
"Kriiiiing .......!
"Kriiiiing ........!
"Kriiiiing .........!
"Suara dering telepon memekakkan telinga di pagi hari di Mansion mewah yang memilik perusahaan KOBRA COMPANY GRUP sekaligus ketua Genk Kobra Beracun.
Lelaki setengah baya sekitar usia 43 tahun dengan badan atletis wajah datar dan kulit sawo matang dengan tangan ber tato ular' kobra itu pun menghampiri suara telepon nya.....!
hmmmmm siapa nie pagi pagi sudah telepon dan nomor nya sangat asing gumam Gareng dalam hati nya.
"Halo.....! dengan siapa ini" tanya lelaki menjawab sambungan telepon nya itu....!
"Ketua saya Ucok sedang berada di kota kecil pesisir pantai selatan Sindang Barang" kata seorang dari sebrang telepon.
"Kaget pun seketika terhentak mata nya membulat setelah mendengar suara dari sambungan telepon adalah Ucok yang dia cari oleh seluruh anggota Genk Kobra beracun.....!
"Apakah bener kau Ucok dengan kata kata yang cepat" tanya Ketua tapi dalam hati berkata iya bahwa suara nya terdengar memang jelas dia Ucok....!
"Alamak.....! saya bener bener Ucok masa ketua sudah lupa" kata Ucok dengan ciri khas nya meyakinkan Ketua Genk Kobra beracun....!
"Ucok......! sekarang juga kau dimana sekarang cepat katakan, saya sendiri dengan khusus akan menjemput dengan puluhan ribu Anggota Genk Kobra" tanya ketua Gareng antusias karena yang di cari dengan sendiri nya menelepon nya.
"Terima kasih banyak ketua sebelum nya" untuk saat ini saya tidak bisa kembali kepada organisasi Genk Kobra Beracun sebelum nama saya bersih di hadapan ke empat sahabat saya dan tiga orang yang telah mempitnah saya" kata Ucok menolak penjemputan dari ketua Genk Kobra Beracun.
"Ucok saya sama Tuan Besar sudah mengetahui semua nya malahan keempat sahabatmu itu menyesal sedang kan Citra, Jimmy dan Jhonny sekarang di kasih waktu seminggu untuk mencari mu seandainya mereka tidak membawa kalian berdua entah apa hukuman yang diberikan oleh Tuan Besar Dani Rustandi" Gareng menjelaskan semua nya.
"Hmmmmm" Ketua saat ini saya sedang berada di pesisir pantai selatan Sindang barang dan memberikan informasi kepada ketua dan Tuan Besar Dani bahwa orang yang telah membawa tahanan dan membantai seluruh penjaga Markas Besar Genk Kobra beracun adalah orang orang GELORA BUANA GRUP yang di pimpin langsung oleh Bimo atas perintah dari Direktur Rony Gunawan.
__ADS_1
"Apa................! apakah kau tidak sedang bercanda Ucok.......! teriak Gareng dalam sambungan telepon nya.
"Ketua saya akan memberikan bukti bukti berikut Poto Poto dan video serta Poto Mega, Clarissa dan Anastasia di culik justru saat ini Saya sedang berada di pesisir pantai selatan Sindang barang untuk memantau keberangkatan orang orang GELORA BUANA GRUP pagi hari bersama notaris perusahaan untuk mengakusisi perusahaan milik Elisabeth kepada Direktur Rony Gunawan" kata Ucok panjang lebar menjelaskan kepada ketua Genk kobra.
"Ketua setelah saya mengirim segera di kirim kepada anggota Genk Kobra lainnya dan segera bergerak untuk di bantai orang orang perusahaan GELORA BUANA GRUP berikut Direktur Rony Gunawan dan Bimo bila tidak gerak cepat putri dari Tuan Besar akan celaka, karna menurut impormasi yang saya dapat setelah mengakusisi perusahaan milik Elisabeth akan langsung memperkosa anak dari Tuan Dani untuk menjadi tameng Direktur Rony' kata Ucok memberi tahukan segera bertindak cepat kepada ketua tersebut.
"Baiklah Ucok segera akan saya perintahkan seluruh anggota genk kobra untuk segera menuju sesuai serlock yang di dapat oleh kau dan kita akan berpesta malam ini" kata ketua dengan tertawa terbahak bahak dalam sambungan teleponnya....!
