TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Pertemuan antara ibu dan Anak


__ADS_3

Malam itu pukul 20:00 Suasana di Mansion mewah milik tuan muda Harsya dan para tamu pun sudah kembali pulang kepada rumah nya masing masing.


"Sementara Lestari memilih istrahat di kamar nya karna tubuh nya bener letih.


"Ayah, ini hari pertamaku Tampa Pigur dari mu yang selalu memberikan semangat, mendengar kan ceritaku dan pelukan hangat darimu Ayah.! Ucap Lestari sambil memeluk guling yang ada di sekitar tempat tidur nya.


"Lestari kembali menangis, Menangis dalam diam. Rasa nya seperti mimpi, kalau ayahnya pergi meninggalkan dirinya.Tak lama kemudian ketukan pintu kamar, Dan setelah itu ada seseorang yang masuk.


"Kak. Lestari ayo kita makan malam dulu," ternyata yang masuk Fatimah adik nya Halimah.


"Nanti saja, Kakak masih belum lapar" sahut Lestari sambil mengusap air mata nya.


"Kakak jangan seperti ini. Ingat kalau kakak terus terus seperti ini ayahmu di alam sana akan ikut bersedih, dan orang orang yang telah membunuh Kakek Khabil Ardana akan tertawa terbahak bahak, Kak Lestari harus bangkit rebut kembali perusahaan ayahmu dan buktikan kepada ayahmu yang ada di Alam sana agar dia bisa tenang" ucap Fatimah menasehati.


"Lestari pun akhirnya mau makan. Fatimah membantu Lestari bangun dan mengajaknya makan malam bersama yang lainya sudah menunggu di ruang makan.


"Lestari berjalan bersama Fatimah dia sejak tadi terus meratapi kesedihan nya. Dia bahkan hampir lupa pada Oma Elisabeth dan Tuan muda Harsya yang telah membantu nya. Dia melihat Harsya sedang duduk bersama Halimah dan yang lainnya.


"Maapkan Lestari Mami, Maapkan saya Tuan muda" ucapnya sambil membungkuk hormat.


"Elisabeth dan Harsya hanya mengangguk dan tersenyum lembut, kemudian lestari duduk seraya mengambil nasi untuk mengisi perutnya yang sejak tadi siang kosong. Dia menyuap kan makanan kedalam mulut nya sambil melihat semua orang yang di meja makan juga sedang menikmati menikmati makan nya tampa bersuara.


"Setelah makan, Dewi Hani, Indah serta Fatimah dan Halimah mengajak Lestari keatas untuk sekedar mengobrol dan menghibur Lestari, sedangkan Harsya, Cok Ben, Elisabeth Kakek Nenek dan paman Alex beserta yang lainya untuk pergi keruangan keluarga.


"Kini Harsya sudah berada di ruangan keluarga bersama yang lainnya untuk Sekedar mendengarkan informasi dari Cok Ben tentang tragedi dan bukit kaki gunung Patuha hanya beberapa kata yang di ucapkan nya karna rahasia yang sebenarnya setelah di beritahu melalui pesan singkat dari Tuan muda kepada Ucok untuk tidak membeberkan rahasia penting nya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Disaat obrolan hangat bersama mereka semua tiba tiba telepon pun Berdering di ponsel milik Tuan muda Harsya.


"Harsya' pan buru buru mengambil nya dan melihat layar ponsel nya.


"Halo.......! Dirga" kata Harsya menjawab telepon masuk nya.


"Tuan muda" Galang dan Clarissa sudah siuman dan boleh di bawa pulang saat ini juga untuk beristirahat di rumah'' kata Dirga memberi kabar kepada Tuan muda.


"Baiklah saat ini juga saya akan menyiapkan pengawalan kepada Kalian takut nya terjadi kenapa kenapa tunggu lah di situ sebelum Gandi dan ketua Macan Putih sampai'' kata Harsya dalam sambungan telepon nya.


"Baik' Tuan muda..!


"Harsya pun menutup panggilan teleponnya dan segera memerintahkan kepada para bawahannya.


