
"Kriiiiing'' .........!
"Kriiiiing'' .........!
"Kriiiiing'' .........!
"Tuan...! Besar Jhonny melapor di markas besar Genk Kobra ada Nyonya Winda dan Windi" lapor Jhonny dalam sambungan telepon nya....!
"Jhonny biarkan saja karna mereka berdua mau melampiaskan dendam nya hari ini" jawab seseorang di sebrang sana yaitu tuan besar Dani Rustandi.
"Baik' Tuan saya mengerti " sahut Jhonny
"Jhonny sebaiknya kau berjaga di markas besar dengan kekasih mu"Kata tuan Besar kepada Jhonny di sebrang telepon.
"Mohon maap Tuan Besar" Posisi saya bersama citra berada di kota Cipanas lagi memantau apakah keluarga nya penghianat yang membawa tahanan kedua anak dari Elisabeth dan putri dari Tuan Besar".! Kata Jhony dalam sambungan telepon nya.
"Jhonny saat ini juga kau kembali ke Markas Besar bersama kekasih kau dan beberapa anggota Genk Kobra yang tidak ikut dalam penyergapan ini, takut nya di saat seluruh anggota Genk Kobra beracun cabang Jakarta, Jawa barat dan Banten sedang memburu orang orang GELORA BUANA GRUP dan menyelamatkan Putri saya dan membawa kedua anak Elisabeth, terjadi kenapa kenapa dengan istriku dan adik nya' Titah Tuan Besar memberi perintah kepada Ketua Genk Kobra cabang bogor.!
"Siap Tuan Besar'' kata Jhonny sembari menutup panggilan telepon nya.
"Sayang ayo kita tinggalkan kota ini kita kembali lagi ke markas besar Genk kobra" ajak kekasih nya kepada Citra.
"Ok.! Sayang....! Ayo" jawab nya seraya berdiri dan melangkah pergi menuju mobil.
"Kalian semua ayo kita kembali ke markas Besar Genk Kobra beracun" titah Jhonny kepada para pengawal nya.
"Siap" ketua" jawab mereka serentak.
"Mobil Mewah Honda City sport pun meluncur dari Arah kota Cipanas membelah jalanan kawasan puncak menuju kota Besar Jakarta pusat dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
**
Sementara di markas besar Genk Kobra Beracun dua orang wanita yang mempunyai kedudukan tinggi di Organisasi tersebut karna suaminya yaitu dua wanita yang tidak lagi muda tapi masih terlihat cantik dan modis di usia nya yaitu Windi dan Winda kedua wanita itu adalah istri dari Tuan Besar Dani san ketua Genk Kobra beracun.
"Ketika penutup kain warna hitam di buka oleh pengawal yang berada di ruangan bawah tanah markas Besar Genk kobra.
"Win....! Windi Apakah kau Windi istrinya Dani Rustandi.! Tanya Tuan Khabil Ardana tergagap dan sedikit tidak mengenali karna baru melihat cahaya terang.
"Kini setelah terbiasa dengan keaadaan mata yang terlihat" Tuan Khabil Ardana pun melihat jelas bahwa melihat dua orang wanita di bawah usia Khabil Ardana sedang duduk ongkang-ongkang di atas kursi yang di sediakan oleh para pengawalnya.
"Kau memang bener Windi Istrinya dari Asisten saya Dani Rustandi cepat lepaskan ikatan ini dan anter saya Mansion" pinta dari Khabil Ardana majikan dari suaminya.
"Hahahaha" Windi tertawa lepas Terbahak-bahak setelah mendengar permintaan dari Khabil Ardana, minta di lepaskan dan di antar ke Mansion nya.
"Windi....! kenapa kau teriak" bentak Khabil.....!
"Dengan senyuman sinis Windi pun berkata kepada Khabil..! Mendekat lah kemari Khabil Ardana yang terhormat, kau memang dekat dengan suamiku tapi kau tidak dekat dengan saya istrinya dan adikku istri dari Gareng Ketua Genk Kobra Beracun, Apakah kau masih ingat hah...! Pembantaian satu keluarga di kota Sumedang tepat nya di Dusun Cilopang Sumedang hah.....! Bentak Windi dengan emosi yang memuncak mata memerah saat ini.
