TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kabar Dari Ucok Untuk Gandi


__ADS_3

Kabar Dari Ucok Untuk Gandi


"Sebelum terjadi nya pembantaian di kediaman Tuan Khabil Ardana malam hari.


"Sore itu dua Lelaki yang sedang asik bercanda ria sesekali mengobrol serius walau perbedaan usia di antara mereka berdua yang berada di apartemen milik Tuan Gandi.


"Ketua," Apakah saya boleh bertanya kepada anda tentang kehidupan Tuan muda waktu di padepokan macan putih," tanya Tuan Gandi karna penasaran dengan sosok Pemuda yang mewarisi harta triliun dari kakek nya yaitu Tuan Besar Abdullah.


"Silahkan," tuan Gandi," mau tahu dari segi apa tentang pemuda yang bernama Harsya dan menjadi murid nya waktu di padepokan macan putih," jawab Ujang Suparman.


"Ketua hanya ingin mengetahui tentang Tuan Muda Harsya apakah mempunyai pacar terus sehari hari nya apakah bener dia menjadi TUKANG OJEG TAMPAN," kata Tuan Gandi.


"Bener apa yang di ucapkan oleh Tuan Gandi bahwa Tuan muda Harsya adalah tukang ojeg tampan yang banyak di sukai oleh para gadis gadis desa dengan ketampanan nya dan sipat rendah hati suka menolong membantu orang orang yang kesusahan walaupun dulu tuan muda Harsya hidup nya juga serba kekurangan dan perlu Tuan Gandi tahu seorang gadis cantik Putri dari Kiayi Sepuh juga menaruh hati kepada pemuda yang berprofesi sebagai TUKANG OJEG TAMPAN," kata Ujang Suparman panjang lebar.


"Kriiiiing'' ...........!......."........ !


"Kriiiiing" ...........!........"....... !


"Kriiiiing" ...........!........"........ !


"Suara telepon pun memekakkan telinga,


Tidak jauh dari ponsel itu tampak seorang lelaki muda yang sedang mengobrol bersama lelaki setengah tua,


"Ketua ijin untuk mengangkat telepon terlebih dahulu," kata Gandi kepada Ujang Suparman.


"Silahkan" Nak Gandi balas lelaki setengah tua itu.


Hmmmmmmm" Ucok gumam nya lelaki itu setelah melihat layar ponsel tersebut dan menggeser layarnya dari bawah keatas


"Halo," Tuan," Gandi kata seseorang yang di sebrang telepon.


"Iya....." Abang," Ucok ada apakah menelpon di sore hari ini?"

__ADS_1


"Tuan," malam'ini akan terjadi pembataian di Mansion milik Khabil Ardana dan yang akan menjebak Khabil Ardana masuk dalam rencana Dani Rustandi," Tapi


"Tapi apa Bang Ucok," Tanya Gandi


"Ucok pun menjelaskan semua nya kepada tuan Gandi dari A sampai Z dan Ucok sendiri ikut andil dalam merencanakan sesuatu nya," agar rencana dari petinggi organisasi genk kobra beracun terlaksana dan berhasil," kata Ucok dalam sambungan teleponnya bersama Gandi.


"Bang Ucok," kalau urusan sengketa antara Dani Rustandi dan Khabil Ardana terus melibatkan mantan istri dari Khabil Ardana," saya pribadi tidak bisa memutuskan," tapi saya hanya memberi saran jangan ikut untuk pembataian nya biar kan mereka lakukan oleh orang orang Genk Kobra Beracun," sebaiknya nya bang Ucok dan bang Beni bermain di belakang layar saja "Kata Gandi memberi saran.


"Baik'," Tuan Gandi saya dan Beni juga sependapat dengan Tuan," jawab Ucok


"Bagus," Cok kalau begitu silahkan Ucok sibuk dulu di sana saya di sini lagi mengobrol bersama Ketua Macan Putih yaitu kang Ujang Suparman,"


"Silahkan," Tuan dan sampai kan salam saya pada Abang Ujang Suparman," kata Ucok,


"Telepon pun berakhir dan Gandi pun berjalan kearah kursi yang sedang berada di ruangan tengah apartemen.


