
Siang itu di kantor pusat XFRES GROUP. Lelaki yang memakai seragam OB keluar dari lifs berjalan cepat menuju pintu keluar bangunan mewah itu.
Lelaki berusia 30 tahun itu mata nya terus menatap kearah depan tanpa menengok ke kanan atau kiri. Hingga beberapa satpam memperhatikan dengan wajah keheranan.
Tidak lama berselang dia sudah sampai di halte tempat penyetopan angkutan umum. Langsung menyetop taksi untuk pergi menuju Mansion mewah Tuan Besar Abdullah.
Jalan laksda Adisucipto Yogyakarta.'' Kata lelaki itu kepada supir taksi setelah dia duduk di depan kemudi itu.
Baik Tuan." Jawab taksi tersebut.
Satu unit mobil taksi membawa lelaki yang sedang terburu buru pun melesat dari. jln Affandi membelah jalanan pepaya menuju jalan laksda Adisucipto. Hanya 15 menit berselang taksi itu tiba di salah satu Mansion mewah.
Mobil taksi pun melaju dengan pelan membelokan kearah halaman Mansion itu dan berhenti tepat di salah satu mobil mewah Toyota Alphard.
"Pak supir anda tunggu di sini biarkan argo nya jalan." Kata lelaki kepada Supir untuk menunggu sejenak.
"Baiklah Tuan." Jawab singkat supir taksi itu.
"Lelaki itu pun turun dan sudah berdiri didepan nya beberapa pengawal dan penjaga Tuan Besar.
"Antarkan sekarang saya kepada Tuan Besar dan Tuan Alex.'' Titah Lelaki yang baru turun dari taksi kepada salah satu ketua kesamaan di Mansion Tuan Abdullah.
"Siap. Mari Tuan.! Pinta lelaki berbadan tegap dan muka sangar itu.
"Mari silahkan.'' Balas dengan menjulurkan tangan untuk jalan terlebih dahulu.
"Hanya beberapa langkah mereka berdua telah tiba di dalam ruangan tepatnya di ruangan keluarga, Terlihat oleh Matih delapan Tuan Besar sedang bercanda ria bersama Asisten dan Bu Jubaedah.
Mereka berdua tiba, di hadapan majikan nya itu. Lalu kepala pengawal kembali ke posisi jaga nya sedangkan Matih melaporkan kepada mereka yang berada di ruangan keluarga.
"Tuan Besar, Nyonya Besar, dan Tuan Alex, serta Bu Jubaedah. Matih delapan melapor atas perintah dari Ketua.! Lapor Matih kepada mereka berempat.
"Matih delapan silahkan laporkan." Kepada kami yang hadir di ruangan keluarga." Pinta Tuan Besar.
Matih delapan lalu memberikan sebuah rekaman percakapan di ruangan Manajer bersama Manajer Personal serta Direktur keuangan dan beberapa dokumen bukti kejahatan dan kecurangan para staf di kantor pusat milik Tuan Muda. Dan saat ini juga untuk segera menyerahkan kepada Harsya Cucu dari Tuan Besar.
Setelah mendengar rekaman percakapan telepon dan pembicaraan para pegawai nya di kantor pusat serta laporan dari Matih delapan. Kini wajah mereka berempat sedang menahan amarahnya atas kejahatan orang orang yang di percaya oleh Tuan Besar dan Tuan Alex.
Disaat mereka sedang bergejolak dan amarah nya meluap luap tampa di ungkapkan dengan suara tapi terlihat dari sorot mata yang mengkilat kilat. Tiba tiba ponsel milik Alex berdering.
__ADS_1
"Kriiiiing.....! Kriiiiing........!
"Tuan Besar mohon ijin untuk mengangkat telepon masuk." Ucap Alex.
"Abdullah mengangguk.
Halo........! Kata Alex menjawab telepon masuk.
"Tuan Alex saya Matih sembilan mendapatkan kabar dari ketua Ujang Suparman untuk melindungi Tuan Radit dari penyerangan yang di lakukan oleh Dion. Orang kepercayaan dari Tuan Ardi karna tidak menjadi sekutu nya. Lapor Matih sembilan kepada Asisten Tuan Besar.
"Baiklah saya mengerti saat ini juga kalian para Matih untuk segera menuju ke Mansion Tuan Besar kita atur rencananya disini dan saya sendiri yang akan langsung turun tangan." Kata Alex memberi perintah kepada Matih yang di susupkan oleh Tuan Muda Harsya.
"Siap.Tuan Alex segera akan saya bicarakan kepada para Matih untuk menuju kesana." Kata Matih sembilan.
