
Seorang pemuda yang cukup tampan berkulit putih dan mata yang sangat bening sedang duduk di salah satu Black Kafe tepatnya di salah satu jalan yang menuju keluar kota Jakarta.
Sudah tiga kali dia menelepon sahabatnya tapi tak kunjung dia angkat, pikiran nya sedang kacau karna ulah dari kekasihnya Dewi yang terang terangan untuk memusuhi pemuda pemilik perusahaan terbesar se-Asia tersebut.
Bila dia menolak permintaan dari kekasih nya, maka kata putus pun terucap oleh gadis cantik berambut sebahu itu. Akan tetapi bila dia mengikuti keinginan dari kekasihnya maka ketakutan dari dirinya kemarahan kedua Orang Tua nya yang jelas jelas berpihak kepada Harsya, karna berkat bantuan dari Tuan Besar dan perintah dari Harsya sahabatnya keluarga nya di bantu dari lubang kemiskinan.
"Kriiiiing''...............!
"Kriiiiing''...............!
"Kriiiiing''...............!
Ponsel pemuda itu pun bergetar dan berdering, dengan cepat dia melihat ponsel dari layar kacanya dan dia tersenyum setelah melihat siapa yang telah menelepon nya itu.
"Halo.............! Tuan Muda mohon maap saya tadi menelepon mu karna ada yang mau saya tanyakan." Ucap Riyan yang menjawab telepon, dan sedikit canggung dalam obrolan nya.
"Riyan Kau kenapa.?" Aku sangat tidak suka sahabat ku memanggil diriku dengan sebutan Tuan Muda." Keluh Harsya di sebrang telepon.
"Maa..... Maapk..... Maapkan saya.! Tuan..... Ehk Brow." Kata Riyan tergagap.
"Riyan sekarang kau sedang dimana.? Lebih baik kita bertemu." Tanya Harsya.
"Saya sedang berada di Black Kafe brow. Kita bertemu di mana?" Tanya Riyan sudah seperti biasa dia berbicara.
"Ok." Riyan kalau begitu bagaimana kalau kita bertemu di Kafe bintang saja.?" Tanya Harsya.
"Siap Brow............ Saat ini aku meluncur." Kata Riyan.
"Baiklah aku tunggu sahabat ku." Jawab Harsya seraya mematikan telepon masuknya.
"Pelayan bil nya." Kata Riyan setelah mengakhiri panggilan telepon nya itu.
Setelah Riyan selesai dengan panggilan telepon dan membayar minuman di Black Kafe, dia langsung pergi keluar menghampiri mobil nya.
*******
Sementara Harsya sendiri dia bersiap siap untuk keluar menemui sahabatnya di kafe bintang yang barusan janjian lewat telepon.
__ADS_1
"Sayangku............ Kakak mau keluar dulu mau nemuin Riyan di Kafe bintang." Teriak Harsya kepada istrinya yang ada di dapur sedang makan rujak.
"Iyaa Kak Harsya........ Nanti pulangnya mampir ke toko manisan yaa. Beliin manisan pala sama mangga muda." Jawab Halimah dengan nada tinggi.
"Siap........ Sayang.........! Lalu melangkah keluar menuju mobil mewah milik nya.
"Mang Jaka........... Tolong siapkan mobil Sport BMW yang baru di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing mau saya pake sekarang juga." Titah Harsya menyerahkan kunci mobilnya.
"Baik' Tuan' Muda..........!!
**************
Satu unit Mobil sport warna putih melesat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan di siang hari itu menuju kawasan Kebayoran baru. Tak lama kemudian mobil sport itu pun lalu membelokkan kemudi setirnya dan masuk ke salah satu bangunan yang terlihat megah dan menjulang tinggi keatas.
Mobil sport itu pun melaju dengan pelan menuju tempat parkir yang tersedia kosong di samping mobil Honda Brio RS dan berhenti.
Beberapa para penjaga berlarian menuju mobil yang baru tiba itu. Serta membuka kan pintu mobilnya.
"Selamat datang Tuan Riyan." Ucap penjaga seraya membungkuk hormat.
"Siap Tuan'...............!
Ketika pemuda itu mau melangkah masuk menuju Kafe bintang, dari arah pintu bangunan terdengar suara knalpot racing dan terlihat mobil Mewah BMW yang sudah di modifikasi dengan Ban ceper dan knalpot racing terlihat cantik dan sedap di pandang mata.
