
Satu Unit Mobil Pajero sports meluncur dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota menuju Arah Tol Cikupa Tangerang, di dalam mobil tampak wajah wajah serius terlihat dari beberapa orang yang sedang menatap kearah depan jalan.
Pemuda yang di sebut Tuan Muda sejak naik nya mobil hingga kini sudah satu jam lebih dalam perjalanan tidak henti hentinya mata nya ter pokus pada ponsel miliknya mengirim pesan chat singkat kepada seluruh anak buahnya untuk mengepung manusia iblis itu di Tol keluar Tangerang Merak.
"Untuk Paman Alex, Maman Tomat serta Iwan kupluk segera merapat di Pintu Tol keluar Tangerang Merak secara terpisah target buruan sedang dalam perjalanan menuju kota Cilegon," Pesan suara di kirimkan kepada grup Wasttap.
Tak butuh lama balasan dari grup pun sudah di terima oleh pemuda yang bernama Harsya.
"Ok.." Ok.." Ok.." Pesan yang di terima hanya dua kata masuk dalam aplikasi wasttap grup.
"Untuk Ucok dan Beni tetap terhubung bersama Ken dan Rex serta Fander memantau gerak gerik kedua istri dan anak tersangka, setelah mereka terpisah langsung tangkap dan sergap dengan di bantu nya beberapa anak buah dari Brigadir Anton Sideka.! Pesan suara terkirim dalam grup Wasttap dan di tujukan kepada mereka yang mendapatkan tugas pengintaian.
"Baik Tuan Muda perintah di laksanakan....! Balasan dari mereka bertiga sudah mendarat dan keterima serta masuk ke ponsel milik pemuda yang mengirim pesan suara tersebut.
*********************************************
Sementara di salah satu hotel berbintang di kota Cilegon tepat nya di jalan KH Beji Cilegon dua warga negara Singapura dan satu warga negara Inggris sedang memantau dari kejauhan ke sebuah hotel tersebut.
Ketika dua orang wanita keluar dari loby hotel itu dan berjalan menuju pintu gerbang keluar, lalu menuju halte yang tidak jauh dari posisi pintu keluar hotel itu langsung berhenti untuk menunggu kedatangan mobil taksi, yang akan membawa mereka berdua pergi.
Mereka bertiga melihat target dan buruan nya akan pergi meninggalkan hotel tersebut, lalu dengan buru buru dua warga negara Singapura itu pun langsung menjalan kan mobil nya dan mengikuti dua wanita yang sudah naik kedalam mobil taksi tersebut.
Sementara warga negara asing lainnya masih berada di tempat yang semula karna sedang memantau satu wanita setengah tua beserta anak nya yang kemungkinan masih berada dalam kamar hotel tersebut.
Setelah mengetahui bahwa dua warga negara Singapura itu membuntuti dua wanita yang baru keluar hotel, Fander warga negara Inggris pun segera memberitahukan kepada seluruh anak buah dan anak buah dari Anton Sideka yang sedang berjaga di setiap perapatan jalan untuk segera bergerak dan menangkap dua penumpang di mobil taksi itu yang di buntuti oleh Ken Liem dan Rex Ryu.
"Target sudah berjalan menggunakan mobil taksi dan di ikuti oleh Ken dan Rex. masuk masuk masuk." Kata Fander dalam sambungan interkom.
"Di terima...... " Di terima......... " Di terima...."
"Siap untu di kunci.......!
"Siap untuk di kunci......!
__ADS_1
"Balasan dari interkom tersebut terdengar oleh telinga Fander yang sedang memantau dua wanita lagi yang berada di hotel itu.
"Ayo kita bergerak......! Ajak Fander kepada anak buah nya, setelah menerima balasan melalui interkom.
"Siap Tuan." Serentak mereka menjawab.!
Fander dan beberapa anak buahnya kini berjalan menuju hotel dimana Windi bersama putrinya Anastasia masih berada di kamar hotel tersebut.