"Siap ketua saya akan terus memantau di sini kalau ada informasi lebih lanjut akan segera saya impormasi kan secepatnya, silahkan ketua sibuk lah di sana untuk mempersiapkan segala sesuatunya" kata Ucok untuk segera mengakhiri teleponnya.
"Baiklah" balas ketua seraya mematikan teleponnya dan langsung mengirim kepada seluruh organisasi Genk Kobra yang ada di cabang cabang untuk segera bersiap siap.
**
"Sementara di tempat yang berbeda dan masih waktu yang sama rombongan mewah pun beriringan membelah jalanan di pagi hari menuju sebuah komplek perumahan elit dimana seorang pemuda tampan yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG tinggal saat ini.
Iring iringan mobil mewah itu pun berhenti tepat di sebuah Mansion mewah tepat di Kawasan pusat Jakarta, di halaman Mansion itu juga telah parkir beberapa mobil mewah dengan beberapa pengawal di bagian depan dan belakang berjaga jaga.
"Silahkan Tuan Besar" kata Iwan kupluk membungkuk hormat.
"Suhardi menjulurkan kakinya untuk keluar dari mobil Honda Civic sambil berkata terima kasih Iwan.
"Tuan Suhardi pun keluar dan melihat sekeliling Mansion mewah ini yang baru sebulan dia beli dan baru beberapa hari di tempati oleh Tuan muda Harsya.
"Disaat Suhardi mau melangkah dan berjalan untuk menemui Tuan muda Harsya dari arah samping kiri dan kanan mau pun depan orang orang berbaris dengan rapi sambil membungkuk hormat kepada Tuan Besar Suhardi.
"Selamat datang Tuan Besar Suhardi?"
"Tuan muda sudah menunggu anda bersama Nyonya Elisabeth dan yang lainnya" kata salah seorang pengawal yang berbaris.
__ADS_1
"Suhardi hanya mengangguk dan mempersilahkan kepada pengawal nya untuk membawa nya menghadap kepada Tuan muda Harsya.
"Suhardi segera mengikuti pengawal yang membawa nya untuk bertemu dengan tuan muda Harsya dengan di ikuti oleh Maman Tomat Iwan kupluk Billy dan Anita serta Ken Liem dan Rex Ryu.
"Sesampai nya di dalam Suhardi pun langsung memeluk anak Sahabatnya yaitu Tuan muda Harsya.
"Paman maap belum sempat menyambut mu karna baru beres mandi " kata Harsya dengan wajah menyesal....!
"Tidak apa apa Nak Harsya" seraya melepaskan pelukannya.
"Paman ayo kita keruangan tamu ada yang mau bertemu sama Paman" ajak Harsya
"Siapa.....! tanya paman Suhardi seraya berjalan melangkah kan kaki nya bersama pemuda yang bernama Harsya itu....!
"Nanti juga paman akan tahu" sahut Harsya sambil tersenyum dan di ikuti oleh pengawal paman Suhardi.
"Tidak selang beberapa langkah mereka berdua yang berjalan beriringan pun sampai di ruangan tamu Mansion mewah itu dan alangkah terkejut nya Suhardi menatap wanita paruh baya tersebut dengan badan bergetar lutut bergidik seolah olah kaki tidak bisa berjalan dan bibir pun berkata serak dan terbata bata.....!
"Ka...." Kau...." Apa...." Apakah kau Nyonya Elisabeth?" Tanya Suhardi seraya berjalan dengan lutut bergetar.....!
"Elisabeth pun beranjak dan menghampiri Suhardi yang bergetar lutut nya dan berjalan lambat karena rasa syok dan kaget nya kepada wanita paruh baya itu.
"Elisabeth dan Suhardi pun kini telah berhadapan air mata di antara mereka berdua pun mengalir dari kelopak mata nya rasa haru rasa rindu di antara mereka berdua setelah 10 tahun lebih tidak bertemu setelah Kematian Ismail Abdullah dan istrinya di makam orang tua Harsya...!
"Mereka berdua pun kini saling berpelukan melepas kerinduan yang selama ini menghilang tanpa mau untuk saling menanyakan kabar atas amanat dari Ismail Abdullah untuk tidak saling berkomunikasi baik sesama bisnis atau pun sesama keluarga.
Adegan ini membuat semua yang hadir tercengang dan hanya Harsya yang terlihat biasa saja.
bersambung.
__ADS_1
.