Semua orang orang yang melihat kagum dengan mobil yang baru masuk tersebut hingga tidak menyadari bahwa pemilik mobil tersebut adalah Tuan Muda pemilik perusahaan terbesar se-Asia tersebut.
Para penjaga yang ada di depan gerbang masuk maupun yang ada di dalam kafe hanya bisa melihat tanpa menyadari siapa sosok yang ada dalam mobil super mewah itu.
Tak lama kemudian seorang pemuda tampan turun dari mobil tersebut dan langsung berjalan. Beberapa pengawal yang mengetahui bahwa yang turun dari mobil mewah adalah Tuan Muda Harsya, seketika langsung berlari menghampiri nya serta membungkuk hormat.
"Selamat datang Tuan Muda. Mohon maaf atas ketidaktahuan kami sehingga melalaikan tugas dari anda." Ucap Maman Tomat membungkuk hormat bersama lainnya.
"Kak Maman tak usah berlebihan begitu, antar aku keruangan khusus ada yang mau di bicarakan bersama sahabat ku Riyan. Yang lainnya silahkan kembali ke tempat masing masing." Ucapnya seraya berjalan kearah sahabat nya.
"Riyan.............!! Sahabat ku." Ucap Harsya memeluk hangat dirinya. Membuat Riyan meneteskan air matanya.
Cukup lama mereka berdua berpelukan menahan rindu yang baru bertemu setelah hampir tiga bulan tidak bertemu.
__ADS_1
"Sudah jangan cengeng ahk. Malu di lihat orang." Ledek Harsya menyeka air mata sahabat nya.
"Thank you brother." Jawab Riyan.
"You're welcome." Kata Harsya.
"Tuan Muda mari kita keruangan." Ucap Maman Tomat mempersilahkan.
"Mari Kak............ Jawab Harsya seraya berjalan bersama dengan Riyan di depan.
Setelah Tiba di satu ruangan khusus Riyan dan Harsya sudah duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut, lalu Tuan Muda berkata kepada Maman Tomat.
"Kak Maman, bisa kah saya meminta tolong." Pinta Harsya.
"Dengan senang hati Tuan Muda.! Pertolongan apakah yang di minta kepada saya.?" Tanya Maman dengan hormat dan ramah.
"Begini Kak Maman tadi istriku berpesan minta di belikan Manisan pala sama mangga muda tapi mangga muda nya yang ada dalam pohonnya langsung." Ucap Harsya tertawa dalam hati.
Maman dan Riyan beserta beberapa pengawal terkejut setelah mendengar perkataan dari majikan nya itu. Mereka terkejut bukan tentang manisan pala serta buah mangga muda, tetapi permintaan dari Nona Muda Halimah.
"Tu.... Tuan..... Muda, apakah Nona muda Halimah sedang mengidam.?" Tanya satu lelaki pengawalnya yang sudah beristri.
"Tuan Muda langsung melongo mata nya melotot bibir menganga terbuka lebar." Apakah iya Istriku sedang ngidam berarti aku akan menjadi seorang ayah. Ucap nya kaget dan terkejut lalu melanjutkan perkataan nya lagi.
"Akhir Akhir ini Istriku suka meminta yang aneh aneh Paman, kadang kadang dia marah marah tidak jelas, kadang dia manja, dan tadi siang dia meminta Inah dan Ineh di bikinkan rujak." Kata Harsya berkerenyit dahi nya.
"Sebaiknya Nona muda di bawa ke dokter kandungan untuk di periksa, biar mengetahui kondisi nya. Apakah sedang hamil atau tidak." Saran Maman Tomat.
"Baiklah Kak Maman sore ini saya akan menghubungi dokter pribadi saya untuk memeriksa keadaan Halimah." Jawab Harsya.
"Itu lebih baik Tuan muda. Kalau begitu saya pamit untuk membeli permintaan dari Nona Muda Halimah." Pinta Maman.
"Silahkan Kak.
Setelah kepergian para pengawal Harsya kini di ruangan khusus itu hanya ada Riyan dan Harsya untuk mengobrol entah apa yang akan di bicarakan oleh Riyan kepada sahabat nya pemilik perusahaan terbesar se-Asia tersebut.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1