Tak lama kemudian Fander kini sudah berada di ruang administrasi berpura-pura untuk memesan kamar yang berada di samping kamar Windi dan Winda menginap dengan memakai uang pelicin. Dan akhir nya petugas itu mau memberi tahukan kamar yang di tempati oleh kedua Istri petinggi organisasi Genk Kobra Beracun.
Tidak segan segan Fander menyewa kamar hotel yang berada di dekat kamar calon buruannya itu dia bayar semua nya.
"Bagaimana Tuan apakah langsung di eksekusi? Tanya salah satu pengawal yang sudah berada di dekat kamar Windi.
Fander tidak langsung menjawab pertanyaan dari anak buah nya tersebut. Tetapi malah melamun memikirkan bagaimana keji nya seorang istri dari Dani Rustandi di hadapan nya membunuh mantan istri majikan nya itu Khabil Ardana. Apakah akan membunuhnya atau menyerahkan kepada pihak berwajib sesuai perintah dari Tuan Muda Harsya.
Hampir satu menit dia melakukan itu dan belum ada tanda tanda dia memberi perintah, ya atau tidak.
"Tuan Fander." Ucapnya takut takut.
Fander yang mendapat teguran dari anak buah nya tersebut. Jadi tersadar lalu berkata.
"Lakukan eksekusi sekarang dan kita akan membawa nya ke pintu Tol keluar Tangerang Merak kemungkinan Ken Liem dan Rex Ryu sudah berhasil menangkap Istri dan anaknya Gareng. Ingat buat mereka berdua jangan sampai melawan.
"Siap Tuan' Fander! Respon Anak buahnya.
"Tok........." Tok........." Tok..........". Pintu kamar hotel dimana Windi dan anak nya di ketuk oleh salah satu pengawal dengan tangannya sudah siap memegang pistol.
Pintu pun terbuka dan muncul sosok wanita paruh baya, dan langsung anak buah Fander melayangkan pistol tepat di kening nya seraya berkata keras.
"Jangan bergerak.!! Mohon kerjasama bila Nyonya masih sayang sama nyawa anda." Ucap nya seraya menodongkan pistol kearah kening wanita bernama Windi itu.
"Apa saya salah,? Dan anda semua siapa? Tanya Wanita itu ketakutan.
__ADS_1
"Saya dari pihak kepolisian mabes polri, menangkap Nyonya Windi akibat kasus pembunuhan yang dilakukan kepada saudara Tuan Khabil Ardana.! Ucap nya.
"Segera borgol tersangka ini.! Titah lelaki yang menodongkan senjata kearah kening wanita itu.
Sementara anak buah yang lainnya segera masuk untuk menangkap anak dari Dani Rustandi yang masih tertidur di kamarnya.
"Prok.........! Prok........! Prok........! Tepukan tangan dari arah kejauhan berjalan menghampiri wanita yang sudah di borgol oleh anak buahnya, lalu berkata.
"Apakah Nyonya Windi masih ingat kepada saya? Tanya Fander dengan senyuman sinis dia tunjukkan kepada wanita iblis itu.
"Cuih.............!
"Bedebah...........!
"Bajingan kau Fander...........! Sergah Windi dengan amarah yang meluap-luap.
"Plak...........!
"Plak............!
"Ada saat nya yang membela kebenaran akan menang.! Dan ada karma nya yang melakukan kejahatan akan mendapatkan balasan nya, dua tamparan itu saya berikan kepada anda untuk Tuan Khabil Ardana yang telah kau bunuh.! Geram Fander.
Sementara di dalam kamar hotel Anastasia saat itu langsung di bius oleh anak buah Fander karna berusaha sedikit berontak.!!
"Bawa wanita iblis itu dan anaknya langsung ke lokasi dimana Brigadir Anton Sideka bersama yang lainnya mencegat Ketua Genk Kobra Beracun." Perintah dari Fander kepada mereka.
"Siap. Tuan Fander.!!
"Mereka pun langsung menggiring Windi untuk menuju mobil yang terparkir di halaman hotel mewah tersebut, sedangkan Anastasia di panggul oleh salah satu pengawal yang berbadan tegap karna pingsan akibat di bius.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.
__ADS_1