TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Bebas nya Fander dari sekapan Genk Kobra beracun


__ADS_3

"Cok kalau tau jalan nya akan seperti ini tidak akan ku bawa mobil mewah yang baru aku modifikasi mahal mahal bisa hancur" gerutu Beni karna jalannya banyak yang berlubang.


Yaa.... mana gue tahu salahkan saja si Syamsul" balas Ucok santai.


"Abang Beni di depan ada belokan, kita ambil jalan situ saja, kata Inah dari belakang jok mereka berdua.


"Inah bukan nya dari serlock tertuju nya, lurus bukan belok" sahut Ucok menunjukkan ponsel yang telah di buka aplikasi google maps nya.


"Yaa... udah terserah kalau tidak mau mobil mewah ini hancur bawahnya" jawab Inah cuek,


"Beni yang tidak mau mobil nya hancur Seketika saja membantingkan setir nya untuk berbelok kearah kanan sesuai yang di tunjukan oleh Inah dari belakang jok mobil tersebut.


"Saat di lihat oleh Ucok google maps pun berubah serlock nya dan sedikit lebih cepat yang tadinya 40 menit sampai sekarang hanya 20 menit akan sampai ke lokasi tersebut.


Walaupun perjalanan jadi semakin lambat,


ketika harus melalui bukit-bukit yang terjal,


dan penuh kelokan tak terduga, tapi pemandangan yang sangat indah terlihat di depan mata mereka.


meski terengah - engah seluruh isi hati tapi sirna karna pemandangan yang begitu indah dan menakjubkan.


Kadang harus terhenti karna jalanan yang sedikit berlobang meski tujuan belum terlihat, merayap terus tanpa cucuran dan mereka pun tiba di atas bukit yang mengarah pada bangunan vila yang usang dan tampak dari kejauhan beberapa orang terlihat seperti semut semut kecil.


"Cok segera informasikan kepada Ketua Genk Kobra saya akan menelepon Syamsul sedangkan Inah atau ineh segera telepon Mansion Tuan muda Harsya dan beritahu kan kepada Elisabeth untuk segera menjalankan rencana kedua yaitu Elisabeth menelepon Direktur Rony untuk memperlambat kedatangan Direktur Rony ke vila usang dimana anak nya di sekap.


"Baiklah bang Beni" jawab kedua wanita itu bersamaan, seraya Inah mengeluarkan ponselnya....!


''Halo.....! sama siapa ini'' jawab seorang wanita paruh baya yang berada dalam sambungan teleponnya.


"Wa Ijah iye sama Inah, bisa di panggil kan Nyonya Besar Elisabeth''


"Heeh....'' Heeg?" dagoan di panggil Hela Nyonya Elisabeth na" kata wa Ijah dengan bahasa rupa rupa kadang Sunda kadang bahasa Indonesia.


"Hanya beberapa menit pun suara dari bilik telepon terdengar oleh Inah, yang berada di bukit pesisir pantai selatan Sindang barang

__ADS_1


"Halo.....! Inah Nyonya Elisabeth sudah bersama wa Ijah, kata ijah memberi tahukan kepada wanita yang berada dalam panggilan telepon nya.


"Wa biken ka Nyonya Elisabeth sekarang juga" Titah Inah.


"Nyonya Elisabeth mangga ini teleponnya Inah mau bicara," terdengar oleh Inah dalam telepon yang sedang di tempelkan ke telinga kanannya.


"Inah......! Ada Apakah ada hal yang penting kau sampaikan kepada saya" tanya Elisabeth penasaran, karna melihat pembantu tuan muda berlari lari ke arah Elisabeth yang sedang mengobrol bersama Suhardi.


"Nyonya saya sudah sampai di lokasi kurang lebih sekitar 600 meter lagi sampai di titik dimana kedua anak Nyonya di sekap, atas perintah dari Abang Beni, yang sedang menelepon dan Abang Ucok sama hal nya, Inah di suruh menghubungi Nyonya Elisabeth, untuk segera menelepon Direktur Rony untuk memperlambat kedatangan nya ke Vila tersebut.! Kata Inah menjelaskan kepada Nyonya Elisabeth dan menjalankan rencana yang sudah di tetapkan oleh Tuan muda Harsya.


"Baiklah Inah saya mengerti, dan kalian berdua hati hati jangan gerasak gerusuk membebaskan kedua putra putri saya, aku percaya pada kalian bisa membebaskan kedua putra putri saya'' jawab nya dengan suara sedikit tertahan karna tidak mau kelihatan bersedih.


"Siap......! Nyonya kalau begitu saya tutup dulu telepon nya silahkan anda sibuk di sana saya akan segera bergerak di sini" kata Inah, sambil menutup panggilan telepon nya.....!


