
Markas Besar Forum pertemuan XFRES GROUP masih berlangsung dengan serius. Mereka semua yang hadir mendengarkan dengan penuh khusyu tampa membantah atau pun menyela perkataan yang keluar dari mulut Tuan muda Harsya.
Setelah Tuan muda membeberkan tentang rencana yang dia dapatkan dari Cok Ben serta gagasan dan ide ide yang di berikan oleh mereka berdua untuk di tanamkan dalam forum Pertemuan yang sudah hadir beberapa orang penting tiga perusahaan besar tersebut.
"Untuk kalian semua silahkan berikan masukan untuk rencana ini, untuk mengikis kekuatan Genk Kobra Beracun yang satu Minggu di tinggal Oleh Ketua nya dan petinggi organisasi tersebut Yaitu Dani Rustandi yang di dampingi oleh saudara kita Cok Ben '' kata Harsya sambil menatap kearah mereka yang hadir di sana.
"Ijin bertanya Tuan muda'' kata Azis yang sudah di bolehkan untuk memberi masukan di saat Harsya sudah membeber kan rencananya.
"Silahkan'' Azis.! Balas Harsya.
"Begini Tuan muda bila terjadi bentrok di Kobra kafe yang notabene nya adalah berdiri nya dekat pusat kota dan tidak jauh dari kantor kepolisian unit kota tersebut. Walaupun posisi nya nanti di menangkan oleh pihak kita. Akan tetapi kita akan berurusan dengan pihak yang berwajib'' Kata Azis memberi saran dan masukannya.
"Saya menjawab kecemasan dan ketakutan dari Azis mungkin dari kalian semua.
"Sebelum saya berada di sini dan terlambat datang' tadi pukul 07:00 Kiayi Sepuh bersama kedua orang tua angkat saya datang dan sekarang berada di Mansion. Sedang beristirahat.
Kedatangan Kiayi Sepuh berkunjung ke Jakarta bukan sekedar untuk menemui saya atau pun kedua putrinya. Tetapi atas permintaan Adik angkatnya sekaligus murid pertamanya mungkin kang Ujang Suparman sudah mengetahui sosok. Tuan Anton Sideka Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri
"Brigadir Anton Sideka sedang menyelidiki pembantaian dan kekejaman Genk Kobra Beracun atas perintah dari petinggi polri langsung. Dan atas laporan laporan tentang keresahan masyarakat pada organisasi Genk Kobra beracun.
"Brigadir Anton Sideka pun langsung memerintahkan jajarannya untuk menjemput kakak angkat nya yaitu Kiayi Sepuh. Untuk sekedar meminta doa dan nasehat langkah apa yang harus di ambil untuk membasmi organisasi yang dekengan nya kuat bukan dari dalam negri saja tapi ada dekengan dari luar negri.
Setelah di beritahukan oleh Kiayi Sepuh dari awal dan akhir tentang pembantaian di Ujung Hutan Pelabuhan serta 11 tahun terbunuhnya Tuan Ismail dan Nona Zahra yaitu Orangtua saya sendiri. Bahwa bukan dari pihak-pihak kepolisian saja yang akan membasminya Genk Kobra Beracun, tetapi dari pihak kita kita akan ikut membantu jajaran kepolisian untuk mengikis sedikit demi sedikit kekuatan Genk Kobra.
Maka brigadir Anton Sideka hanya meminta bersih nya. Jadi misi kali ini dan penyerbuan ke Kafe Kobra di lakukan oleh kita atas nama kepolisian. Kata Harsya menjelaskan semua kepada mereka bersama tentang datang nya terlambat dan kecemasan dari Azis.
__ADS_1
"Siap Tuan muda'' kata Azis sambil tertunduk karna rasa yang salah setelah menanyakan tentang ketakutan dan kecemasan dalam diri nya di beri tugas oleh Tuan muda Harsya.
"Mendengar ini Harsya hanya tersenyum dan berkata.
"Kenapa aku memberikan tugas berat ini pada kalian semua hanya untuk mendengar jawaban dari kalian semua yang hadir ini. Apakah kalian semua ragu kepada saya dan Hanya di jadikan alat oleh kalian semua'' Kata Harsya dengan mata yang tajam kepada Azis dan yang Hadir di forum Pertemuan malam ini.
