TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Keraguan Tuan muda Harsya


__ADS_3

Setiap orang mempunyai takdirnya masing-masing. Ada orang yang ditakdirkan penuh kebahagiaan, ada pula yang sebaliknya.


Saat takdir itu datang, tak ada yang bisa menolaknya. Meski, kamu sudah berhati-hati dalam bertindak dan melangkah.


Takdir memang sudah digariskan, tetapi bukan berarti tidak bisa diubah. Jika menginginkan takdir yang baik, maka jalan satu-satunya adalah memohon kepada Sang Pencipta.


Lantaran Dia-lah yang mampu mengubah takdir seseorang. Allah akan memberikan takdir yang baik selama manusia bersungguh-sungguh dalam bertakwa.


"Begitu juga dengan seorang pemuda tampan yang mereka tahu pemuda itu hanya tukang ojeg tampan dengan kehidupan yang serba kekurangan belum lagi orang yang merawat nya Umi Aminah dan Abah Jaeludin orang paling miskin di kampung nya bahkan di desa nya....!


"Siapa Sangka dan kita duga bahwa pemuda yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN itu seorang pewaris tunggal perusahaan milik kakek dan ayahnya yang mempunyai aset triliun bila di gabungkan dua perusahaan tersebut mungkin akan menjadi perusahaan terbesar di Asia atau pun masuk 10 besar Perusahaan terbesar dunia.


"Harsya masih tertegun dengan semua ini penyambutan yang di lakukan oleh kakek nya ini terlalu berlebihan.


Harsya' yang sore ini berpenampilan sangat keren, perawakan tinggi dan memakai kemeja biru tua dan celana hitam menambah citra ketampanan nya, dagu yang sedikit berewok mengesankan kemacoan diri nya.


Dia segera menyapu semua orang dengan pandangan nya ketika dia memandang dia terkejut melihat beberapa wajah yang dia kenal tapi ada satu yang dia tidak kenal.


kang Ujang Suparman Lestari ardana dan siapa wanita seumuran nenek nya yang berdiri di samping Lestari Ardana atau kah itu sahabat nenek yang tadi dia cerita kan di restoran itu, kata Harsya dalam hati


"Silahkan anda berjalan lebih dahulu Tuan muda" kata Gandi dengan hormat mempersilahkan Harsya untuk melangkah mendahului mereka.


"Ketika Harsya berjalan untuk masuk kedalam ruangan semua orang yang berbaris rapi tadi membungkuk dalam dalam dan berkata serentak.


"Selamat datang Tuan Muda"


"Selamat kembali di perusahaan XFRES GROUP.

__ADS_1


"Semoga kembali nya anda membawa kejayaan bagi perusahaan XFRES GROUP.


Dengan gaya berjalan di atur setenang mungkin Harsya pun terus melangkah melewati yang berbaris dengan rapi itu. Namun ketika dia sampai di hadapan ketiga sahabat nya dan sahabat lelaki nya yaitu Riyan yang tidak jauh dengan Abah Jaeludin dan Umi Aminah dia tidak tahan untuk tidak berhenti dan memeluk mereka dan memeluk Abah yang telah merawat nya.


"Abah,"! kata Harsya sambil menangis''


"Melihat harsya yang mendadak menangis seperti anak manja membuat Abah geleng geleng kepala.


"Berhenti menangis Anak Abah?" bila kau menangis Abah akan membawamu kembali ke padepokan macan putih biar di godog lagi sama Paman mu Kiayi Sepuh.


"Mendengar Abah akan membawa nya lagi ke padepokan dan di godog lagi seperti dahulu kala membuat darah muda Harsya mendidih dan menggeleng kan kepala nya seraya melepaskan pelukannya.


"Abah segera mencium kening Harsya dan menepuk pundak nya dan berkata.


"Anakku jaga sikapmu di hadapan orang lain, walau bagaimana pun ada batas antara bawahan dan atasan.


"Anakku kau harus bisa membedakan mana bersama dengan keluarga mu mana dengan bawahan mu, di mana kau bercanda di mana kau serius.


"Anakku kau boleh bertimbang rasa, tapi kau tidak boleh lemah, ingat itu baik baik pesan dari Abah..!! bila kau tidak bisa lebih baik kau kembali ke kampung mu kembali menjadi tukang ojeg tampan dan beberapa harapan yang tertumpu kepada mu akan sangat sirna dan kecewa oleh sipat lembek dan manja" bisik Abah ke telinga harsya yang membuat Tuan muda merinding.


