
Tuan muda.....! Saya sebagai sahabat ayahmu bila di ijinkan sangat ingin bertemu dengan Suhardi teman kelas ku dulu dan Elisabeth serta kedua pengawal pribadimu Cok Ben. Karna ada sesuatu yang akan di bicarakan kepada mereka terutama kepada Suhardi.! Karna waktu itu sebelum tragedi menimpa ayah dan ibumu. Ismail pernah berkata kepada saya, Suhardi, Elisabeth dan Ucok sama Beni.
"Seandainya aku dan istriku sudah tidak berada di bumi ini....! Kau Iskandar dan Suhardi Beserta Elisabeth jangan pernah berbicara kepada orang lain bahwa kau sahabatku. Sampai suatu saat tiba dimana Ucok dan Beni menjaga putra ku dan membawa kepada kalian bertiga. Tuan Iskandar menjelaskan kepada pemuda tampan bernama Harsya itu.
"Wajah pemuda itu mendongkak keatas langit langit ruangan. Lalu dia menunduk Air mata nya jatuh dari kelopak mata yang bening dia lalu menyeka seketika dan berkata.
"Paman." Rahasia dan Misteri apalagi yang ayah saya belum aku ketahui saat ini....! Sungguh Terlalu banyak kejutan kepadaku. Sehingga beban yang aku pikul akan semakin berat." Apakah aku akan sanggup memikul nya." Lirih pemuda itu seraya menyamping duduk nya dan memeluk Tuan Gandi karna sungguh tidak percaya dengan semua ini.
"Gandi pun terenyuh hatinya dan mengelus ngelus punggung nya seraya berkata kepada pemuda yang ia peluk untuk sabar dan ikhlas jalan yang kau tempuh.
"Setelah reda dalam tangisan dan pelukan layaknya seorang adik kepada kakaknya. Harsya pun mengangguk kepada Tuan Iskandar. Dan berkata kepada Fander
"Fander tolong segera telepon Tuan Suhardi bahwa saya menunggu nya di sini bersama dengan sahabat ayahnya."Perintah Harsya kepada lelaki yang duduk bersama seorang Gadis cantik.
Baik' Tuan Muda." Balas Fander lalu mengeluarkan ponselnya dan langsung memencet panggilan telepon.
"Disaat Fander sedang menelepon. Gandi meminta ijin untuk memberi kabar kepada Dirga dan Azis untuk rencana malam ini.
"Tuan Muda ijin untuk menelpon kepada yang ikut andil untuk penyergapan di Kobra kafe." Kata Gandi.
"Silahkan. Kak. Lirih Harsya.
"Nak Harsya.....! Ada urusan apa dengan Genk Kobra." Tanya Tuan Iskandar. Penasaran dengan mimik sedih.
"Paman setelah mereka mengetahui bahwa Cucu Kakek Abdullah masih hidup. Mereka menargetkan ku. Sama hal nya waktu Ayah dan Ibu serta aku di buru dengan sadis dan kejam oleh Genk Kobra Beracun." Kata Harsya dengan sorot mata yang tajam.
"Paman Iskandar hanya manggut-manggut Tampa berani berkomentar.
"Disaat obrolan berlanjut antara Iskandar dan seorang anak muda yang dia tahu anak sahabatnya dan bersama Riyan. Dari luar terdengar ketukan pintu menandakan ada orang yang mau masuk....!
"Masuk....! Teriak lelaki bernama Iskandar itu.
"Kreat........! Pintu pun terbuka dan muncul lah salah satu pelayan kafe menghampiri nya di ikuti oleh lelaki seumuran nya seraya tersenyum kepada Manajer kafe itu.
"Harsya yang mengetahui lelaki di belakang itu adalah Paman Suhardi buru buru dia berdiri dan berjalan menghampiri nya.
"Paman. Sapa Harsya seraya mencium tangan nya.
__ADS_1
"Anakku....! Harsya' kuatkan hatimu dan selalu sabar serta ikhlas dengan semua misteri yang datang selalu tiba tiba." Kata Suhardi seraya memeluknya dan mengelus ngelus punggung nya.
"Setelah melepaskan pelukan pemuda tampan itu kini dia berjalan menghampiri teman yang 11 tahun tidak ketemu karna ada yang tidak bisa author cerita kan dalam bab ini.
"Begitu juga dengan Iskandar dia pun berdiri dan melangkah kan kaki nya untuk berjalan sama sama menghampiri lelaki yang sudah ia rindukan saat ini.
