
"Alhamdulillah," beres Juga ucap Doyok lelaki yang jadi supir Tuan Besar Abdullah
"Doyok kamu duduk di belakang," bentak Alex
"Emang kenapa saya harus duduk di belakang," tanya Doyok supir itu.
"Bauuuuuuuuuuuuu," kekeh," Alex dengan tertawa terbahak-bahak di ikuti oleh pemuda itu sedangkan Halimah hanya tersenyum saja''.
"Doyok hanya garuk garuk kepala saja," emang menyadari keadaannya.
"Disaat mereka berempat mau masuk kedalam mobil," suara klakson dan sinar lampu menyorot kearah mereka," lalu menoleh kearah motor yang sudah mendekat dan buru buru lelaki itu menghampiri mereka berempat dengan wajah yang pias.
"Tuan," muda Tuan Alex serta Nona Halimah," gantian yaa saya ikut dalam mobil Doyok yang bawa motor tuan muda," kata pengawal itu dengan nada ketakutan.
"Emang kenapa Pa Basir," tanya Halimah keanehan dan penasaran melihat wajah pias dari pengawal itu.
"Ihk....." sambil badan nya bergidik ngeri dan berkata tadi kan setelah hujan tidak deras saya lalu mulai menjalan kan motor tidak jauh dari tempat dimna Tuan muda dan Nona Halimah berteduh ada seorang wanita yang sedang menangis di jembatan seberang sana," lalu saya menghampiri nya dan bertanya.
"Maap," kenapa malam malam begini anda menangis," tanya Basir
"Hihihihi Sambil menangis dan menjawab habis di usir suami nya," lirih dalam tangisannya.
"Lalu kalau boleh tahu terus sekarang ibu mau kemana," Tanya lelaki itu.
"Kalau boleh Asri minta tolong anterin kerumah orang tua nya," kata wanita yang memperkenalkan diri nama nya Asri.
"Bisa....."......!.....'' ayo naik, kata Basri
__ADS_1
"Wanita," itu pun berdiri dan mulai naik motor si dukun milik Tuan muda Harsya," lalu melesat dengan pelan karna jalan yang begitu licin.
"Di dalam perjalanan hanya diam tidak bersuara sepatah kata pun," dan tiba tiba tangan wanita itu pun memeluk pinggang Basir," karna cuaca yang dingin dan pikiran Basir pun mungkin kedinginan wanita itu yaa di biarkan saja di peluk oleh wanita cantik tersebut.
rejeki tidak boleh di tolak di saat sedang kedinginan obat kehangatan pun telah tiba di peluk oleh wanita cantik milik milik ucap Basir dalam hati sambil tersenyum.
"Tidak lama kemudian motor pun berhenti tepat di rumah yang begitu besar tapi gelap tidak berpenghuni," wanita itu pun turun dan menarik Basir untuk masuk kedalam rumah itu, Basir pun terhipnotis dan mengikuti wanita tersebut masuk kedalam rumah mewah dan di sambut oleh pasangan suami istri paruh baya, setelah di sambut oleh orang tua wanita itu Basir pun di bawa keruangan meja makan dan langsung di suruh makan bersama mereka semua, dengan keadaan kehujanan perut keroncongan mengakibatkan rasa lapar akhir nya Basir pun makan dengan lahap, baru saja beberapa sendok yang masuk kedalam mulut Basir, tiba tiba suara berbisik ketelinga saya, yang saya tahu itu Suara dari kiayi Sepuh," dan berkata
sir.... sir.... sir..... sir...... sir..... ingat ingat sir.... sir..... sir.... sir..... sir..... ingat Tuhan mu
"Sontak Basir pun terkejut dan terkaget lalu buru buru mengucap istighfar seketika rumah megah tersebut menjadi kuburan yang begitu banyak dan makanan-makanan berubah menjadi cacing cacing dan bangkai bangkai yang berbau busuk, lalu Basir pun berlari kearah motor dan di ikuti oleh suara kuntilanak hihihihi..... hihihihi..... hihihihi....
hihihihi.... hihihihi... begitu Nona Halimah Carita Nya sampai sampai saya kencing dalam celana," kata Basir yang masih ketakutan.
"Sontak Doyok pun membuka kan pintu mobil nya dan duduk di dalam mobil nya yang tidak mau gantian sama Basir," beda hal nya sama Tuan Alex yang memegang erat baju tuan muda Karna ketakutan sama hal nya yang di rasakan oleh Basir.
"Huh........" badan aja yang besar kalian tapi ciut sama yang nama nya kuntilanak atau pun sundel bolong,"ledek pemuda itu.
"Ampun Tuan muda beribu ribu ampun kalau urusan yang begini mah ampun hamba takut," ucap Basir dan Doyok yang sudah berada dalam mobil nya.
"Sudah......" begini saja Paman Alex bersama Basir dan Doyok naik mobil biar Halimah sama kak Harsya yang bawa motor bagaimana kak," kata Halimah.
"Ya...... udah ayo," Halimah kita pergi tinggal kan mereka di sini biar di temani oleh kuntilanak cantik itu," kekeh Harsya melangkah kearah motor nya sambil di ikuti oleh gadis cantik.
"Sementara Alex dan Basir buru buru naik kedalam mobil dan menjalankan mobil nya ketika melihat Tuan muda sudah berjalan dengan sepeda motor nya.
"Restoran terbesar dan termegah di kota Jakarta sedang begitu ramai para pengunjung untuk sekedar mencicipi menu makan malam yang sangat terkenal di restoran tersebut.
__ADS_1
"Di pojok paling depan beberapa muda mudi dan lelaki setengah tua setengah baya sedang menyantap makannan dan di kelilingi oleh beberapa para pengawal yang sedang berjaga di tempat mereka.
"Setelah acara makan malam pun selesai lalu Tuan Gandi memanggil pengawal nya untuk mengantarkan mereka keruangan lantai atas yang sudah di persiapkan untuk membahas sesuatu yang tidak boleh di ketahui oleh orang lain.
"Pengawal pun menghampiri dan Tuan Gandi pun berbisik kepada pengawal tersebut," lalu pengawal itu pun mengangguk tanda mengerti setelah itu pengawal pun pergi dan memerintahkan kepada para pengawal lainnya untuk segera pergi meninggal restoran tersebut.
"Dirga bersama Azis dan yang lainnya bertanya tanya dalam hati nya kenapa semua pengawal di suruh pergi, ketika Dirga mau berkata untuk menanyakan tentang para pengawal di suruh pergi oleh kak, Gandi," seketika itu jari Gandi di tempel kan kepada bibir nya untuk diam dan tidak bersuara," Dirga pun hanya menuruti nya.
"Gandi pun mengedipkan mata sebelah kiri nya kepada Ketua Macan Putih dan dua orang murid nya untuk segera pergi dan membuntuti dua lelaki yang baru saja keluar dari restoran mewah ini karna di perhatikan sejak dari tadi mengintai tempat makan yang sedang diduduki oleh Gandi dan yang lainnya......!
"Setelah ketua Macan Putih yaitu Ujang Suparman dan dua murid nya menghilang," Gandi pun berdiri dan berkata kepada Dirga dan Azis serta Riyan
"Ayo......!......" Kalian semua ikut kita berpesta," kata Gandi lalu berjalan menuju lifs yang ada di restoran dan di ikuti oleh mereka bersamaan, untuk naik lantai atas Restoran Mewah ini.
"Setelah mereka sampai di atas kemudian tuan Gandi membawa mereka masuk satu ruangan yang sangat mewah.
"Wah...."ruangan apa ini Hani,?" mewah sekali," bisik indah ketelinga Hani
"Mana gue tahu," lirih Hani dalam menjawab bisik nya Indah.
"Silahkan kalian bertiga duduk di kursi yang telah tersedia di ruangan ini sedangkan Dirga, Azis dan Riyan kalian menghadap lebih dekat kepada saya," kata tuan Gandi tegas dan berwibawa.
"Apakah kalian bertiga tidak memperhatikan dua orang yang memakai baju berlambang ular kobra sedang duduk yang tidak jauh dari meja kita makan hah," bentak Gandi geram mata nya memerah.
"Dirga pun hanya diam begitu juga dengan Azis, Riyan dan tiga gadis yang sedang duduk di kursi.
bersambung.
__ADS_1