TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Misi Terakhir


__ADS_3

Tuan Besar...........! Ucok di sini siap menerima perintah." Jawab satu suara yang menjawab telepon masuk nya itu.


"Cok.........! Bagaimanapun keadaan mu.! Dan sekarang kau sedang berada dimana? Tanya Dani dari sebrang telepon.


"Tuan Besar saat ini saya sedang berada jauh dari kota besar bersama dengan Beni setelah mengetahui keberadaan dari Suparno dan Boled tewas di tangan orang orang yang tidak di kenal. " Ucap Ucok berbohong kepada penelepon itu.


"Apa.............! Pantes mereka berdua nomor nya tidak aktip sampai sekarang? Kaget Dani Rustandi. Lalu melanjutkan lagi pembicaraan dalam sambungan telepon nya itu.


"Cok saya besok akan kembali ke Indonesia melalui jalur laut, dan akan sampai pukul delapan malam di pelabuhan merak, Berbeda dengan adik Ipar saya menggunakan jalur Udara Internasional Soekarno-Hatta kemungkinan akan tiba lebih cepat, saya minta kau untuk mengawasi adik ipar Ruli Siregar Rusady, karna saya curiga dia sedang menyembunyikan sesuatu dari saya." Dani memberi tahukan kepada Ucok panjang lebar dalam sambungan telepon nya itu.


"Sudah kuduga Tuan Besar, saya dari awal semenjak perusahaan KOBRA COMPANY GRUP di atas namakan Anak dari Gareng, di situlah saya dan Beni mulai curiga kepada Ketua Gareng itu, tetapi saya tidak mau memberi tahukan kepada anda, karna posisi anda bersama Ruli Siregar Rusady alias Gareng terikat saudara." Jawab Ucok memancing kolam yang sudah keruh.


"Apa yang kau katakan itu betul Cok dan masuk akal, lebih baik besok kau pantau lah gerak gerik Gareng bersama anak dan istrinya mungkin malam ini dia akan menelepon kepada anak nya itu." Titah Dani.


"Baik Tuan Besar saat ini juga saya akan kembali ke Kota Jakarta." Jawab Ucok.


"Cok bawa beberapa Preman bayaran untuk membuntuti gerak gerik Gareng kemungkin terbesar dia membawa beberapa pengawal dari Naga Saki Sempur orang orang yang sangat terlatih." Kata Dani mengingat kan.


"Siap Tuan Besar saya mengerti kalau begitu saya akhiri telepon masuk ini, silahkan anda beraktifitas di sana, saya dan Beni akan segera berangkat." Kata Ucok mengakhiri panggilan telepon itu.


Setelah telepon berakhir Dani tidak langsung beranjak tapi mata nya menatap kearah satu pria yang dari tadi memperhatikan di kejauhan, Ia menyadari bahwa yang memperhatikan itu adalah anak buah dari Naga Saki Sempur.


Pria paruh baya itu langsung beranjak berjalan bukan kembali ke kamar hotel tetapi berjalan kearah samping dengan berpura pura ponsel ia simpan dalam telinga nya dan bersuara cukup keras untuk menjebak pengintai itu dengan tangannya sendiri.


Lalu dia masuk kedalam kamar mandi yang berada di sekitaran hotel tersebut, benar dugaan Dani lelaki itu membuntuti dari arah belakang.

__ADS_1


"Bugh............!


"Praak...........!


"Tuzzzz..........!


"Mati kau bangsat.........!


Sebuah pukulan dan tendangan, langsung melesat kearah lelaki penguntit itu, dan tidak di lama kan lagi langsung dia tikam jantung nya melalui pisau belati, hingga lelaki itu terkapar di WC Hotel yang jarang di gunakan itu.


Setelah mengetahui bahwa lelaki pengungkit itu sudah tidak bernyawa, buru buru Dani menghilangkan jejak mayat itu dengan memasukan kedalam tong sampah, dan mulai membersihkan darah yang berceceran di lantai kamar mandi tersebut.


Aku tidak menyangka Adik Ipar ku akan menghianati ku." Ucap Dani dalam hati.


*******************************************


Sesuai dengan perintah dari Tuan Muda kini yang tinggal di ruangan itu, ada Halimah, Tuan Alex, Cok Ben, Gandi, Maman Tomat, Iwan kupluk serta Ken dan Rex beserta Ujang Suparman dan dirinya sendiri.


"Tuan Muda silahkan kemukakan untuk esok hari membantai Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady di pelabuhan merak kota Cilegon itu." Pinta Tuan Alex.


"Baiklah, Paman Alex biarkan Ucok yang akan memberikan informasi terlebih dahulu tentang kepulangan mereka berdua." Kata Harsya mempersilahkan kepada Ucok.


"Begini, Tuan Muda dan Tuan Alex serta yang ada di sini, sebelum rapat di mulai saya menerima kabar telepon dari Dani Rustandi, bahwa mereka berdua keberangkatan menuju kepulangan ke negara ini menggunakan dua jalur.


Gareng melakukan jalur udara dan akan tiba lebih cepat sebelum Dani Rustandi yang menggunakan jalur laut. Perlu kalian tahu kita akan sulit membantai Gareng ketimbang membantai Dani Rustandi, Kenapa saya berkata begitu, karna Gareng akan di kawal oleh orang orang dari Naga Saki Sempur yang sangat terlatih di negara nya. Maka dengan itu kita harus siap siaga dengan menggunakan pasukan sepuluh anggota Macan Putih untuk menghadang kekuatan lawan dari pengawal Gareng. " Kata Ucok.

__ADS_1


"Hmmmmm." Mungkin saat nya bagi ku mendapatkan lawan yang sepadan kali ini. " Gumam Ujang Suparman.


"Ucok kenapa hanya Gareng saja yang mendapatkan pengawalan x-tra ketat dari Naga Saki Sempur, sedangkan Dani tidak mendapatkan perhatian khusus dari ketiga sahabatnya itu.? Tanya Tuan Alex.


"Karna Dani Rustandi sudah menolak penggabungan perusahaan KOBRA COMPANY masuk dalam jajaran perusahaan gabungan milik mereka bertiga. Setelah mengetahui bahwa perusahaan yang di rebut dari Khabil Ardana tertera nama anak nya Ruli Siregar Rusady, maka mereka bertiga langsung melobi Gareng tanpa sepengetahuan dari Dani Rustandi dan di sambut baik oleh Gareng tentang tawaran dari mereka bertiga. " Ucok menjelaskan panjang lebar kepada mereka yang hadir di ruangan hotel mewah tersebut.


"Berarti tujuan dari Gareng kembali ke negara ini hanya untuk menjemput anak dan istrinya.? Tanya Maman Tomat ikut bertanya.


"Kemungkinan tujuan dari Gareng mengarah kesitu. " Jawab Ucok seraya mengusap ngusap dagu nya dengan tangan mata menatap jauh ke awang awang.


"Baiklah, aku sudah mengerti, untuk kalian semua dengarkan perintahku saat ini juga." Lantang dengan suara keras Harsya memberi perintah.


"Kami siap menerima perintah dari anda Tuan Muda." Ucap mereka serentak di ruangan itu.


"Ujang Suparman, bersama 10 Matih untuk segera berangkat ke bandara internasional Soekarno-Hatta dan masuk serta menyamar menjadi petugas di bandara tersebut dengan di bantu oleh Gandi.


"Kami siap menjalankan perintah dari anda Tuan Muda.!! Ucap Ujang dan Gandi.


"Untuk Tuan Alex, Maman, dan Iwan kupluk malam ini berangkat ke pelabuhan merak dan bawa beberapa pengawal untuk menyergap Dani Rustandi esok hari kedatangan nya.


"Siap Tuan Muda." Jawab nya mereka bertiga.


"Sisa nya Ken dan Rex anda berdua memantau pergerakan istri dan anak nya Ketua Gareng. Ingat kalian berdua di saat Ujang Suparman dan Gandi pecah perkelahian dengan orang orang yang di bawa oleh Gareng, kalian berdua sudah mengamankan posisi istri dan anaknya. Ajak sekalian Fander dalam misi kali ini." Titah Tuan Muda.


"Baik Tuan Muda.!!

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2