
Diruang Rapat Hotel Zahra Group.
Layaknya seperti rapat rapat besar para anggota lainnya di parlemen. Kini tampak sebuah meja besar yang panjang yang di duduki oleh puluhan orang dengan pengeras suara di masing masing bagian depan orang orang yang akan mengikuti rapat tersebut.
Sementara itu di ujung punggung meja panjang itu terdapat satu kursi yang begitu mewah dan megah dengan di depan satu pengeras suara.
Begitu seorang lelaki yang di sebut Tuan Muda memasuki ruangan itu di dampingi dengan seorang gadis memakai jilbab hitam dan dari arah belakang dua pemuda warga negara asing mengikuti nya dari arah belakang, semua orang kini tampak berdiri dan membungkuk hormat, kecuali beberapa pria dan wanita paruh baya.
Sayang lihat lah Cucu kita semakin berkharisma dan elegan saat memasuki ruangan rapat ini, semua orang begitu hormat dan tunduk seperti kakek buyut mu." Kata Aisyah istri Abdullah.
"Ia sayang dia semakin dewasa dan mapan untuk menjadi raja bisnis di dunia." Ucap nya kagum.
"Aisyah tersenyum.
Sama hal yang di ucapkan oleh Umi Aminah selaku orang yang telah merawat dan membesarkannya kurang lebih 10 tahun itu.
"Suamiku, aku tidak pernah menyangka bahwa anak itu sungguh pewaris tiga perusahaan terbesar di Asia tenggara dan yang aku tidak percaya bahwa Harsya tidak melupakan kita." Kata Umi Aminah kepada lelaki di samping nya.
"Benar sekali istriku, itu juga berkat didikan darimu dan Kiayi Sepuh yang telah mengajarkan banyak hal kepada anak kita HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. " Jawab Abah Jaeludin.
__ADS_1
Berbeda dengan Suhardi, Elisabeth dan Iskandar, mereka memuji mendiang ayah nya sahabat mereka yaitu Ismail Abdullah dan Nona Zahra.
Sahabat ku lihat lah anakmu sudah dewasa dan sekarang akan memimpin rapat yang pertamanya setelah tiga perusahaan di akusisi dan di Sah kan menjadi milik nya, apakah akan seperti dirimu yang tidak haus akan harta dan membawa kejayaan bagi kita semua, atau kah terpeleset kedalam jurang kesombongan. " Ucap Suhardi, mungkin Iskandar dan Elisabeth pun berpikiran begitu dalam hatinya.
Kiayi sepuh hanya bisa tersenyum melihat pikiran dalam hati Suhardi dan Iskandar serta Elisabeth, dia sangat yakin bahwa Harsya tidak akan terlena dalam kemewahan dunia, dan akan membawa harta nya kejalan yang di ridho sang pencipta.
"Tes....... " Tes........" Tes......." Mohon perhatian nya. Untuk semua yang hadir di ruangan rapat ini. persiapkan materi masing masing karna rapat akan segera di mulai.
Tampak Tuan alex selaku pemimpin di perusahaan XFRES GROUP dan merangkap sebagai pembawa acara di sore hari ini, dengan hormat kepada Tuan Muda Harsya untuk segera menduduki kursi pemimpin serta orang orang yang baru hadir bersama Tuan Muda, yaitu Halimah, Ken Liem dan Rex Ryu serta Iwan kupluk.
"Selamat sore semua nya dan perhatian buat kita yang berada di sini. Salam hormat saya kepada, Kakek Abdullah dan Nenek Abdullah, kepada Kiayi Sepuh beserta Istri, Umi Aminah dan Abah Jaeludin, Oma Elisabeth, Paman Suhardi beserta istri, Paman Iskandar dan istri, serta Ibu Jubaedah yang turut hadir di sore hari ini.
"Saat ini saya selaku petinggi dari tiga perusahaan terbesar di Asia tenggara, Ingin mengucapkan selamat datang kepada Paman Sugianto selaku pemegang kuasa hukum di perusahaan Anugrah Zahra Group dan Gelora Buana Group kemungkinan dalam satu Minggu kedepan Perusahaan Exres Group juga akan di gabungkan dalam Advokad yang di pegang oleh Tuan Sugianto. " Kata Harsya sejenak sebelum melanjutkan pembicaraan nya lagi.
