TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Memburu Jimmy dan Ardi memburu radit


__ADS_3

Mansion milik Tuan Besar Abdullah di rancang salah satu arsitektur ternama di dunia dengan menghabiskan Dana hampir 10 miliar. Mansion ini memiliki halaman pribadi, kolam renang, tempat api unggun, dan area bar yang lengkap. Pemilik rumah dan tamu mereka dapat menikmati ketenangan dan privasi seperti sedang berada di resort mewah.


Waktu itu pukul dua siang hari seorang wanita paruh baya begitu anggun berjalan menuju ruangan keluarga dengan tertawa cekikikan setelah menyelesaikan telepon bersama Cucu kesayangan nya itu.


"Sayang kenapa ketawa cekikikan kaya suara kuntilanak.! Ledek suaminya.


Seketika istri nya cemberut saat suami nya bertanya di samakan suara nya seperti kuntilanak.


"Huh........! Kakek sama Cucu sama aja. Suka nya meledek.! Ucap Istri Abdullah dengan wajah cemberut.


"Maap........! Maap........! Ucap Abdullah dengan wajah di buat ketakutan dan sedih.


"Suamiku itu muka tidak usah di buat buat? Tanya Aisyah.


"Hehehehe.! Abdullah hanya terkekeh Istri nya mengetahui wajah nya di buat buat.


Alex telepon Cucuku saat ini." Titah Nyonya Besar.


"Baik' Nyonya Besar.


"Tut..........!


"Tut..........!


"Tut..........!


"Halo Tuan Muda. Ada perintah apakah kepada saya? Tanya Alex langsung ke inti nya. Karna di suruh menelepon.


"Paman Alex. Perintahkan kepada Bu Jubaedah untuk segera menjemput istri dan anak anak nya Radit bawa ke Mansion Kakek, ingat istri berikut anak nya untuk di sita ponselnya agar dia tidak menelepon kesana kemari.! Titah Tuan Muda yang menjawab telepon.


"Tuan Muda setelah Bu Jubaedah membawa istri dan anak nya bagaimana dengan Radit sendiri? Tanya Alex langsung dalam mode loud speaker agar yang ada di ruangan keluarga mendengar kan nya.

__ADS_1


Radit biarkan dia kembali ke rumah dan siapkan beberapa pengawal bayangan. Ketika Dion dan para preman bergerak biarkan saja satu kali dua kali merasakan penyiksaan oleh Dion dan anak buah nya itu setelah itu langsung membantu dan bantai jangan sampai tersisa anak buah Dion berikut Dion nya sendiri. " Kata Harsya geram. Lalu dia melanjutkan lagi dan bertanya dengan nada mengerikan.


Apakah kau mengerti Paman Alex? Tanya Tuan Muda.


"Saya mengerti Tuan Muda saat ini juga Jubaedah akan segera berangkat. Jawab Asisten Tuan Besar.


"Bagus lah kalau mengerti. Silakan Paman sibuk di sana. Saya disini sedang sibuk memburu kaki tangan Dani Rustandi yaitu Jimmy yang berada di kawasan puncak. di vila milik majikan nya. " Kata Harsya dengan nada serius.


"Ba.. Bai... Baik Tuan Muda anda berhati hati lah karna Jimmy orang nya licin dan dia jago berkelahi." Kata Alex terbata bata bila nada bicara Tuan Muda serius sangat mengerikan.


"Ok." Terima Kasih Paman Alex. " Jawab Harsya seraya menutup panggilan telepon tersebut.


Setelah selesai dengan panggilan telepon. Alex pun menatap Jubaedah. Tidak lama Jubaedah pun mengangguk tanda mengiyakan tatapan dari Asisten Tuan Besar Abdullah.


# - # - # - # - #


Iring iringan mobil mewah melaju dari arah Jakarta Selatan membelah jalanan puncak Bogor. setelah iringan mobil mewah keluar dari tol Jagorawi beberapa mobil polisi dan dua motor polisi pun membuka jalur untuk mengawal mobil mewah tersebut menuju kawasan Puncak.


