebakan dari Harsya. Harsya pun memalingkan wajahnya dan akhir nya bibir bertemu dengan bibir.
Tak menyia-nyiakan kesempatan Harsya pun langsung memburu bibir seksi Halimah dengan begitu menggelora dalam waktu dini hari itu.
Maya nya menatap kearah Halimah penuh hasrat. Dan terus mencumbu bibir Halimah, hingga Halimah pasrah dan berolahraga di pagi dini hari yang indah pun di mulai.
Satu jam lama nya mereka bertempur di medan perang yang begitu bergairah, hingga bunyi pecutan seorang penunggang kuda terdengar di ruangan kamar itu, dan mereka berdua pun langsung menuju puncak kenikmatan nya lalu terjuntai dalam penyatuan keringat mereka berdua.
Hingga tak lama setelah itu adzan subuh pun berkumandang di Masjid yang tidak jauh dari rumah pengantin baru itu. Lalu Halimah pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh badannya. Sedangkan Harsya terlelap dalam tidurnya mungkin dia sangat kelelahan.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1