"Silahkan. Balas Alex langsung menutup telepon masuk itu.
Setelah panggilan telepon selesai Alex semakin meluap luap. Lalu berkata kepada Tuan Besar Abdullah.
Asisten Ardi akan membasmi keluarga Radit karna tidak mau menjadi sekutu nya.! Kata Alex kepada mereka bertiga khusus Tuan Besar.
"Bangsat............!
"Bedebah.........!
"Alex kapan di mulai membasmi keluarga adik tirinya Ardi? Tanya Nyonya Besar.
"Malam ini mereka akan bergerak di saat Radit kembali dari kantor pusat XFRES GROUP. Jawab Alex seraya membungkuk hormat.
Baiklah Alex sebentar. Aku telepon dulu Cucu kesayangan ku.....! Kata Nyonya Besar. seraya beranjak menuju telepon rumahnya.
"Nada terdengar di telinga Nyonya Aisyah.
"Halo..........! Nenek ada apa menelepon ku apa mau menanyakan Cucu mu ini nikah kapan." Kekeh suara lelaki di sebrang telepon.
"Huh.....! Kumat ini anak.! Ucap Aisyah dalam hati.
"Cucu ku dengerin dulu ada hal penting yang harus di katakan kepadamu.'' Kata Aisyah mengingat kan Cucu nya itu.
"Hehehe Maap Nek......! Silahkan utarakan Nenek ku tercantik.'' Goda Harsya.
__ADS_1
"Nenek Aisyah pun lalu menjelaskan semua nya tentang laporan murid Ujang Suparman kepada pemuda yang di sebut Tuan muda itu semua nya.
"Baiklah Nek aku mengerti. Bilang pada Tuan Alex suruh menelepon ku saat ini.'' Titah Harsya dalam sambungan telepon.
"Ok." Cucu ku yang jomblo akut.! Kekeh Nenek Aisyah seraya menutup panggilan telepon nya.
# # #
Masih jam yang sama namun tempat yang berbeda tapi masih di kota yang sama.
Di ruangan khusus dua insan yang berbeda kelamin dan umur yang tidak jauh berbeda. Dua pasangan setengah tua sedang bergumul di siang hari itu.
Lelaki dengan jabatan yang di berikan oleh Asisten Tuan Besar itu. Tampak sedang berbaring sambil menikmati permainan dari Direktur keuangan XFRES GROUP.
Meski pria itu sedang bercinta dengan Direktur keuangan. Namun dia selalu membayangkan wajah wanita pujaan nya yang sekarang menjadi istri dari Tuan Sugianto. Tapi untuk menyenangkan Direktur keuangan itu. Di saat puncak kenikmatan tiba. Dia memanggil nama Rianti dengan mesra dan begitu merdu.
Sedangkan Direktur keuangan itu bernama Rianti hanya diam menikmati dan melayani lelaki pujaan hatinya yang ia simpan selama ini.
"Ohk..... Rianti.!!! Aku mencintaimu!! Erang nya saat Semburan lava sudah keluar.
Seketika itu Ardi mendorong Rianti yang ada di atas tubuh nya. Setelah itu melepas sesuatu yang sejak tadi membungkus senjata nya. Cairan yang ada di dalam pembungkus itu dia buang begitu saja ke lantai.
"Sayang cepat pakai baju mu? Kita akan segera keluar dan kembali ke kantor XFRES GROUP. Ucap Ardi dengan senyuman di paksa.
Baik sayang aku mencintaimu Ardi. Ucap nya setelah mencium bibir lelaki yang ia cintai dari semenjak kuliah.
Beberapa saat kemudian mereka berdua keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju mobil masing-masing pergi menuju kantor pusat XFRES GROUP.
Mereka berdua tidak sadar bahwa kelakuan nya sudah di rekam oleh dua orang Matih yang sudah di persiapkan sebelum kedatangan nya.
"Ketua sudah ada dalam genggaman saya hasil persetubuhan mereka berdua." Kata Matih satu.
"Bagus Bagus segera amankan semua nya mungkin tugas kita akan segera selesai tinggal satu lagi menjaga Tuan Radit malam ini. Apakah sudah di beritahu kan kepada Macan Putih lainnya tentang kabar dari saya? Kata Ketua Ujang Suparman.
"Sudah ketua dan Tuan Alex sendiri yang akan langsung turun tangan untuk membantu Tuan Radit. Kata Matih satu.
"Sip. Mantap. " Jawab Ketua seraya jempol nya dia acungkan kepada kedua Matih.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.