Seorang Pria muda berusia 25 tahun itu keluar dari Salah satu lima mobil mewah itu dan langsung berjalan kearah kios kopi yang sedang berjualan di pinggir Rest Area tersebut.


"Pak kopi hitam satu. Pesan salah satu lelaki muda yang mempunyai mata bening dan rambut mirip Andy Lau.


"Siap Tuan' Muda.! Jawab pedagang itu.


Tidak lama kemudian pesanan kopi pun tiba di hadapan pemuda yang di sebut Tuan muda oleh pedagang kaki lima itu.


Kriiiiing......... Kriiiiing......... Kriiiiing.........


Disaat pemuda itu mau menyeruput kopi yang sudah di pesan gangguan tehnik Pun seketika muncul ponsel nya Berdering. Dengan nada malas karna lidah sudah pelu kepada kopi tersebut. Akhirnya telepon pun di angkat dan di teken tombol jawab nya.


"Kak Gandi dimana kau saat ini? Tanya suara lelaki yang paling di hormati dan di takuti oleh nya.

__ADS_1


"Tu.. Tua... Tuan Muda.....! Saya berada di Rest Area Gunung Mas.'' Kata Gandi tergugup karna tidak melihat terlebih dahulu siapa yang menelpon nya.


Sekarang kau segera kesini dengan yang lainnya saya sama Galang sudah berada di lokasi villa milik Dani Rustandi dan terlihat Jimmy bersama beberapa pengawal nya.'' Titah Tuan Muda.


"Baik Tuan Muda.'' Balas Gandi seraya menutup telepon nya.


*


*


*


Saat Ini Brigadir Anton Sideka sedang berada Bukit besar, Jl. Srijaya Negara, Bukit Lama, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Tepat nya di markas Besar SATBRIMOB POLDA Sumatra Selatan. Bersama beberapa jajaran tinggi kepolisian.


Brigadir Anton Sideka telah menjelaskan beberapa hari yang lalu melalui sambungan telepon nya untuk memantau pergerakan Genk Kobra Beracun yang ada di Kawasan Simpang Macan Lindungan, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.


Menurut saksi yang tidak diragukan lagi kebenaran nya bahwa Anggota Genk Kobra Beracun telah membantai orang orang perusahaan GELORA BUANA GRUP dan menahan salah satu Direktur Rony Gunawan dan disekap di markas pusat Organisasi yang dikenal sebagai sarang preman. Pasalnya, kasus pemalakan dan pembunuh sudah biasa di lakukan oleh Genk Kobra Beracun dan sampai saat ini tidak ada yang berani untuk menghentikan kekejaman Organisasi tersebut.


Maka saya Brigadir Anton Sideka meminta jajaran kepolisian yang ada di dalam Forum ini untuk segera memberi perintah kepada bawahan untuk menangkap. Pemalakan di kawasan Simpang Macan Lindungan telah terjadi beberapa kali. Tak hanya memalak, para preman ini juga tak segan-segan merusak kendaraan korbannya yang sedang melintas. Bahkan, mereka juga tak sukar untuk melukai korbannya dengan senjata tajam. Ucap Anton Sideka dalam rapat Forum pertemuan dengan kepala


Ijin menjawab Brigadir Tuan Anton Sideka? Ucap salah satu Kapolres di kota itu.


"Silahkan AKBP Budi. " Jawab Anton Sideka.


Simpang Macan Lindungan Palembang: Sarang Preman yang Tak Segan Lukai Korban" dengan dukungan Genk Kobra Beracun yang sangat di takutkan. Seandai para preman dan Genk Kobra membahayakan petugas serta masyarakat. Apakah boleh langsung di tembak di tempat? Tanya AKBP Budi.


Ini berlaku buat jajaran polisi lain nya. Genk kobra atau para preman yang membahayakan akan langsung ditindak tegas, dengan di tembak ditempat oleh jajaran kepolisian. Apakah kalian mengerti? Lantang Anton Sideka memimpin rapat di kepolisian.


"Baik' Tuan Anton Sideka saat ini juga kita akan mulai bergerak.! Jawab semua anggota kepolisian.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2