"Su...." Suhar....." Suhardi......! tergagap suara yang begitu serak mata mengeluarkan Air mata.
"Is...'' Iskan...." Iskandar....! Sama hal yang di rasakan oleh Suhardi saat ini.
"Mereka berdua berpelukan melepas kerinduan selama ini diantara mereka berdua.
"Seketika Suhardi dan Iskandar sama sama teriak bersamaan.
"Ismail lihat lah........!
"Ismail tengok lah.......!
"Ismail kau begitu hebat.......!
"Ismail kau sahabat yang bisa membuat kami bahagia.......!
*
*
*
Kriiiiing......! Kriiiiing........! Kriiiiing......!
"Halo......! Kak Gandi. Kata salah satu suara di seberang telepon.
"Dirga. Sekarang posisi kamu berada dimana." Tanya Gandi dalam panggilan telepon nya.
Saya sedang bersama Azis dan Ken serta Rex di kantin kampus baru saja beres mengobrol bersama mahasiswa yang baru masuk tadi pagi." Jawab Dirga.
"Saat ini juga kau bersama mereka bertiga berangkat menuju Mansion Tuan muda yang ada di Pondok Indah." Perintah Gandi kepada mereka berempat.
__ADS_1
"Baik." Kak. Balas Dirga seraya menutup panggilan telepon nya.
"Azis dan Kalian berdua lest' go' kemon. Kita menuju Mansion yang ada di Pondok Indah malam ini kita berpesta.'' Ajak Dirga.
"Monke, go' lest'. Sahut Azis seraya beranjak dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Ken dan Rex.
"Mereka berempat pun langsung menuju mobil masing masing dan meluncur dari kampus Gunadarma menuju perumahan Elit di Pondok Indah Jakarta Selatan.
"Tidak lama kemudian tiga mobil mewah pun lalu membantingkan setirnya menuju perumahan Elit dan tiba lah di salah satu pagar yang gerbang yang begitu tinggi. Penjaga post di Mansion itu pun segera membuka kan pintu pagar nya.
"Ketiga mobil itu melaju dengan pelan memasuki halaman Mansion dan berhenti tepat di samping mobil Avanza Veloz.
"Halimah, Syamsul, Fatimah dan Bimo Serta Irma yang mengetahui kedatangan mobil mewah masuk ke halaman Mansion milik Tuan muda Harsya segera keluar untuk menyambut nya.
"Dirga, dan Azis beserta Ken dan Rex pun menghampiri mereka lalu berkata salah satu diantara mereka yang baru tiba.
"Nona Halimah Apakah yang lainya sudah datang." Tanya Dirga.
"Belum.....! Seraya geleng-geleng kepala nya.
"Lebih baik masuk saja terlebih dahulu." Ajak Halimah.
"Baiklah.....! Lest' go' kemon." Ajak Dirga.
"Monke go' lest'. "Balas Azis.
"Satu jam kemudian menjelang senja datang, satu mobil Pajero sport warna hitam melaju dengan pelan memasuki halaman Mansion di ikuti mobil BMW keluaran terbaru dari arah belakang dan berhenti bersejejer dengan mobil lainnya.
"Dalam mobil Pajero sport turun lah dua lelaki dewasa berbeda usia dengan pakaian yang sangat elegan dan pantastis. Sedangkan dari mobil yang satu nya lagi dengan memakai sepatu merk terkenal dan celana jins dan kaos oblong menambah kegagahan nya di tambah lagi badan yang berotot menambah kemacoan nya di lelaki yang status duda Tampa anak itu.
"Bagi Galang Mega Ardana ini adalah pengalaman pertama ikut dalam penyergapan dan membantu tuan muda Harsya untuk mengikis kekuatan dari organisasi yang di pimpin oleh Dani Rustandi. Dia dari kecil sampai dewasa belum pernah yang nama nya berkelahi atau pun kekerasan. Karna rasa sakit nya penghianat Tan yang dilakukan oleh Dani dan kekecewaan oleh Anastasia di jadikan obyek untuk merebut perusahaan milik ibu nya. Menjadikan dia seperti manusia yang berdarah dingin.
"Tuan Galang. Ayo kita masuk." Ajak Maman Tomat.
"Ehk...! " Iya....! Balas Galang terbata bata karna lamunan nya buyar seketika itu.
"Mereka bertiga pun langsung berjalan memasuki Mansion mewah yang sudah menunggu beberapa orang di ruangan keluarga tersebut.
__ADS_1
Bersambung.