
Waktu itu di Markas Besar Macan Putih, saling bisik membisik di antara mereka yang tidak mengetahui rencana dan ide yang di jalani oleh pemuda pemilik perusahaan gabungan yang baru satu bulan lebih dia gabung kan menjadi satu nama ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.
Tuan Gandi, apakah pergerakan dari mantan mantan anggota Genk Kobra Beracun tidak berulah di kalangan masyarakat.? Tanya Ujang Suparman.
Gandi tidak langsung menjawab tapi dia hanya mengetuk ngetuk tangannya ke atas meja seraya sedang berpikir sesuatu.
"Kang Ujang Suparman, hiraukan mereka yang sudah di hapus dan di bumi hanguskan oleh kita dan penegak hukum, justru yang harus kita waspadai adalah pergerakan dari ketiga sahabat Dani Rustandi." Kata Gandi berdiri lalu dia berjalan mengililingi meja yang ada di ruangan itu.
"Kang Ujang Suparman, dan kalian semua, apakah tahu maksud dari Tuan Muda menarik kita kita agar keluar dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP. ?" Tanya Gandi.
Mereka semua yang hadir di ruangan menggeleng tidak ada yang tahu.!
"Apakah kalian tahu kenapa Cok Ben sekarang di suruh kembali kepada Orang Tua nya mereka berdua?
Mereka semua terdiam......
"Pasti jawabannya tidak tahu." Kata Gandi.
"Perlu kalian ketahui walaupun usia kita jauh lebih Tua dari Tuan Muda, pengalaman lebih dalam dari pemilik perusahaan terbesar se-Asia, tapi otak dan kecerdasan kita kalah oleh seorang pemuda yang tadinya berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN.
"Tuan Muda kita bisa membaca alur cerita musuh yang akan di hadapi olehnya, kenapa dia rela kalah waktu di bantai oleh para pengawal yang di tugas oleh Naga Saki Sempur untuk mengawal Ruli Siregar Rusady alias Gareng Ketua Genk Kobra Beracun.?
"Tuan Gandi Darma lanjutkan pembicaraan anda. Kami semua menunggu dan mendengarkan tentang kenapa dan sampai Tuan Muda bisa dengan ikhlas di bantai dan masuk sampai ke rumah sakit serta orang orang yang berjasa di tarik dari perusahaan nya." Ucap Fander penasaran.
Seminggu setelah kepulangan dari rumah sakit, Tuan Muda memanggil saya dan Tuan Alex bersama Cok Ben untuk berdiskusi secara rahasia dan tidak boleh ada yang tahu, seandainya orang orang yang ikut dan setia kepadanya bertanya maka silahkan Kak Gandi untuk memberi tahukan, Karna Cok Ben akan di suruh kembali ke kampung halaman nya sedangkan Tuan Alex khusus di perintahkan hanya menjaga Kakek dan Nenek nya.
#Plasinback#
__ADS_1
"Kak, Gandi, saya tunggu malam ini di Kafe Bintang di ruangan khusus." Pesan teks yang di kirim oleh Tuan Muda Harsya kepada Gandi, lalu di teruskan kepada Cok Ben, dan paman Alex.
"Siap, balasan dari mereka berempat masuk melalui aplikasi wasttap di ponsel Harsya.
Beberapa jam kemudian mereka berempat kini sudah berada di bangunan yang menjulang tinggi keatas, dan di salah satu ruangan khusus, mereka berempat sedang duduk dengan minuman yang sudah di sajikan oleh pelayan Kafe milik majikannya yang sedang mereka tunggu.
Tak lama setelah itu, pintu ruangan khusus terbuka, dan muncul satu sosok seorang pemuda berusia 21 tahun berjalan menghampiri mereka bertiga.
"Paman Alex, Kak, Gandi dan Cok Ben, maap saya terlambat." Ucap Harsya seraya duduk di kursi milik nya.
"Ahk......! Tidak apa apa Tuan muda, kami juga baru saja tiba." Ucap Alex dan senyuman oleh Cok Ben dan Gandi.