"Khabil Ardana mendekat lah kemari" kata Windi dengan senyuman sinis nya.
"Kau Anak nya si Karto? ya aku ingat sekarang.! Terus sekarang mau mu apa? Kata Khabil Ardana seraya mendekat dengan badan bergetar.
"Apakah kau lupa depan mata mu kedua orang tua ku meminta ampunan dan permohonan maap kepada ayahmu" dan ayahmu berkata dengan sombong nya dan angkuh nya" bila anakku Khabil Ardana atau Abdullah rojak mau memaafkan nya.! Mungkin nyawa nya bisa di Maapkan" kau dengan lancang sambil Teriak bunuh saja Ayah keluarga sampah ini.....! sedangkan kakak' tiri mu hanya diam membisu....! Kata Lestari dengan emosi yang di tahan dan senyum dingin menghiasi wajahnya.
"Windi....." Ampun aku Windi? Bagai pun itu masa lalu dan bukan saya yang membunuhnya,.! Tolong maap kan aku Winda? Kata Khabil Ardana mulai ketakutan.
"Maap? hahahaha" Masa lalu? hahahaha' bukan kamu yang bunuh" Cuih....! Bajingan kau.! Waktu boleh Saja berlalu Khabil Ardana, Tapi Hutang nyawa tetap harus di bayar nyawa, Aku Telang menunggu saat ini lebih dari 30 tahun lama nya. Apakah setelah sampai waktu nya tiba, Aku mau memaafkan begitu saja? kau jangan mimpi di siang bolong hah" bentak Windi.
"Melihat Windi dan adik nya mengeluarkan sebuah pistol dari arah belakang pinggang nya masing masing membuat Khabil Ardana ketakutan, dia kini berlutut sambil berkata dengan nada ketakutannya.
__ADS_1
"Ampuni aku Windi, Aku mengaku salah, Ampuni aku saat ini, Aku adalah majikan suami mu, Ayahku lah yang membunuh kedua orang tua mu" Kata Khabil sambil berlutut meminta pengampunan.
"Manis sekali mulutmu" Kata Windi
"Kak...."Windi bunuh saja cepat manusia iblis ini? setelah itu tinggal Abdullah " Kata adiknya yang di samping Windi.
"Ampun , Ampuni aku Windi" apa yang kau minta akan saya kabulkan Windi" kata Khabil Ardana semakin ketakutan.
"Waktu itu ayahku mati tepat di jantung nya yang di tembak oleh ayahmu" kata Windi sambil pistol nya di arahkan kepada jantung Khabil Ardana.
"Tolong...! Jangan...! Jangan bunuh aku.." Ampuni aku Windi Tolong!..!
"Tidak perlu banyak berkata kata yang tidak perlu.! Tidak perlu drama dengan wajah memelas, agar saya iba dan kasihan kepadamu, Hari ini detik ini aku akan menuntut balas dendam yang sudah aku tunggu 30 tahun lamanya.
"Di jantung.....!
"Ayahku.....! Mati.....!
"Dor.......! "Dor.......! "
"Tepat di jantung nya KHABIL ARDANA
"Dor.....! "Dor....!
"Brugh......! Terdengar suara tubuh jatuh kelantai dengan darah berceceran di Markas Besar Genk Kobra Beracun, para pengawal yang mendengar dari luar pun mulai berlari mendekati suara tembakan yang terdengar suara dari dalam ruangan bawah tanah.
"Para pengawal pun setelah sampai dan semua kaget melihat seorang lelaki paruh baya tergeletak tidak bernyawa dengan darah mengalir dari tubuh nya tepatnya di dada nya, dan darah pun menggenangi lantai ruangan bawah tanah membuat suasana bener bener menakutkan.
"Kalian bersihkan lantai ini.! Angkat mayat ini gantung dalam ruangan tahanan biarkan dia membusuk mayatnya" kata Windi menatap kearah para pengawalnya.
__ADS_1
"Baik' Nyonya Besar"Kata para pengawal secara bersamaan.
Bersambung.