TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kejahilan Tuan Muda Harsya


__ADS_3

Semua yang hadir di sana memandang kearah Lestari Ardana.....! berbeda halnya dengan kedua wanita yang duduk di samping Cok Ben.


"Suruh masuk aja Paman" titah Harsya kepada penjaga itu


"Baik' Tuan muda" sahut satpam itu seraya pergi untuk memberi tahukan kepada tamu.


"Lestari....! siapa yang mencari mu?" tanya Elisabeth yang duduk di samping nya dan menoleh kearah anak tirinya.


"Kak, Gandi" mami " ujarnya sambil tertunduk malu....!


"Elisabeth memandang kearah pemuda tampan itu " hanya anggukan yang di berikan oleh pemuda tersebut....!


ada apa sebenarnya antara lestari dan Gandi apakah mereka ada hubungannya batin Harsya dalam hati nya.


"Tidak lama kemudian Gandi pun tiba di ruangan tamu seraya membungkuk selamat malam Tuan muda"


"Kak" Gandi silahkan duduk" titah Harsya


"Sambil mata nya berkedip sebelah kiri kepada Oma nya dan menepuk nepuk kursi nya memberi kode untuk pindah duduknya bersama Harsya.


"Elisabeth yang mengerti dengan kode yang di berikan oleh Harsya lalu berpindah dan duduk di samping pemuda tampan itu.


"Terima kasih" Tuan muda"


"Lestari Ardana menarik tangan mami dan berkata.! Mami mau kemana?


"Mami mau Deket sama cucu mami" goda Elisabeth sambil mengedipkan mata sebelah nya....!


"Huh.......! mami" mendengus kesel Lestari.


"Kak silahkan duduk jangan berdiri nanti pegel kaki nya" goda Harsya kepada Gandi


"Eh..."aa.." Iya...." Tuan muda! kata gandi terbata bata dan bingung duduk dimana yang tersedia tinggal di samping Lestari.


"Harsya...." dan Elisabeth hanya tertawa cekikikan melihat tingkah Gandi dan Lestari yang sama sama canggung.!


kini giliran Ucok sama beni gue kerjain batin Harsya dalam hatinya....!

__ADS_1


"Abang Beni" pindah duduk nya sebelah kanan duduk nya sedangkan Abang Ucok tetap di situ" kata Harsya dengan nada sedikit tinggi...!


"Anu...! itu..." tuan...!


"Anu...," anu..." Ini perintah" cepat pindah" kata Harsya sambil mata nya menatap tajam tapi dalam hati ingin tertawa terbahak bahak....!


"Dua wanita yang duduk di antara mereka pun tertunduk tidak berani menatap Kedepan hanya tertunduk ke bawah saja.


aduh den Harsya Aya Aya wae jadi deg deg gan iye hate bibi ucap mereka berdua dalam hati...!


alamak bener bener Akting yang bagus ini  tuan muda memang tahu isi hati ku ucap dalam hati Ucok


"Nah baru terlihat indah Abang Beni kalau duduk nya pindah disitu" kekeh Harsya


"Oma," bagaimana terlihat dari sudut pandang Oma" Lestari sama kak Gandi, Abang Ucok sama bibi Inah Abang Beni Sama bibi ineh?" Goda Harsya kepada mereka yang sedang duduk berpasangan.


"Serasi dan cocok mereka bertiga" kata Oma Elisabeth berdelik delik kearah mereka bertiga.....!


"Gimana....." kalau kita kawin kan saja Oma" sahut Harsya.....!


"Mau.....!...'' Mau....!...." Aden" jawab mereka berdua keceplosan, buru buru menutup mulutnya....!


"Pemuda tampan dan Oma Elisabeth Tertawa lepas setelah mendengar jawaban dari dua pembantu yang di bawa dari kampung nya Riyan!


"Tidak lama kemudian dua gadis memakai kerudung putih dan hitam pun datang menuju ruangan tamu dan ikut berkumpul bersama mereka semua....!


"Selamat malam Kak Harsya Oma Elisabeth dan semua yang hadir disini" maap Halimah dan Fatimah telat" kata Halimah seraya membungkuk hormat...!


"Sayang Sini Duduk" samping Oma " pinta Elisabeth kepada dua gadis cantik yang baru saja datang.!


