TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana membantai Anak Anak Sahabat Dani Rustandi


__ADS_3

"Dret..............!! "Dret............ "Dret...............!!


Baru saja selesai ponsel di taro di telinga mengobrol panjang lebar dengan Ken. Sudah bergetar lagi ini ponsel." Keluh Seorang Pemuda tampan itu.


"Hehehe......... Coba buka aja. Harsya, siapa tahu itu ada hal penting." Timpal Wanita paruh baya itu.


"Iya. Oma.!! Harsya lalu membuka aplikasi wasttap dan membaca nya.


"Selamat Malam Tuan Muda. Mohon mengganggu waktu malam ini ada informasi yang harus di sampaikan." Pesan dari Jhon Koplak.


"Tidak menggangu. Silahkan katakan informasi dari anda.! Balas Harsya.!!


"Siapa yang mengirim pesan Cucuku.?" Tanya Oma Elisabeth penasaran karna terlihat muka serius dari pemuda tersebut.


"Tuan Jhon Koplak. Direktur KOBRA COMPANY GRUP." Jawab Harsya.!!


"Hmmmmmm. Hati hati Tuan Muda." Sahut Lestari.!!


"Iyaa.!! Lestari.


"Kriiiiing''........... Kriiiiing''.............!!


"Halo. Tuan Jhon Koplak.!! Kata Harsya menjawab telepon itu.


"Tuan Muda Mohon maap mengganggu waktu malam anda.! Tapi ada informasi yang sangat penting untuk saya sampaikan." Kata Jhon di sebrang telepon.


"Lanjutkan saya mendengarkan pembicaraan anda." Pinta Harsya.


"Begini Tuan Muda. Apakah anda mengenal anak anak dari Sugeng Brewok dan Jabar serta Bocil.?" Tanya Jhon.


"Saya tidak mengenal sama sekali. Tetapi saya bisa mengetahui keberadaan dari anak anak mereka. Lalu maksud anda bertanya begitu bisa di jelaskan kepada saya tujuan nya." Pinta Harsya.


"Tuan Muda. Saat ini mereka sedang gencar gencar nya mengajak mantan mantan sisa Anggota Genk Kobra Beracun untuk ikut gabung dalam barisan terdepan Genk Kelalawar Hitam untuk melawan anda. Apakah anda tidak mau mencegah pergerakan mereka dengan cara menghentikan aktivitas nya dengan sedikit memberi pelajaran." Kata Jhon memberi saran.


"Hmmmmm. Maksud anda dengan mengumpan kan ku dan orang orang ku untuk membantai abis anak dari para sahabat Dani Rustandi, lalu setelah itu orang orang ku menjadi incaran Kelalawar Hitam dan Tuan Jhon dengan santai nya bertumpang kaki duduk." Kata Harsya dengan lembut tapi telak mengenai ulu hati.


"Buk..... Buka..... Bukan begitu maksud saya Tuan Muda." Kata Jhon Koplak terbata bata.

__ADS_1


"Jangan kira aku tidak membunuh mu dan berbaik hati kepada keluarga anda. Anda bisa seenaknya memerintah saya hah." Harsya mulai tersulut emosi saat itu.


"Ampun....... Tuan Muda. Bukan maksud saya begitu. Saya tak berani dan hanya memberi saran saja." Kata Jhon Koplak memelas dalam sambungan telepon nya, keringat bercucuran.


Niat ingin memanfaatkan situasi dalam barisan internal perusahaan KOBRA COMPANY GRUP yang kemungkinan akan tergeser posisi jabatannya oleh orang baru yang tak lain adalah Riyan mantan pegawai dari perusahaan milik Tuan Muda Harsya sekaligus sahabatnya. Kini posisinya berada di tengah tengah jurang yang akan menjerumuskan nya ke dasar lubang yang curam.


"Tuan Jhon Koplak. Aku membebaskan mu untuk memberikannya informasi tentang pergerakan majikan mu, bukan untuk memprovokasi diriku dan orang orang ku untuk kepentingan dirimu sendiri. Kali ini aku ampuni tapi bila kau masih berlagak mencari muka kepadaku. Saya jamin keluarga mu akan menjadi mayat." Ancam Harsya dari balik telepon.


"Bai.... Baik...... Baik....... Tuan Muda. Jhon tidak akan mengulangi lagi." Jawab nya.


Panggilan pun berakhir dengan memberikan ancaman kepada Jhon Koplak, padahal itu hanya pura pura saja.


##########################


Pagi pun telah tiba. Sang mentari muncul dengan menampilkan kekuatan' nya menyinari Bumi Pertiwi di pagi hari yang begitu indah dan sejuk.!!


