
"Hmmmmmm." mungkin mereka bertiga yang memprovokasi Tuan Muda Harsya." Gumam Suhardi, Dan terdengar oleh Iwan kupluk dan Maman Tomat.
"Anak muda apakah kau putra dari Iwan kupluk yang bekerja kepada saya? Tanya Suhardi dengan tatapan dingin. Hingga Iwan kupluk berdebar jantung tung nya.
"Benar sekali Tuan Besar Suhardi, yang anda katakan adalah kenyataan nya." Jawab Indra antusias.
"Iwan kalau anda masih mau bekerja atau bergabung dengan Tuan Muda atau pun dengan saya, sebaiknya anda didik terlebih dahulu anakmu yang seenaknya menindas majikan mu. " Ancam Suhardi.
"Ba.." Bai..." Baik.....! Tuan Besar. " Jawab Iwan tergugup hingga kata kata nya terbata bata.
"Maman, ayo jalan.'' Titah Tuan Besar.
"Siap Tuan Besar, Mari. " Kata Maman Tomat.
Setelah kepergian dari Tuan Suhardi Iwan kupluk dengan wajah yang merah padam dan emosi yang tertahan dari tadi.
"Ayah, ada apa dengan yang barusan di katakan oleh Tuan Suhardi? Tanya Indra penasaran, menyuruh ayah nya untuk mendidik putra nya bila ingin masih bekerja.
"Tutup mulut mu Indra.! Kau tidak tau siapa yang telah kau dan kedua sahabat mu provokasi dan tindak itu. Ingat.!! Jangan membuat masalah lagi dengan anak yang kau tindas dan maki, jika kau masih ingin menikmati kehidupan sebagai anak orang yang berada.
Indra yang tidak menyangka akan di hardik oleh ayahnya di depan kedua sahabat dan di tonton oleh para mahasiswa lain hanya bisa terbengong bengong.
"Ayah apa maksud semua ini?
"Apakah ayah mengatakan bahwa aku dan kedua sahabat ku tidak boleh berurusan dengan pemuda miskin yang bernama Harsya Jaeludin itu. Dia hanya seorang kecoa yang merusak suasana kampus ini.
Apa yang di takutkan oleh lelaki miskin seperti dia? Atau jangan jangan mentang mentang dia mempunyai pacar wanita berkerudung hitam yang sombong dan angkuh itu? Tunjuk Indra kepada gadis yang duduk bersama anak Tuan besar Suhardi.
"Bajingan.........! Kau benar benar anak durhaka.......!!
"Plak...........,! "Plak...........! " Plak............!
Tiga buah tamparan mendarat dengan sangat manis ke pipi Indra, membuat dia terhuyung huyung jatuh kedalam aspal halaman kampus tersebut.
Sekali lagi kau berkata begitu, maka aku akan membunuh mu sekarang juga. Apa susahnya kau menuruti kata kata dari ayahmu yang sudah susah payah membesarkan mu.
Apa karena aku terlalu memanjakan mu, sehingga membuat otak mu tau nya hanya manja dan menindas orang yang miskin.?
Dasar anak tak tahu di untung, ikuti saja perintah ku dan jangan bertingkah macam macam lagi terhadap anak itu. " Bentak Iwan kupluk dengan keras, setelah itu dia menghampiri enam gadis yang sedang duduk di kantin yaitu, Ariani, Halimah dan Clarissa serta ketiga sahabat Tuan Muda Harsya.
__ADS_1
"Nona Muda Ariani dan Nona Halimah serta Clarissa dan ketiga sahabat Tuan Muda Harsya, mohon maapkan kesalahan anak hamba. " Kata Iwan membungkuk hormat.
"Tidak usah meminta maap, Paman Iwan, nanti biar Halimah yang berbicara kepada Tuan Muda Harsya,." Jawab Halimah.
"Terima Kasih Nona Halimah, kalau begitu saya pamit, untuk kembali ke markas." Kata Iwan.
"Silahkan Paman, kata mereka serentak.
**************
Indra hanya menatap tidak percaya mobil Pajero sports yang sudah melaju melewati pintu gerbang lalu menghilang dengan kecepatan tinggi.
Dia berdiri di bantu oleh Budi dan Ilham sambil mengusap pipi dan menyeka darah yang keluar dari mulut nya akibat bekas tamparan yang dia terima dari seorang Ayah.
