TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Amukan dua pemuda Harsya dan Galang


__ADS_3

Di salah satu rumah sakit bertaraf internasional. Ada dua dokter yang di datangkan dari luar negeri atas perintah dari Tuan Muda Harsya.


Lia bersama kedua adik nya terheran heran. Ketika lelaki itu membawa ibu nya masuk ke rumah sakit mewah ini yang mungkin biaya serta rawat inap akan merogoh saku yang tidak sedikit.


Setelah itu kedua dokter melakukan pemeriksaan yang mendatail kepada ibu nya Lia sebelum operasi di mulai.


Lia bersama kedua adiknya di dampingi Fander menghampiri dua dokter itu.


"Memang nya apa penyakit Ibu kami dok?" Tanya Lia Kawatir.


"Kami juga sedang mencoba untuk mencari tahu, semoga saja tidak apa apa.


Lia hanya pasrah ketika sang ibu di bawa ke sebuah ruangan.


Cukup lama mereka menunggu, hingga ibunya dibawa kembali lagi keruang perawatan, Disana sudah ada Halimah dan Ariani.


"Beberapa lagi hasil nya akan keluar mohon di tunggu." Ucap perawat sebelum meninggal kan ruangan.


Lia dan kedua adiknya nampak khawatir menunggu hasil pemeriksaan.


Beberapa jam kemudian.......


Lia dan dua adiknya tidak mau makan dulu yang belum terisi nasi dari pagi. Walaupun Halimah dan Ariani serta Fander menyuruh dan nanti di beritahu hasilnya. Mereka bertiga memilih untuk tetap disana dan menunggu hasil pemeriksaan Ibu nya.


Tiba tiba perawat memanggil keluarga pasien yang di tanggung jawab kan. Untuk menemui dokter. Fander, Halimah dan Ariani pergi dan Lia bersama dua adik nya membuntuti dari belakang.


Sampai di sebuah ruangan, Lia dan adik adik nya di buat kaget melihat adik ibu nya berada di sana, ditambah lagi dengan wajahnya yang terlihat serius dan sedih.


Adik Ibu nya yang bernama Enti menatap Lia dan kedua adiknya dengan tatapan penuh kesedihan, membuat Lia terheran heran.


"Hasilnya sudah keluar dengan sangat menyesal kami memberi tahu jika pasien menderita kangker lambung. " Dokter memberikan sebuah kertas hasil pemeriksaan kepada Bibi Enti adik nya Ibu.


Semua nya terhenyak kaget. Terlebih dengan Lia dan kedua adiknya serta Bibi Enti.


Berkat permintaan Tuan Muda Harsya untuk melakukan pemeriksaan yang menyeluruh serta mendatangkan dua dokter bedah dari luar negeri kangker bisa terdeteksi secara dini.


"Kangker masih tahap awal, sehingga pengobatan kami sarankan untuk segera di operasi.


Dua dokter dari luar negri Dan di bantu dokter dari rumah sakit akan melakukan nya.


Lia menatap wajah Fander, Halimah dan Ariani.

__ADS_1


Mereka bertiga yang di tatap oleh Lia mengangguk.


Lia berjalan dengan lesu, begitu juga dengan kedua adik nya serta Bibi Enti. Mereka masih terlihat syok, bingung dan sudah pasti sedih.


Lia merasa lemas dan tidak sanggup lagi berjalan. Dia duduk di bangku yang ditinggal kan oleh kedua adik dan Bibi Enti yang sudah berjalan terlebih dahulu mengikuti Halimah dan Ariani.


Lia yang duduk merenung kaget menyadari jika Fander telah duduk di samping nya.


Kedua nya terdiam. Fander memilih untuk diam karna tahu jika gadis itu sedang bersedih.


Lia menundukkan wajahnya. Air mata jatuh menetes.


"Apakah ibu bisa sembuh?" Tanyanya pelan.


"Dua dokter itu akan melakukan yang terbaik.


Lia semakin terisak. Membuat hati Fander pilu, melihat gadis yang ia sukai menangis sedih di hadapannya.


Ingin rasanya dia memeluk gadis itu untuk menenangkan nya, memeluk sang pujaan hati dan mengatakan jika semua akan baik baik saja.


"Kangker Ibu mu masih tahap awal kemungkinan besar akan sembuh, Kau jangan berkecil hati.


Lia langsung menyeka air mata nya, Lalu dia menatap lelaki yang yang baru tiga hari dia kenal di samping nya.


Berjanji untuk terus bersama ku dalam suka dan duka ini.


Fander terdiam....!


"Aku mohon. " Lia kembali menitikkan Air mata nya.


Fander mengangguk pelan....!


"Aku berjanji...!


Lia masih menatap wajah Fander.


"Terima Kasih".!!


Kedua nya saling bertatapan. Fander menatap lebih lekat mata sang gadis yang basah, Air mata nampak belum mau berhenti keluar dari kelopak.


"Berhenti lah menangis. Kumohon. Fander memalingkan wajahnya, seakan tak sanggup lagi untuk melihat mata yang penuh dengan air mata yang terus keluar dari kelopak mata indah gadis itu.

__ADS_1


Lia langsung menyeka air mata nya.


Kedua nya di kaget kan oleh kedatangan Tuan Muda Harsya bersama beberapa anak buah nya. Lia langsung bersimpuh di kaki Tuan Muda Harsya rasa syukur dan berterima kasih atas semua biaya dan mendatangkan dokter terbaik di dunia.


Tuan muda Harsya mencegah Lia melakukan nya itu lalu memeluk erat.


"Tuan Muda Ibu Lia menderita kangker lambung dan harus segera di operasi. Lapor Fander.


Segera laksanakan operasi jangan di tunda lagi. " Titah Harsya.


"Sedang di persiapkan oleh dua dokter terbaik dari luar negri atas perintah. Tuan Muda.! Jawab Fander.


Tidak apa apa Lia bersabar dan ikhlas. Kita serahkan kepada sang pencipta. Tuan Muda mengelus kepala Lia dengan lembut.


*


*


*


Sebelum datang nya Tuan Muda Harsya ke rumah sakit untuk melihat keaadaan Ibu nya Lia gadis pemandu lagu yang sebelum nya di beritahu oleh Fander. Lia membutuhkan uang untuk biaya operasi Ibu nya hingga dia mau bekerja di Club malam itu.


Galang saya akan mendobrak pagar besi itu. Nanti setelah saya di kepung langsung bantai musang lembek Dani Rustandi " Titah Harsya nada bicara serius.


Baik Tuan Muda.


Setelah mereka sampai di depan pintu pagar, tampak salah seorang pemuda dengan wajah bengis menendang pintu pagar yang terbuat dari besi itu dengan keras sambil berteriak.


"Buka pagar ini.!!


"Suara teriakan itu menggelegar membuat seluruh penjaga yang bertugas sebagai penjaga keamanan mulai panik dan bergegas mengambil senjata masing masing dan berkeluaran dari pagar yang mereka buka tadi dan mengepung dua pemuda itu.


Melihat Tuan Muda sudah di kepung oleh beberapa orang penjaga. Galang yang tadi sudah di beri tahu bergegas keluar tampa BA BI BU lagi langsung menyerang penjaga yang mengelilingi pemuda itu.


Karena para penjaga membelakangi mobil dan tidak menduga bahwa akan menyerang mereka dari belakang, hal ini membuat kepungan itu jadi berantakan dan seketika pecah perkelahian antara dua pemuda bersaudara itu dengan para penjaga vila Dani Rustandi.


Tampak kini beberapa penjaga menggeliat di tanah sambil memegangi kantong kemenyan, perut, wajah dan anggota tubuh lainnya, mereka yang menjadi sasaran serangan dari Galang. Sedangkan kaki Tuan Muda tampak melayang kesana kemari mengincar wajah, dan perut serta pinggul para pengepung membuat pertarungan yang tadinya terlihat tidak seimbang itu menjadi tidak ada apa apa bagi dua pemuda itu.


Suara bising dan pekikan suara jerit di luar membuat orang orang yang berada di dalam vila itu penasaran dan segera keluar dari dalam Vila megah itu.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2