Semua yang hadir di ruangan itu kini mulai menduduki kursi masing masing dan mulai memusatkan perhatian nya terhadap rapat yang akan berlangsung kali ini.
"Baiklah, sekarang aku ingin mendengar kan laporan terlebih dahulu dari Paman Sugianto tentang tiga perusahaan yang di gabungkan apakah sudah tahap seratus persen atau kah masih ada kendala dalam internal penggabungan tiga perusahaan tersebut, karna kita sudah mengetahui bahwa permasalahan di dua perusahaan yaitu XFRES GROUP dan GELORA BUANA GRUP sudah teratasi." Kata Harsya mempersilahkan.
"Terima Kasih Tuan Muda." Kata Sugianto lalu mengatur posisi ternyaman dari pengeras suara di depannya.
__ADS_1
"Disini saya akan menjelaskan beberapa materi untuk di sampaikan kepada Tuan Muda dan orang orang penting yang hadir di ruangan ini.
"Setelah Tuan Muda Harsya meminta saya untuk menggabungkan dua perusahaan besar kedalam satu perusahaan kita semua membutuhkan satu bulan paling lambat perusahaan itu bisa selesai, tetapi setelah seminggu perusahaan GELORA BUANA GRUP masuk dalam jajaran penggabungan, dan dewasa nya perusahaan yang tadinya milik dari Elisabeth sudah terselesaikan permasalahan jadi proses penggabungan itu tidak mempunyai kendala, berbeda dengan perusahaan XFRES GROUP yang dari dalam banyak terkendala dengan kecurangan dan kejahatan. Setelah Tuan Muda Harsya menyelesaikan dan di bantu beberapa orang orang yang setia kepada nya maka tak lama lagi tiga perusahan akan menjadi satu perusahan dengan nama perusahaan baru itu. ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. " Kata Sugianto mengakhiri penjelasan tentang penggabungan tiga perusahaan terbesar se-Asia tenggara.
Mendengar penjelasan ini Harsya tersenyum puas dan berkata kepada petinggi perusahaan.
"Kakek, Abdullah , Paman Suhardi dan Oma Elisabeth, Apakah ada bantahan atau pun kekurangan serta ketidaklayakan tentang nama perusahaan tersebut. " Kata Harsya kepada tiga petinggi perusahaan.
Kakek, Abdullah memandang dan menatap kepada Suhardi dan Elisabeth, dan mereka berdua mengangguk mengiyakan tatapan dari Tuan Besar Abdullah.
Kami bertiga setuju dan mendukung penuh apa yang telah di rencanakan oleh HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH. " Puji Abdullah.
"Terima Kasih Kakek Abdullah dan Paman Suhardi serta Oma Elisabeth." Jawab Harsya dengan senyuman manis.
"Baiklah aku sudah mendengar laporan dari Paman Sugianto dan sudah di setujui oleh petinggi perusahaan, Sekarang aku ingin mendengar laporan dari kedua sahabat ayah ku yaitu Ucok dan Beni, waktu dan tempat di persilahkan. " Kata Harsya sambil mengalihkan perhatian kepada mereka berdua.
"Terima Kasih atas waktu dan tempat yang anda berikan kepada kami berdua Tuan Muda Harsya. " Kata Ucok yang berbicara dan akan mulai membicarakan informasi informasi yang mereka berdua dapatkan dari perjalanan menuju kota Jepang.
!!! Warning sesudah baca wajib like dan komen serta bila para pembaca menyukai karya receh Author tambahkan Favorit dan beri lah vote dan hadiah nya.!!
__ADS_1
Bersambung.
KARYA INI MURNI HASIL IMAJINASI DAN KHAYALAN AUTHOR DENGAN TUJUAN HANYA UNTUK HIBURAN SEMATA. JIKA ADA TEMPAT, KEJADIAN, ATAU NAMA YANG SAMA DALAM NOVEL INI, ITU ADALAH KEBETULAN BELAKA TANPA INGIN MENYINGGUNG PIHAK MANA PUN. UNTUK MEMINIMALISIR SEMUA INI. AUTHOR SENGAJA TIDAK MENGGUNAKAN KOTA ATAU DAERAH SECARA BENAR DAN RINCI.