"Tidak heran jika Harsya ketakutan setelah mendengar bisikan dari Abah, karna ucapan Abah tidak bisa bercanda kalau sudah bilang A tidak bisa di rubah lagi, kini Harsya semakin memasang wajah serius dan tegas.


"Harsya kini kembali lagi melangkah menuju kedalam vila di ikuti oleh, Cok Ben ketiga sahabat nya Riyan Azis, Lestari Elisabeth, Ujang Suparman, dan Abah Jaeludin.


"Ruangan rapat di Markas Besar XFRES GROUP itu mendadak hening ketika seorang pemuda mengenakan kemeja biru dan celana hitam memasuki ruangan itu.


"Semua yang hadir di ruangan itu saat ini berdiri menyambut kedatangan yang sudah masuk di ruangan rapat tersebut.

__ADS_1


"Pemuda yang baru tiba di iringi beberapa orang di belakang kini berjalan kearah kursi pimpinan yang sedikit lebih tinggi dari yang lain, dia berdiri sejenak sambil memperhatikan sekeliling nya dan berkata kepada mereka semua yang hadir di ruangan ini.


"Tuan Tuan Silahkan untuk duduk semua di meja yang telah di sediakan di ruangan" kata pemuda yang bernama Harsya' itu sambil duduk dan di ikuti oleh mereka yang hadir di ruangan tersebut.


"Selamat sore semua yang hadir di sini, yang saya hormati kakek dan nenek Abdullah, Abah Jaeludin Umi Aminah, Paman Alex, Kang Ujang Suparman, Kak Gandi, Dirga, Riyan, Halimah, Fatimah, dan ketiga sahabatku Hani, Indah dan Dewi, serta tidak lupa dan salam hormat dari ku kepada Lestari Ardana dan Tante Elisabeth dan yang lainnya Tampa saya sebutkan satu persatu.


"Sebelum saya memulai pertemuan kali ini terlebih dahulu saya memohon maap karna membuat kalian menunggu lama," karna ada hal hal yang harus saya dan kedua Abang saya yang harus di bereskan.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu" saya persilahkan untuk paman Alex untuk mengutarakan maksud tujuan di adakan pertemuan sore hari ini. waktu dan tempat saya persilahkan" kata Harsya mempersilahkan kepada Asisten kakek nya.


"Selamat sore semua nya Salam sejahtera bagi kita semua sebelum saya mulai membuka topik pembicaraan ke lebih serius hal yang pertama saya ucapkan rasa terima kasih kepada tuan muda yang sudah memberi kesempatan kepada saya untuk menyampaikan apa yang telah di perintahkan oleh Tuan Besar Abdullah yang berada di samping saya dan saya selaku Asisten Tuan Besar mau bertanya kepada Tuan muda Harsya" Ucap Asisten tersebut.


"Tuan muda Harsya" Apakah kau sudah siap untuk menerima tanggung jawab yang di berikan oleh Kakek Abdullah?" tanya Alex penuh wibawa dan serius.


"Semua orang menatap kearah pemuda yang di belakang berdiri dua orang yang selalu menjaga dari umur 9 tahun sampai dewasa, menyadari semua orang menunggu jawaban dari diri nya, Harsya dengan terbata bata menjawab nya.


"Sebelum nya saya meminta Maap kepada kakek, apakah kakek sudah yakin kepada Harsya untuk memberikan perusahaan kepada Harsya" kata pemuda itu dengan sorot mata yang tajam.


"Kakek menjawab" Cucuku kakek sudah yakin kepada dirimu, jadi tidak ada keraguan di hati Kakek dan Nenek untuk menyerahkan tampuk kekuasaan kakek kepadamu.


bersambung.


"Apakah Harsya akan menerima pengalihan perusahaan milik kakek nya atau kah tidak ikuti terus novel receh karya author murni hasil karya sendiri dan hasil pemikiran serta imajinasi dan khayalan semata.


Kalau sudah baca jangan lupa like nya karna like itu gratis apalagi sampai ngasih vote author sangat berterima kasih.


kritik dan sarannya saya tunggu. di komentar nya.

__ADS_1


__ADS_2