
"Brow............ Ken dan Rex sedang ngapain pake acara mengintip segala." Tegur satu suara dari arah belakang dengan suara pelan.
Riyan. Dan mereka berdua yang mengetahui ciri khas suara itu, langsung membalikkan badan dan langsung telunjuk jari nya dia simpan dalam bibir nya.
"Tuan Muda. Tuan Galang dan Tuan Fander, ucap mereka bertiga setelah telunjuk mereka yang di simpan di bibir nya terlepas.
"Bagiamana keaadaan di dalam.?" Tanya Harsya.
"Ucok sedang bertarung melawan bos dari para pengawal, lalu Riyan pun menjelaskan semuanya rencana yang sudah di buat oleh Tsubasa ternyata tidak berjalan dengan sesuai rencana." Kata Riyan.
Sekarang coba kau kirim pesan kepada Tsubasa dan kapan mulai penyerangan untuk menyelamatkan Cok Ben." Titah Harsya.
"Sudah Tuan Muda, balasan dari Tsubasa setelah melihat pertarungan antara Naga Tomo dan Ucok. Yang di takutkan oleh Tsubasa bukan yang sedang bertarung tapi ketujuh lelaki yang pakaian persis seperti ninja." Kata Riyan.
Harsya Pun langsung mengintip di balik celah tembok yang terlihat bolong dan melihat pertarungan antara Ucok dengan lelaki sipit malam itu.
********
"Apa yang Terjadi.?"
Ketika Naga Tomo merasa memilik kesempatan untuk menendang ke bagian atas tubuh ucok yang terbuka, tanpa dia sadari bahwa dia itu hanya lah pancingan saja. Karena setelah itu. Ucok langsung merunduk dan menyapu kaki Naga Tomo yang terdiri dengan satu kaki.
Akibat rapuhnya pertahanan dari sebelah kaki saja, maka sapuan kaki Ucok itu pun dengan mulus membuat kaki Naga Tomo tergelincir. Selanjutnya dapat di ketahui bahwa Naga Tomo jatuh terbanting ke tanah dengan suara keras.
Saat ini Ucok seperti kesetanan apa saja di bagian tubuh Naga Tomo seperti sekarung tepung.
Bunyi bak bik buk pun terdengar bercampur teriakan kesakitan dari mulut Naga Tomo.
Kini semua mulut anak buah Naga Tomo ternganga dengan lebar seperti Goa sigotaka.
Mereka seperti bermimpi melihat bos nya di pukuli harus menjerit kesakitan tanpa ada yang membantu.
Setelah melihat kedipan dari Tsubasa kepada Ucok. Ucok pun paham akan hal kedipan itu. Lalu dia mulai menarik rambut dari Naga Tomo dan langsung dengan tangan kanan di tekan di kepala nya tangan kiri di simpan dalam bawah dagu, lalu dia putarkan dengan cukup keras dan terdengar suara.
"Kraakkkkkkk.!
__ADS_1
Suara leher patah dengan ambruknya Naga Tomo di tangan Ucok.
"Ketika Ucok mulai menegakkan badan nya. Tiba tiba tendangan dari arah belakang yang cukup keras tepat mengenai punggung nya dan Ucok pun langsung terhuyung ke arah tanah.
Tujuh Berpakaian ninja pun langsung mengelilingi Ucok, ketika dia tersungkur di tanah.
Sementara Beni yang mau ikut membantu Ucok pun kini di kelilingi oleh beberapa pengawal Naga Tomo yang sudah tewas. Tsubasa, Morizaki, Hutomo dan Izizaki beserta Misaki langsung melawan para pengawal yang mengelilingi Beni, serta berteriak.
"Masukkkkkkkkkkkkkkkkkkk.!! Teriak Tsubasa menyuruh masuk kepada Riyan bersama Ken dan Rex yang ada di luar.
"Seraaaaaaaaaaaaaaaang.! Teriak Harsya membuat para pengawal terkejut dan kaget setelah mendengar teriakan keras dari arah luar dengan berjumlah enam orang.
"Fander dan Galang serta Ken dan Rex berlari seraya menembakan beberapa tembakan kearah ninja dan para pengawal yang mengelilingi Beni.