"Ketua ada salam dari Abang Ucok sama Bang Beni," kata Gandi yang sudah duduk di kursi dengan kang Ujang Suparman


"Gandi pun menjelaskan obrolan dengan Ketua Macan Putih dan memberi tahukan informasi yang barusan di terima oleh Ucok


"Menurut," ketua bagaimana apakah kita akan melaporkan kepada Tuan Alex atau tidak sama sekali atau pun membantu pihak Elisabeth Ardana karna yang kutahu hubungan Elisabeth Ardana dan Tuan Besar Abdullah sangat dekat," tanya Gandi meminta saran kepada Ujang Suparman.


"Lebih baik kita tidak usah mencampuri urusan dari mereka," karna masih minim nya kekuatan dari kita," walaupun pertarungan di ujung Pelabuhan waktu itu kita memenangkan nya," tapi setahu informasi yang saya dapatkan itu hanya seperempat nya anggota Genk Kobra Beracun dan lebih baik kita tunggu dulu penobatan dari Tuan muda Harsya mengakusisi kan perusahaan dan mengikrarkan Harsya sebagai pewaris tunggal perusahaan XFRES GROUP," kata kang Ujang Suparman.


"Kalau untuk sekedar memberi tahukan kepada Tuan Alex itu terserah tuan Gandi cuma jawaban akan sama dengan saya," kata kang Ujang lagi


"Gandi hanya manggut manggut saja,"


"Sementara di jalan raya labuan Cianjur menuju kota Jakarta tepat nya sampai di kawasan Puncak" seorang pemuda tampan sedang beristirahat di daerah kawasan puncak pas Cianjur Bogor.


"Motor pun berhenti tepat di warung sisi jalan yang sedang berjualan jagung bakar atau semacam kopi dan mie rebus di kawasan puncak yang udara nya dingin.


"Bu kopi Hitam satu," ucap pemuda itu yang sudah duduk di emperan warung sisi jalan tersebut.

__ADS_1


"Siap....." aa ," balas pedagang kopi tersebut.


"Tidak lama kemudian gadis cantik sekitar usia 18 tahun menghampiri nya dan membawa kan pesanan pemuda tersebut.


"Aa ," iye kopi na Bade sareng naon deui," kata gadis cantik berbicara menggunakan bahasa Sunda.


"Atos," hatur nuhun pisan teteh," jawab pemuda itu membalas nya dengan bahasa Sunda.


"Karna situasi warung kopi tersebut sedang dalam keadaan sepi karna bukan nya hari libur," maka gadis itu pun berinisiatif untuk mengajak ngobrol pemuda tampan yang baru pertama sudah mengikat hati gadis tersebut.


"Gadis itu berjalan melangkah menuju pemuda yang sedang duduk di emperan kios milik ibu nya dan sampai di dekat pemuda itu lalu mulai berkata.


"Aa, wios Neng calik Didie," Kata Gadis cantik dengan lesung Pipi yang sempurna.


"Mangga," Neng," calik " sahut lelaki yang bernama Harsya


"Aa Bade kamana sareng tos timana ," tanya gadis yang sudah duduk sesekali memandang kearah kebun teh di kawasan puncak Bogor.


"Pemuda yang sedang menyeruput kopi pun menjawab," Aa tos ti Cianjur Selatan ayena Bade ka kota Jakarta


"Ohk....." aa damel di kota Jakarta," tanya lagi gadis manis yang belum tahu nama nya


"Muhun neng geulis damel janten ojeg online," goda pemuda itu


"Gadis itu seketika wajahnya memerah di panggil gelis / cantik oleh pemuda yang di ajak ngobrol di sela istrahat sore hari nya.


"Obrolan pun berlanjut renyah dan ceria dan saling memperkenalkan diri nya masing masing sembari memberikan kontak Wasttap dari gadis tersebut, karna obrolan pun sudah lama sedengken pemuda itu masih jauh perjalanan menuju kota Jakarta akhir nya minta ijin kepada gadis tersebut untuk melanjutkan perjalanan nya menuju kota Jakarta.


"Neng," Tini sanes aa kurang Sono sanes teu betah ngobrol sareng Nenk Tini," tapi perjalanan masih keneh tebih," kata pemuda basa basi meminta ijin kepada gadis yang bernama Tini Supartini.


"Ohk muhun mangga aa hati hati di jalannya," jawab gadis itu.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2