
Diam Nya Elisabeth Ardana
"Biasanya pagi sekali saya membantu Umi menjajakan dagangannya ke kampung kampung berdua dengan umi, Pukul 07.00 saya sudah standby dengan motor yang di beri nama Dukun. Hal itu saya lakukan tiap hari untuk membantu ekonomi umi dan abah di kampung halaman ku, suasana di kampung Abah dan Umi membuat saya sangat menikmati indahnya suasana pagi di rumah waktu itu.
Pergi berolahraga di sekitar rumah menambah segarnya badan. Saya pun melihat lalu lalang orang hendak pergi bekerja atau pun pergi ke sawah di pagi hari itu.
Suasana pagi memang indah. Saya pergi berjalan bersama umi yang telah merawat ku selama 10 tahun lebih menawarkan gorengan kepada rumah rumah sambil menikmatinya, dan mendengar kicauan burung bernyanyi, dan segarnya embun pagi. Pohon-pohon di sekitarku seperti bicara kepadaku. "selamat pagi pemuda tampan pewaris tunggal.
Ketika mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, dunia serasa lebih terang. Seterang hati manusia yang senantiasa bersyukur.
Bersyukur dari apa yang sudah dimilikinya. Bersyukur dari berbagai nikmat hidup. Terutama nikmat sehat yang sangat mahal harganya. Lebih mahal dari harta dunia manapun. Apalah artinya kaya harta, tetapi badan sakit-sakitan. Lebih nikmat lagi, kaya harta dan tubuh pun sehat. Tentu semua orang ingin seperti itu.
Selesai menikmati indahnya suasana pagi dengan berjalan kaki bersama Umi sambil menenteng baki tempat gorengan kami berdua pun pulang ke rumah dengan rasa bersyukur, karna tiap pagi dagangan Umi selalu tidak ada yang tersisa.
"Sementara sekarang berbeda dengan di kampung Umi dan Abah, Harsya Sekarang tinggal di Kota besar hanya dengan satu misi menguak dan membalas dendam ayah dan ibu nya serta mempersatukan perusahaan mereka berdua.
Indahnya suasana pagi di rumah yang baru satu malam ia tempati,membuat saya bersyukur telah memilki tempat tinggal yang nyaman, walaupun rumah tersebut bukan hasil jerih payah nya, Bisa mendegar ayam berkokok di pagi hari, dan kicauan burung yang saling sahut menyahut membuatku ingin menikmati lebih lama suasana pagi.
,Pelayan rumah tiba-tiba menghampiri ku seraya berkata, "Tuan muda apakah mau saya buatkan kopi hanya sekedar menemani pagi hari ini.
"Terima kasih," Mbak buat kan saya kopi hitam gula nya sedikit," jawab tuan muda itu lalu berjalan menuju arah keluar untuk sekedar menikmati udara di pagi hari ini.
"Pandangan mata saya melihat kesana kesini menyapu seluruh ruangan rumah mewah ini, sungguh takjub dan kagum dengan desain dan dekorasi rumah yang baru di tempati oleh Tuan muda Harsya itu.
"Di lain Tempat daerah Tanjung Priok Jakarta Utara tepat nya di Rumah yang bertingkat dan terlihat mewah di antara rumah rumah lainya.
"Seorang kepala keluarga sedang menikmati sarapan pagi nya bersama istri dan anak nya, sesekali lelaki paruh baya itu tersenyum sumringah di sela sarapannya.
"Ayah," dari tadi kok aku perhatikan senyum senyum sendiri," anak nya bertanya di sela kunyahan makannya.
"Hus......! kalau makan tidak boleh banyak bicara lanjutkan makannya," sergah lelaki itu menatap anaknya.
__ADS_1
"Gadis itu pun diam dan mendengus kan napas nya, sedang kan istri hanya bergeming Tampa berkata.
"Disaat Asiknya sarapan di pagi hari di keluarga pasangan paruh baya beserta anaknya, tiba tiba telepon rumah nya Berdering,"
"Kriiiiing.......!
"Kriiiiing........!
"Bibi......! tolong angkat teleponnya," teriak Istri lelaki tersebut...! memerintahkan pembantu rumah nya yang biasa di panggil dengan sebutan bibi itu.
'Baik nya," Nyonya," sahut pelayan tersebut sambil berjalan kearah telepon rumah tersebut.