"Setelah menutup panggilan telepon nya dan melihat bang Ucok dan Beni juga sudah menelepon nya, tidak lama kemudian ponsel Inah bersuara.! Ting.....! Ting....!


"Inah pun membuka dan membaca nya.


Pulsa Anda tidak cukup. Balas YA untuk panggilan diteruskan kepada penerima panggilan dengan biaya dibebankan kepada penerima panggilan.


"Cok Ben hanya ternganga dan menutup mulut nya sedang kan ineh geleng geleng kepala nya.....!


"Sudah....! Sudah....! nanti di ganti sama abang'' kata Ucok gemes dengan wanita yang di cintai nya.


"Beneran ya.....! Abang Ucok tidak bohong kan'? Tanya Inah.....!


"Ucok hanya mengangguk, dan berkata kepada Beni.


"Ben, bagaimana kata Syamsul apakah sudah siap," tanya Ucok


"Sudah 10 menit lagi kita berangkat, para pengawal semua nya akan tertidur, setelah di beri makan yang sudah di campur serbuk obat tidur" kata Beni memberi tahukan kepada sahabat nya telepon dari syamsul.


"Baiklah ayo kita berangkat dan Inah serta ineh di saat kalian membebaskan kedua anaknya Elisabeth segera bawa ke mobil bersama anak buah Abang memutar jalannya menuju ranca bali Bandung dan temui Tuan muda Harsya di tol Purbaleunyi, Apakah kalian berdua paham" Tanya Ucok kepada dua wanita hebat itu.


"Siap" kata mereka berdua menjawab.

__ADS_1


**


Sementara di kediaman Tuan muda Harsya, Elisabeth yang telah menerima telepon dari Inah pembantu Tuan muda, lalu mengambil ponsel nya yang di simpan dalam tas nya untuk menelepon dan menjalankan rencana sesuai yang di tetapkan semalam.


Tidak lama setelahnya nya telepon pun tersambung dengan anak buah di perusahaan milik Elisabeth Ardana itu.


Halo....! Nyonya Besar Elisabeth...! ada Apakah menelepon saya" tanya seseorang yang menjawab telepon nya.


"Rony Gunawan, saya sekarang mau mengadakan rapat dadakan, sekarang tolong siapkan satu jam lebih, kata Elisabeth penuh tekanan dan intimidasi.


"Apa....! bagaimana bisa Nyonya Elisabeth saya sedang di luar kota" kata Rony kaget mendengar telepon dari pemilik perusahaan terbesar nomor tiga di Asia.


"Rony Gunawan saya tidak kedengaran dan suara mu sedikit bising, ada baiknya anda berhenti dulu dan sedikit menjauh dari jalanan biar saya bisa mengobrol panjang lebar dengan jelas" kata Elisabeth berbohong, untuk mengulur waktu agar terjadi nya bentrok antara Rony dan Dani.


"Ba...' Baik Nyonya" sebentar saya akan berhenti....! dulu'' kata Rony terbata bata.


"Perjalanan Rony pun berhenti dan mengobrol panjang lebar dengan nyonya Elisabeth yang lumayan lama nya sekitar 40 menit dan itu bisa mengikis jarak antara Dani Rustandi dan Rony Gunawan yang tadi nya 1 jam untuk bentrok menjadi 20 menit mereka akan bertemu.


***


"Sementara di markas besar Genk Kobra Beracun setelah semua mayat mayat di bereskan dan dan sebagian di gantung di ruangan bawah tanah tahanan tersebut.!


"Gandi serta Lestari pun membawa Fander bersama mayat Khabil Ardana ke rumah sakit terdekat, di kawal oleh Dirga dan Azis beserta tiga gadis cantik sahabat Tuan muda membuntuti dari arah belakang mobil mereka masing-masing.


"Kak, Gandi dan Lestari segera bawa Fander ke rumah sakit bersama Khabil Ardana mudah mudahan bisa terselamatkan sementara Dirga dan Azis serta ke-tiga sahabatku, bantu mereka berdua dan ikut dari arah belakang menuju rumah sakit" Kata Harsya memberi perintah kepada mereka yang di sebutkan nama nya.


"Baik' Tuan muda"


Yang lainya ikut saya sekarang juga menuju perjalanan kearah tol Purbaleunyi dan kita akan menjemput kedua putra putri Oma Elisabeth, kata Tuan muda memberi perintah kepada mereka semua dan berpisah dengan tugas masing masing yang di Instruksi kan oleh Tuan muda.


"Baik' Tuan muda " kata mereka serentak.!


"Ayo.......! Kemon lest goo' Ucap Harsya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2