"Mereka berdua pun melangkah menghampiri Oma Elisabeth " seraya salah satu dari mereka berkata,! kak Harsya sana pindah duduk nya" titah Fatimah...!


"Fatimah Sama Oma yang pindah sana duduknya" biar kakak sama kak Imah duduk berdampingan" kekeh pemuda tampan menggoda Halimah...!


"Halimah yang tahu maksud tujuan pemuda tampan itu" seketika wajahnya merona merah kaya kepiting rebus "! melihat Halimah wajah nya memerah Oma Elisabeth pun langsung menyuruh pemuda bernama Harsya untuk pindah....!


"Cucuku..." sana pindah kasian tuh calon istrimu wajahnya memerah " bisik Oma Elisabeth.

__ADS_1


"Harsya' pun sembari garuk garuk kepala melangkah berpindah kursi....! dan melotot kearah Cok Ben dan Gandi serta ketiga cewek yang duduk berdampingan....!


"Apa.......! kalian lihat lihat" bentak Harsya


"Mereka berenam pun hanya menunduk tapi dalam perut nya melilit menahan tawa karna melihat Tuan muda yang sedang kesal.....!


"Sesaat setelah semua nya hadir dan Halimah serta Fatimah pun sudah duduk di kursi samping Oma Elisabeth....! pemuda itu pun menarik napas nya dalam dalam dan memulai untuk berkata.....


"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh" kata pemuda di mulai obrolan panjang nya....!


"WaallAikum salam warahmatullahi wa barakatuh" jawab mereka serentak.


"Bismillahirrahmanirrahim"


"Selamat malam untuk semua yang hadir di sini tua maupun muda" sebelum nya saya meminta Maap kepada kalian Semua untuk datang kerumahnya ini karna ada hal hal yang harus di selesaikan dan mungkin orang lain tidak boleh mengetahui kecuali kalian yang hadir disini,


"Ada beberapa uraian yang harus saya kemukakan serta langkah langkah yang harus kita ambil untuk membebaskan dua putra putri Oma Elisabeth dan mengadu domba kan Antara penghianat Rony dan Genk Kobra beracun kepada kalian yang hadir di ruangan ini.....!


"Pertama saya tugaskan kepada Ucok dan Beni untuk segera berangkat malam ini juga di bantu oleh Inah dan ineh menuju tempat dimana kedua Anak Oma Elisabeth di sekap dan untuk Ucok dan Beni setelah sampai dimana mereka di sekap lalu kalian berdua segera telepon Ketua Genk Kobra atau Dani Rustandi lalu berikan bukti bukti yang mengarah kepada orang orang GELORA BUANA GRUP yang di dapatkan oleh Syamsul.! apakah kalian bersedia" tanya Harsya kepada Ucok dan Beni serta kedua pembantu itu....!


"Ucok Beni dan dua pelayan itu saling mengangguk dan berkata serentak.


"Kami semua bersedia menerima tugas dari Tuan muda Harsya dan anda tidak usah kawatir tugas yang anda berikan akan kami laksanakan dengan baik" mereka semua menjawab serentak...!


"Ingat bang Ucok dan Beni serta Inah dan ineh keberhasilan membebaskan kedua anak Oma Elisabeth tergantung kalian berempat, untuk anak dari Dani Rustandi biarkan saja....! biar orang orang anggota Genk Kobra yang menyelamatkan nya" tutur Harsya mengingat kan kepada mereka berempat.


"Siap" Tuan muda!


"Untuk tugas yang kedua?"! kak Gandi bersama Lestari menyusup ke markas besar Genk Kobra Beracun untuk membebaskan Fander, di saat sebagian organisasi Genk Kobra sedang berjibaku dengan orang orang GELORA BUANA GRUP di kota kecil wilayah Jawa barat untuk menyelamatkan anaknya Dani Rustandi dan membawa buruannya Galang serta Clarissa.


"Untuk Halimah dan Fatimah bersama saya dan Maman Tomat serta Iwan kupluk dan beberapa pengawal mereka berdua akan menghadang orang orang Genk Kobra yang sedang berjaga di luar mau pun di dalam.


"Tuan muda ijin kalau boleh saya bertanya? memotong perkataan Tuan muda, karna rasa penasaran nya kepada dua orang yang di sebutkan oleh pemuda tampan itu.


"Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan? jawab Harsya dengan senyuman lembut.


"Bersambung....!

__ADS_1


__ADS_2