"Halo, dengan siapa ini," kata pelayan yang menjawab telepon rumah nya itu.
"Bibi saya Bimo ada perlu sama Tuan Rony bisa di panggil kan," jawab penelpon dari sebrang sana yang tahu Asisten majikan nya.
"Tuan Bimo Tuan Besar lagi makan," apa tidak sebaiknya setengah jam lagi telepon," Kata pelayan itu, karna aturan di rumah majikan nya kalau sedang makan tidak boleh di ganggu.
"Setelah telepon rumah nya berakhir dan melihat majikannya pun sudah selesai dengan sarapan pagi nya...!
"Pelayan tersebut menghampiri mereka dan berkata kepada Tuan Besar, majikannya
"Tuan," barusan yang menelepon," adalah Tuan Bimo," Asisten anda," ucap, pelayan tersebut dengan membungkuk hormat.
"Terima kasih, nanti saya akan menelepon balik," jawab nya dingin Tampa memandang kearah pelayan tersebut dan hanya mengibaskan tangannya supaya kembali ketempat nya.
"Baik', Tuan" seraya berbalik badan dan melangkah menuju dapur.
"Sementara di sebuah yang jauh dari hunian para penduduk tepat nya di tengah tengah bukit berdiri nya sebuah rumah layak nya sebuah gudang yang konon kata nya dahulu kala tempat peninggalan zaman penjajah," gudang itu tampak terlihat usang kalau dari luar orang memandang nya, tetapi bila sudah masuk kedalam nya orang orang tidak akan menyangka nya dengan yang ada dalam gudang itu," tepat nya sebuah kantor yang sangat rapi dan dekorasi yang sangat mewah,,
"Kebetulan gudang itu" milik salah satu temannya Bimo, hingga ia bisa meminta ijin untuk menempati beberapa hari.
__ADS_1
"Brughhhh.! para pengawal menurunkan tubuh tiga manusia dengan sangat kasar, di sebuah kursi, ia mengikat nya dengan kuat dan tetap menutup matanya.
"Hay," siapa kalian berani nya kau mengikatku," sergah Galang yang sudah sadar dalam pingsannya akibat di bius nya di Vila mewah milik Asisten ayahnya.
"Diam, banyak bacot," Nggak bisa diam apa kamu?" mau, adik mu dan kekasih mu gue bunuh sekarang juga, Apalagi muka kekasih mu dan adik mu cantik sebelum saya bunuh akan saya cicipi dulu sama teman teman saya, Tukas penculik itu sambil tertawa-tawa terbahak di ikuti oleh mereka yang ada di sana.
"Galang dan kedua wanita yang di sekap nya sontak menggigil ketakutan mendengar ancaman dari mereka yang menculiknya.
"Mereka meninggalkan Galang dan kedua wanita itu, dengan mata tertutup, serta mulut dan tangan terikat, lalu mereka pun pergi ke luar untuk berjaga jaga,
"Samar samar terdengar, seorang lelaki sedang menelepon terdengar nama Rony dan berdiskusi tentang perusahaan milik Nyonya Elisabeth, Bimo dan Rony Ingin memanfaatkan, anak dari Elisabeth untuk menandatangani surat pengalihan perusahaan milik Elisabeth.
"Bajingan kau," Rony dalang semua ini adalah dirimu, dasar kau penghianat bangsat," geram Galang dalam hatinya.
"Sedangkan Anastasia hanya ketakutan bahwa rencana nya jadi kacau dan kenapa orang orang kantor GELORA BUANA GRUP yang menyekap nya, apakah ayahnya mengetahui atau kah ini suruhan pamannya ,
"Tenang jangan gegabah," ucap Anastasia dalam hati nya.
"Berjam jam mereka menyekap ketiga manusia itu," mereka membiarkan ketiga orang itu dalam keadaan haus dan lapar, mereka menunggu kedatangan tuan Besar Rony yang akan meluncur siang ini ke gudang ini.
****
"Mami, kenapa sama sekali tidak tidur dari semalam dan tak bersuara,? tanya Lestari yang los saja air mata mengalir dari kelopak mata nya di pagi hari ini.
"Mami tak bergeming," hanya diam dan memegang ponsel nya, dengan kuat, sekali
"Tiba......! Tiba......!
bersambung.
"Kalau sudah baca wajib like karna like itu gratis.
__ADS_1