"Tembakan yang mengarah ke para ninja tak ada satu pun yang mengenai sasarannya, berbeda dengan tembakan yang mengarah kepada para pengawal Naga Tomo yang tepat pada dada dan badan lainnya.
Dua puluh pengawal Naga Tomo pun kini mati terkena tembakan dari pistol yang di arahkan oleh mereka berempat.
Sementara Harsya dan Riyan kini menghadapi dua ninja tertatih secara bersamaan. Ucok dan Beni melawan empat ninja lainnya sementara kelima mantan anak buah naga Saki Sempur yaitu Tsubasa dan kawan kawan melawan ninja yang tersisa.
Mereka berempat yang sudah hampir habis membantai pengawal Naga Tomo dengan pistolnya segera membantu Tuan muda yang sedang bertarung dengan ninja yang cukup lihai.
Pertarungan yang tak seimbang antara satu ninja melawan Harsya yang di bantu oleh Gandi dan Fander bersama Galang dan kedua warga negara asing itu Ken dan Rex pecah dalam halaman Markas Besar itu.
Mereka berenam seperti orang kesetanan memukul ninja itu tanpa henti.
Sudah tidak terhitung lagi jumlah pukulan dan sepakan dari mereka berenam sehingga seluruh tubuh milik ninja itu keluar darah dari arah bagian bagian tertentu.
Setelah Ninja yang pertamanya melawan Tuan Muda Harsya tumbang, kini Fander langsung tatapan mata nya kearah Riyan yang terkena pukulan dalam perut oleh ninja itu.
Dorr.............!!
Tiba tiba satu peluru melesat dengan kelajuan tinggi menghantam tepat di tengah tengah kepala belakang itu membuat lelaki berpakaian ninja itu jatuh terkangkang dengan nyawa lepas dari raga nya.
"Bagus Fander....... Kata Harsya sambil mengacungkan jempol nya.
__ADS_1
"Kalian berempat bantu Cok Ben." Kata Harsya berteriak memberi perintah.
Mendengar teriakan Harsya. Gandi, Galang, Ken dan Rex segera bergegas kearah Cok Ben menghadapi keempat ninja yang sedang berkelahi dengan mereka berdua.
Dua dari mereka berempat yang sedang bertarung melawan Cok Ben pun langsung berlari untuk melarikan diri. Tampa basa basi Fander dan Gandi pun langsung mengarahkan pistolnya kepada dua ninja itu yang sedang berlari.
"Dooorr..........!!
"Dooorr..........!!
Dua butir timah langsung menembus punggung dua ninja itu. Membuat dua ninja yang sedang berlari jatuh tertelungkup ke tanah.
"Periksa apakah anjing anjing ini masih hidup atau sudah tewas.?" Kata Harsya.
Fander dan Gandi langsung membalikkan tubuh dua ninja itu bersamaan. Setelah mereka memeriksa nya ternyata mereka berdua masih hidup.
"Bereskan kedua orang ini Fander.! Aku tidak mau manusia berhati iblis ini hidup, hanya akan mengotori dunia saja." Kata Harsya memberi perintah.
"Dengan senang hati Tuan Muda." Kata Fander
Lalu.......!
"Dooor.......!
"Dooor.........!
"Abang Ucok dan Beni segera selesaikan dan jangan buang buang waktu." Titah Harsya.
"Siap Tuan Muda...........!! Lalu mereka berdua pun secara ganas mulai menyerang dengan gaya seni beladiri akan padepokan yang terlihat cantik dan sedap di pandang mata, tak kurang lima menit mereka berdua pun kini telah menumbangkan kedua ninja itu.
Setelah semuanya tewas tidak ada yang tersisa satu orang pun. Harsya bersama para pengawalnya pun langsung pergi meninggalkan mayat mayat yang tergeletak di halaman Markas Besar TRI FUTURE COMPANY GRUP mengikuti ke lima orang Jepang yang telah bergabung dengan nya.
Tak berapa lama setelah pemuda Pemilik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP selesai menelepon dengan Brigadir Anton Sideka serta mengabarkan misi telah berhasil tinggal pembersihan oleh pihak penegak hukum. Hanya selang satu jam Suara sirine mobil kepolisian pun datang ke lokasi tersebut.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1