"Kak....! Gandi dan kang Ujang Suparman siapkan pengawalan bersama 10 macan Putih untuk menjemput kedua putra putri Oma Elisabeth yang berada di Rumah sakit Harapan Bunda Jakarta timur, takut nya ada pihak-pihak musuh yang masih memburu mereka'' perintah dari Tuan muda kepada Ujang Suparman dan Gandi.


"Harsya mengangguk.!


"Mereka pun melangkah pergi bersama 10 macan putih terlatih.


"Cucuku kami berdua sangat bangga kepada dirimu dari sikap ketegasan dalam memimpin kelembutan dalam berteman keganasan dalam membasmi musuh mu satu keberuntungan bagi kami berdua memiliki penerus seperti kau Harsya," kata Kakek Abdullah.


"Terima kasih kek, Terima kasih nek, semoga saya tidak tenggelam dalam pujian dari kakek dan nenek. Karena pujian itu adalah racun yang dapat membutakan akal dan membuat orang merasa bangga dan cepat puas" kata Harsya sambil membungkuk hormat kepada nenek dan kakek.


"Tuan muda setelah tadi mendengar kabar dari Ucok dan Beni langkah selanjut nya untuk melindungi Syamsul kedepannya bagaimana" Tanya Alex karena dari tadi pemikiran mengarah kepada pemuda yang sedang duduk di samping Cok Ben yang hanya diam tidak bersuara.

__ADS_1


"Harsya melirik kearah Pemuda yang usia nya di atas dirinya lalu menarik napas dalam dalam dan menghentak kan keluar dengan keras seraya berkata.


"Syamsul untuk sementara tinggal di Mansion ini bersama keluarga nya dan adik adik nya.! Untuk urusan sekolah adik adik nya biar nanti Riyan yang mengurus bersama Fatimah dalam satu kelas dan satu ruangan kelas jadi ada yang menjaga nya dan mengajarkan cara hidup di kota metropolitan.! Kata Harsya panjang lebar.


"Syamsul pun bersama kedua orang tua nya serta adik adik nya membungkuk hormat dan menjawab.


"Terima kasih banyak tuan muda'' kata mereka bersamaan.


"Paman Alex cukup puas dengan jawaban dari Tuan muda dengan ini keyakinan nya terhadap tuan muda tidak di ragukan lagi, sipat kebaikan kerendahan dan tidak melupakan balas Budi seseorang yang ikut membantu nya tertanam dalam diri Tuan muda Harsya saat ini.


"Tidak lama kemudian suara deru mobil pun terdengar dalam ruangan keluarga pertanda rombongan mobil yang membawa kedua putra putri Elisabeth pun tiba.


"Oma Elisabeth, segera sambut lah kedua putra putri mu yang sudah datang" Titah tuan muda Harsya.


"Elisabeth pun mengangguk dan memeluk pemuda tampan yang sudah menolongnya untuk kedua kali nya yang pertama dahulu ayahnya yang menolong sekarang anak nya yang menolong..!


"Mami........!! teriakan dari lestari yang di ikuti oleh tiga sahabat nya dan dua gadis berkerudung hitam pun menghampiri Elisabeth untuk ikut menyambut kepulangan saudara tirinya.


"Mereka yang berada di ruangan keluarga pun beranjak dan pergi ke pintu keluar untuk menyambut kedua putra putri Elisabeth.


"Lestari dan Elisabeth di papah oleh Halimah dan Fatimah berjalan kearah pintu keluar dan sudah berdiri di teras Mansion mewah.


"Beberapa mobil mewah pun berjejeran di halaman Mansion dengan berbagai merek dan tipe dan ketika tiga mobil berhenti tepat di mobil Lamborghini Aventador, pintu mobil pun terbuka serta turun satu gadis cantik sekitaran usia 20 tahun di ikuti oleh lelaki tampan yang berusia 25 tahun menghampiri wanita paruh baya dengan mata yang mengalir deras dari kelopak mata nya.


"Elisabeth pun melangkah lebih dekat kepada kedua anak nya yang sama sama melangkah, kerinduan yang selama ini dia rasakan tumpah dalam balutan air mata pertemuan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2