"Mendengar perkataan dari Harsya semua yang hadir di ruangan merasa ngeri melihat exfresi wajah nya itu. Ini terutama bagi Azis yang telah berbicara sedikit menyinggung tentang hal yang baru saja di tanyakan.
Ken Liem dan Rex Ryu. Saat ini aku memerlukan keahlian yang kalian berdua miliki." Tanya Harsya yang sudah berada di antara mereka berdua dengan memegang pundak mereka berdua.
"Apa maksud anda Tuan muda.?" Kata Ken tidak mengerti maksud dari perkataan Tuan muda Harsya. Sedangkan Rex yang duduk di samping nya hanya diam tanpa mau menyela.
"Tujuan ku kenapa tidak malam esok saja di mulai di laksanakan tugas ini, dan kenapa harus malam Selasa, karna aku ingin memantau terlebih dahulu empat sahabat dari Cok Ben yaitu Bocil Sugeng Brewok dan Jabar, untuk mencari tahu kelemahan mereka berempat. Karna mereka berempat sangat susah untuk di ringkus seperti belut yang berada di sawah. Akan tetapi bila kalian berdua mengetahui kelemahan dari mereka berempat dan dua dari mereka terpisah akan sangat mudah untuk kita meringkus dua dari mereka berempat.' Tutur Harsya sembari tersenyum.
"Segera kalian berdua bergerak dan ringkus kelemahan mereka dan masukan ke ruang bawah tahanan XFRES GROUP dengan di bantu oleh Maman Tomat dan Iwan kupluk beserta Gandi'' Jawab Harsya.
"Siap Tuan muda, Percaya kan pada kami tugas seperti ini'' kata Ken Liem dan Rex Ryu dengan bangga akan berhasil.
"Bener bener anak. Ismail Abdullah bener bener anda memiliki bakat dari Tuan Besar Abdullah dan Kiayi Sepuh.
Dengan begini saya Gandi Marjuki bersumpah akan setia dan mengikuti anda sampai mati. "Kata Gandi dengan lantang.
"Kami semua juga bersumpah akan tetap setia dan mengikuti anda sampai mati.!! Kata mereka yang hadir di sana serentak.
"Seketika ruangan yang ada di forum Pertemuan malam hari tepat nya di markas besar XFRES GROUP bergemuruh dengan suara sumpah setia dari mereka yang hadir di ruangan saat ini.
__ADS_1
"Harysa cukup puas dalam hati dan kembali berjalan menuju kursi pimpinan itu.
"Baiklah keputusan dan beberapa rencana telah kita putuskan bersama. Maka dengan ini forum pertemuan malam akan saya tutup.
*
*
*
"Sementara di kediaman Mansion Tuan muda Harsya malam itu setelah kepergian Harsya untuk acara pembahasan dan perencanaan dari Cok Ben. Tepatnya di ruangan keluarga sedang duduk dua lelaki paruh baya dengan obrolan yang sangat serius.
"Jaeludin malam itu saya dapat telepon dari putri saya Halimah dan memberi tahukan kepada saya bahwa anakmu ingin melamar putri saya yang bernama Halimah Ihsan permata. ! Kata Kiayi Sepuh
"Apakah Kiayi menerima Harsya bersanding dengan putri anda.' Tanya Jaeludin.
"Jaeludin keputusan masalah ini ada di tangan Halimah,' Akan tetapi saya juga sudah memberi tahukan kepada Anak saya bahwa siapa di belakang nya Harsya. ''Ucap Kiayi Sepuh dengan mata nya menerawang ke masa lalu tentang Ismail dan Zahra keponakan nya yang tidak mendapat kan restu dari sahabatnya. Abdullah.
"Saya mengerti maksud dari anda Kiayi Sepuh.! Ujar Jaeludin.
"Kiayi Sepuh mengangguk.!
"Biarkan mereka menjalani terlebih dahulu dan Harsya membereskan hal hal yang terjadi dalam interen perusahaan nya. Saya sebagai orang yang telah merawat nya kurang lebih 11 tahun lama nya ada sedikit rahasia yang sedang di sembunyikan oleh diri anak itu. " Kata Jaeludin sambil mengelus ngelus jenggot nya.
bersambung.
__ADS_1