Satu unit mobil mewah Lamborghini Aventador. Pagi buta sekali sudah meluncur dari kediaman Mansion mewah di Bintaro Jakarta Selatan membelah jalanan di pagi itu menuju kawasan pondok indah Jakarta.


Tak lama kemudian jam menunjukkan pukul 06:45 Mobil mewah pun masuk ke gerbang Mansion mewah setelah bunyi klakson mobil Ia pencet dengan keras.


Beberapa para penjaga Mansion itu berbaris rapi dengan gerasak gerusuk karna tak menyangka majikan pagi buta, akan datang ke Mansion ini.


"Hmmmmm.!! Terimakasih Paman Paman. Silahkan kembali ke posisi masing masing." Ujar Harsya. Lalu Ia berjalan menuju arah pintu utama.


Seisi Mansion heboh seketika, kedatangan Tuan Muda Harsya yang berada di dalam Mansion itu, ketika terdengar dari luar bahwa pemuda pemilik perusahaan terbesar di dan pemilik Mansion mewah ini datang pada pagi hari buta ini.


Syamsul dan Bimo yang masih terbaring di kamarnya seketika terbangun kaget pintu kamar di gedor keras oleh lelaki paruh baya yang tak lainnya Ayah nya Syamsul.


Harsya sudah berada di ruangan tamu. Sri datang membawakan secangkir kopi luwak white kesukaan nya.


"Tuan Muda. Silahkan di minum kopi nya." Ucap Sri adik Syamsul.


"Terima Kasih. Sri, bagaimana sekarang sekolah mu.?" Tanya Harsya.


"Alhamdulillah. Lancar Tuan Muda. Apalagi selalu di bantu oleh Nona Fatimah." Jawab gadis berusia 16 tahun itu.


"Hmmmmm. Syukurlah. Tapi kamu betah tinggal di sini.?" Tanya Harsya.

__ADS_1


"Betah Tuan Muda.!!


Tak lama Bimo dan Syamsul pun datang dengan masih memakai baju tidur.!!


"Hmmmmmmm. Dua kunyuk ini baru bangun tidur, rejeki nya di patok ayam baru rasa." Sindir Harsya.


"Hehehehe....... Maaf Tuan muda, malam si Syamsul ngajak bergadang." Kilah Bimo.!!


"Enak aja. Bimo main nyalahin gue.!! Jelas jelas kamu ngajakin Mabar malam tadi." Kesal Syamsul.


"Sudah....... Sudah......... Tidak ada salah menyalahkan kedua nya sama aja. Sebaiknya kalian berdua cepatan mandi. Ada pekerjaan buat kalian berdua." Titah Harsya.


"Siap. Tuan Muda." Kata mereka berdua serentak langsung becir menuju kamar mandi.!! Hal itu membuat Harsya geleng geleng kepala.!


Setelah kepergian mereka berdua. Harsya pun langsung mengeluarkan ponselnya dan menelepon anak buahnya yang di suruh memantau pergerakan musuh.!!


"Halo.!!


"Tuan Muda. Maman di sini siap menerima perintah." Kata suara dari sebrang telepon.!!


"Kak Maman Tomat bagaimana hasil pemantauan empat muda mudi anak dari Jabar Sugeng Brewok dan Bocil.?" Tanya Harsya di pagi hari itu.


"Sudah terpantau oleh kita berdua Tuan Muda. Tinggal mengeksekusi." Kata Maman Tomat.


"Bagus.........!! Malam ini kita akan berolahraga.!! Segera kirim beberapa para pengawal untuk mengamankan mereka." Titah Harsya.


"Siap Tuan Muda. Segera akan di persiapkan." Jawab Maman Tomat.


"Baik Tuan Muda.!! Panggilan pun berakhir di pagi hari itu.!!


******************************


Di ruangan tamu Mansion yang berada di Pondok Indah pemberian dari Kakek Abdullah. Harsya bersama Bimo dan Syamsul serta kedua Orang Tua Syamsul sedang berdiskusi bersama dengan raut muka yang begitu serius.!!


"Syamsul dan Bimo. Tujuan saya datang kesini untuk mengajak kalian berdua olahraga. Apakah kalian berdua masih ingat dengan keempat para petinggi Genk Kobra Beracun.?" Tanya Harsya.


"Hehehehe. Masih dong." Kata Syamsul dengan gaya tengil nya.

__ADS_1


"Bagus...... Kalau kau masih ingat. Malam ini kita bergerak untuk membantai anak anak mereka yang sedang mendeklarasikan mantan anggota Genk Kobra Beracun untuk bergabung kepada Genk Kelalawar Hitam." Titah Harsya.


Bersambung.


__ADS_2