Apa yang sebenarnya dengan ayah? Mengapa dia tega menamparnya, Siapa lelaki yang di maksud oleh ayah? Ini pasti ada yang tidak beres. Mengapa aku tidak boleh memprovokasi anak miskin itu, Apa istimewa nya dia di bandingkan dengan ku. Aku harus mencari tahu siapa dia sebenarnya. ucap Indra dalam hati.
Indra mengusap usap pipinya yang memerah lalu berkata kepada mereka berdua.
"Budi dan Ilham wanita itu jawaban nya, mungkin mereka tahu siapa yang di maksud oleh Ayah ku.? Tanya Indra.
"Bener apa yang kau katakan." Jawab Ilham dan di angguki oleh Budi.
"Ayo kita samperin ketiga wanita yang sedang duduk bersama tiga gadis kampung itu." Ajak Indra.
Sakit di pipiku masih bisa aku bisa tahan, tetapi sakit hatiku harus aku bayar berikut bunga nya. " Kata Indra sambil mengepalkan tinjunya kuat kuat.
Budi pun lalu membisikan kearah telinga Indra.
"Bagaimana bila kita seret wanita berkerudung itu, yang tak lain adalah pacar dari lelaki miskin itu. Dan kita perkosa rame rame biar cowok nya merasakan bagaimana sakit hati nya itu.
"Baik, aku setuju dengan ide mu itu." balas Indra ke telinga Budi.
"Ok." Kita nanti atur setelah kepulangan dari belajar kita." Sahut Ilham yang mendengar kan bisikan mereka berdua.
"Aku sudah tidak berminat mengikuti kuliah sebaiknya kita pergi untuk mempersiapkan, beberapa orang untuk mencegat kepulangan mereka bagaimana." Kata Budi.
"Baiklah kita berdua ikut." jawab Ilham dan Indra bersamaan.
Setelah mereka bertiga menghilang bersama mobil dari pandangan dua orang yang sedang memantau pembicaraan mereka bertiga, Ken Liem dan Rex Ryu pun segera mengeluarkan ponsel nya untuk segera menelepon kepada Tuan Muda Harsya.
__ADS_1
******************************************
RSUD
Raut kesedihan dan kecemasan terlihat jelas di wajah Lia dan kedua adik serta Adik ibu nya Lia bernam Enti, melihat orang yang mereka sayangi, akan di bawa keruangan, untuk menjalani operasi.
Ibu Lia sudah masuk di ruangan operasi. Semua orang menunggu di depan ruangan operasi sambil terus berdoa.
Detik demi detik terasa amat sangat lama, hingga waktu berlalu, mereka semua terus menunggu dengan gundah gulana. Terutama dengan Lia dan kedua adiknya berdoa dengan deraian air mata membasahi pipi nya.
Akhirnya pintu operasi terbuka, seorang dokter perlahan muncul menemui Tuan Muda Harsya dan semua nya.
"Tuan Muda operasi berjalan lancar dan berhasil. Ucap Sang dokter tersebut.
"Terima Kasih banyak Dokter atas kerja keras anda.! Jawab Harsya' ramah.
"Sama sama Tuan Muda itu sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai tugas seorang dokter." Jawab dokter itu.
Harsya' mengangguk dan dokter itu pun meninggalkan mereka untuk sekedar beristirahat.
"Spontan Lia langsung berjalan kearah lelaki yang berdiri di samping Tuan Muda dan langsung memeluknya. Kedua tangannya melingkar sempurna di pinggang milik lelaki itu, Lia menenggelamkan wajah nya di dada Fander, sambil mengisi haru.
Terima Kasih. Tuan.
Fander tertegun, mengerjapkan mata nya beberapa kali, Tangan nya mengelus ngelus punggung nya.
"Terima Kasih." ucap Lia berkali-kali dalam pelukan nya.
"... Iya..... Sama sama.! Fander terbata.
Tiba tiba ponsel berdering membuyarkan pelukan mereka berdua, dengan acuh nya Tuan Muda berkata.
"Sorry acara pelukan kalian terganggu gara gara ponsel saya berdering." Kekeh Harsya.
"Kriiiiing..............!
"Kriiiiing..............!
"Kriiiiing..............!
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung