
"Empat Orang Warga negara Indonesia sedang mengobrol bersama Naga Saki Sempur di salah satu kafe mewah di Negara Jepang tepat nya di daerah Chiyoda.
"Naga Saki Sempur menjelaskan tentang Distrik kota Chiyoda kepada mereka berempat di sela malam santainya.
Distrik kota Chiyoda . Adalah salah satu dari 23 distrik istimewa yang berada di pusat kota Tokyo, Jepang. Tokyo adalah sebuah prefektur sehingga posisi distrik kota Chiyoda sama dengan sebuah kota. Di tengah-tengah kota Chiyoda terdapat Istana Kekaisaran Tokyo. Sekitar 12% wilayah kota ini berupa daerah hijau milik istana.
Parlemen Jepang, Mahkamah Luhur Jepang, Kantor Perdana Menteri Jepang, dan kantor-kantor kementerian berada di kota Chiyoda. Daerah Nagatachō, Tokyo dan Kasumigaseki merupakan pusat pemerintahan dan birokrasi Jepang. Kantor pusat bank utama di Jepang, surat kabar nasional, dan perusahaan-perusahaan akbar menempati daerah Marunouchi dan Ōtemachi. Pusat perbelanjaan juga berada di daerah Marunouchi.
Di daerah Kanda merupakan pusat penerbitan. Sementara daerah Jinbōchō dikata "kota buku" karena banyaknya toko buku yang berada di daerah ini. Pusat elektronik Akihabara berada di daerah Sotokanda. Nippon Budokan terletak di daerah Kitanomaru Kōen sementara daerah permukiman mewah benar di Surugadai.
Bersama-sama kota Chūō dan Minato, Chiyoda merupakan salah satu dari 3 pusat kota di Tokyo. Hampir seluruh wilayah kota Chiyoda dipenuhi gedung-gedung tinggi dan kantor pemerintahan. Kediaman rakyat biasa tidak berada di tempat ini, sehingga masyarakat di siang hari banyaknya jauh lebih akbar dibandingkan banyak masyarakat di malam hari. Di selang 23 distrik istimewa Tokyo, kota Chiyoda memiliki banyak masyarakat malam hari yang paling sedikit. Di malam hari, kota ini berpenduduk hanya sekitar 44 ribu orang. Sebaliknya di siang hari, kota ini diramaikan oleh hampir satu juta orang.
"Disaat Naga Saki Sempur sedang menjelaskan Distrik kota Chiyoda tiba tiba ponsel Dani Rustandi berdering.
"Tuan Naga Saki Sempur." Saya mengangkat telepon terlebih dahulu menyela obrolan nya.
"Jimmy Ada hal penting apa sehingga kau menelepon ku di malam hari ini." Kata Dani Rustandi menjawab telepon masuk nya.
"Tuan Besar mohon maap mengganggu waktu sibuk anda tapi ada hal yang penting yang harus segera saya sampaikan." Tutur Jimmy di sebrang telepon.
"Silahkan kau utarakan hal penting apa yang ingin kau sampaikan kepada saya." Pinta Tuan Besar.
"Begini Tuan Besar Menurut informasi yang saya dapatkan dari anak buah yang di susupkan di jajaran kepolisian bahwa istrinya Direktur Rony Gunawan melaporkan hilangnya Suami nya kepada Brigadir Anton Sideka yang baru satu bulan ini menjabat di Markas Besar Kepolisian." Lapor Jimmy kepada Tuan Besar Dani Rustandi.
"Jimmy proses pengalihan untuk harta kekayaan milik Rony Gunawan sudah sampai tahap mana." Kata Dani Rustandi.
"Hampir delapan puluh persen sudah terealisasi kemungkinan sekitar satu minggu lagi akan selesai." Kata Jimmy
"Baiklah." Jimmy kau atur sedemikian rupa dan kalau bisa kau kerahkan beberapa anggota Genk Kobra Beracun untuk menculik anak dari Direktur Rony yang bernama Sri Gunawan dan masukan kedalam Gudang bersama Rony Gunawan yang berada di kota Palembang." Titah Dani memberi perintah kepada Jimmy yang berada di Negara Indonesia.
"Baik Tuan Besar perintah akan kami laksanakan dengan baik.! Jawab Jimmy.
__ADS_1
"Jimmy satu lagi perintahkan kepada mereka berempat Sugeng Brewok dan Jabar beserta Bocil untuk mencari keberadaan Jhonny dan Citra saya punya pirasat mereka berhianat bersama Syamsul." Kata Tuan Besar.