"Ada gerangan apakah sehingga Tuan Muda memanggil kami berempat?" Tanya Ucok di sela pemuda itu sudah duduk di kursi kebesaran nya itu.
"Sebentar Abang ku, saya sedang menunggu kopi yang sedang di buat oleh pelayan kafe." Jawab Harsya dengan senyuman manis.
Pelayan kafe yang di tunggu tunggu pun datang dengan membawakan secangkir kopi di atas nampan dan menyuguhkan kepada pemuda yang duduk di kursi pemimpin nya.
"Terima Kasih banyak Mbak, tidak apa apa, silahkan anda kembali bekerja." Jawab Harsya ramah.
"Siap, Tuan Muda." Ucap pelayan kafe lalu beranjak keluar dari ruangan khusus itu.
"Seruput............. Ahk............. Nikmat nya........ Ucapnya Harsya pelan.
"Kak, Gandi mungkin bertanya tanya dalam hati mengapa saya meminta untuk datang menemui saya, seorang diri tanpa memberi tahukan orang lain, dan Paman Alex serta Cok Ben juga, kenapa kalian bertiga di panggil kembali setelah kemarin kalian bertiga mengobrol dengan saya. Kata Harsya memulai obrolan malam itu.
"Silahkan Tuan Muda sampaikan kami berempat akan mendengar kan dengan senang hati." Ucap Tuan' Alex
__ADS_1
"Kalian berempat kemarin malam saya menerima kabar dari orang yang saya susupkan kepada salah satu dari mereka bertiga tujuan mereka mengucurkan dana kepada perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.
Mereka ingin menyelidiki tentang pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP dan membalas dendam kepada Dani Rustandi dan seluruh orang orang yang terlibat dalam Organisasi Genk Kobra Beracun, atas permintaan dari Nona Anastasia dan Sintia.
"Maka dengan ini saya perintahkan Cok Ben untuk segera kembali menuju kampung halaman, dan saya yakin anak buah dari mereka bertiga akan menemui kalian berdua dan menarik dalam jajaran perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.
"Tuan' Muda mohon maap saya menyela ucapan anda bila di ijinkan?" Tanya Cok.
"Silahkan Abang Ucok." Jawab Harsya dengan senyuman.
"Tuan muda bila seandainya insting anda tepat sasaran apa yang harus kami berdua lakukan.?" Tanya Ucok.
"Harsya tersenyum......... Abang Ucok, ikuti arus air dari mereka yang mengalir kearah tujuan nya. Ingat Abang jangan melawan arus bila sedang menjadi mata dan telinga saya." Harsya' mengingat kannya.
"Baik Tuan Muda, kami berdua mengerti." Ucap mereka berdua.
"Bagus........... Bagus...........! Untuk Paman Alex....... Siapkan beberapa awak media lainnya seperti FB Twitter Instagram YouTube dan siaran televisi langsung, kabarkan bahwa Paman beserta Kakek dan Nenek sudah pensiun dari persaingan bisnis dan ingin menghabiskan masa tua nya di kampung yang jauh hiruk pikuk perkotaan. Apakah Paman bersedia? Tanya Harsya dengan wajah dingin.
"Ikut apa yang di katakan oleh Tuan Muda." Jawab Alex yakin.
"Terima Kasih Paman Alex.......!
"Untuk Kak, Gandi, dan orang orang yang terlibat dalam pembantaian Dani Rustandi dan para anggota Genk Kobra Beracun, untuk tidak ikut dalam Internal perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY dan segera nyatakan kedalam publik bahwa kalian sudah keluar dari perusahaan milik ku." Ucap Harsya memanggil Gandi Darma.
Lelaki berusia 28 tahun itu tidak menjawab dan hanya diam membisu pikiran nya melayang, menerka ucapan dari seorang pemuda yang berbeda tujuh tahun dari nya, alur dan rencana yang penuh misteri.
"Tuan Muda sebelum nya saya meminta maap, bila di ijinkan bertanya.? Kata Gandi dengan menunduk hormat.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.