"Siap Tuan' Besar" Kata Jimmy lalu menyudahi obrolan teleponnya.
"Tuan Dani Rustandi. Ada apakah sehingga wajahmu begitu tegang ketika sedang menelepon." Tanya Naga Saki Sempur.
"Jimmy memberitahu kan bahwa istrinya Direktur Rony Gunawan membuat laporan kepada pihak kepolisian dan yang menangani kasusnya adalah musuh bebuyutan kita yaitu Brigadir Anton Sideka." Jawab Dani Rustandi dengan wajah tegang.
"Tuan Besar Apakah Anton Sideka yang telah mengungkap kasus yang ada di propinsi Maluku Utara dan masuk penjara nya Adik Abang." Tanya Gareng.
"Dani mengangguk.
"Tuan Dani Rustandi anda tidak usah khawatir dan bimbang. Dari besok gangster dari Negara ini sudah mulai berangkat secara bertahap menuju Negara dimana Tuan Berada. " Kata Naga Saki Sempur.
"Terima kasih Tuan Naga Saki Sempur." Kata Dani Rustandi membungkuk hormat.
"Ahk anda Tuan terlalu sungkan kita kan saudara belum lagi dari Tuan Simon dan mister Kong Kong." Kita bersama akan menjadi raja di atas raja dunia." Naga Saki Sempur. tertawa terbahak bahak dan diikuti oleh Dani Rustandi.
*
*
*
"Seorang pemuda berusia 22 tahun keluar dari mobil nya menuju ruangan kepala sekolah.
"Tidak lama berselang pemuda bernama Riyan pun sampai dan mengetuk pintu ruangan kelas.
"Silahkan masuk." Kata salah satu guru yang berada di ruangan tersebut.
"Riyan pun masuk dan berjalan menghampiri guru yang mempersilahkan masuk serta duduk di kursi yang telah tersedia.
__ADS_1
"Nak Riyan. Apakah dua siswa yang mau bersekolah di SMA ini sudah ada orangnya." Tanya lelaki seumuran ayahnya yaitu kepala sekolah.
"Mereka sedang di jalan bersama Orangtua nya masing masing." Kata Riyan.
"Baiklah sebelum menunggu kedatangan mereka berdua ada sebaiknya Nak Riyan untuk membayar administrasi terlebih dahulu." Kata kepala sekolah seraya menyodorkan Map berisi syarat syarat yang harus di penuhi.
"Baik." Tuan" Balas Riyan dan membuka Map tersebut lalu membaca nya lembar demi lembar dan menyimpannya lagi.
"Baiklah Tuan saya mengerti dan semua nya akan di bayar lunas untuk dua siswi yang bersekolah di SMA ini." Kata Riyan.
"Silahkan Nak Riyan." Balas Kepala Sekolah Tersebut.
"Sementara di luar ruangan kepala sekolah tepat nya di halaman Parkir Mobil Pajero sport warna putih telah berhenti tepat di jejeran mobil Toyota Sport milik Riyan.
"Di dalam mobil Pajero sport seorang pemuda sekitaran usia 25 tahun dan dua lelaki paruh baya beserta tiga gadis berbeda Usia.
"Kiayi Sepuh sebentar saya telepon dulu Riyan." Kata Gandi.
"Silahkan Nak." Balas Kiayi Sepuh.
"Tut...........!" Tut..........!"
"Halo....! Tuan Gandi." Kata Riyan menjawab telepon nya.
"Riyan....! kamu dimana." Saya sudah di parkiran sekolah bersama yang lain." Kata Gandi
"Siap Tuan' saya sekarang keluar menuju kesana.' Ucap Riyan.
"Setelah mematikan teleponnya. Pemuda yang bernama Riyan pun melambaikan tangan nya di dekat pintu keluar ruangan para guru.
"Kiayi Sepuh dan yang lainnya mari kita keluar Riyan sudah menunggu di pintu masuk ruangan kepala sekolah." Ajak Gandi Seraya membuka kan pintu mobil nya.
__ADS_1
"Mereka semua pun turun dari mobil nya dan berjalan menghampiri Riyan. Setelah sampai di ruangan sekolah Riyan pun mengajak Kiayi sepuh beserta ayah nya Syamsul untuk masuk ke ruangan kepala sekolah karna ada yang mau di tanda tangani oleh pihak orang tua nya. Sedangkan Fatimah dan Irma menunggu bersama Kak Gandi dan kekasihnya di luar Ruangan kepala sekolah.
bersambung