
"Tuan Muda kalau sudah begini apa yang akan kau lakukan terhadap ke-tiga sahabatmu, serta kedua anak buah, yang satu nya anak dari orang kepercayaan Tuan Besar.?" Tanya Suhardi melihat dari ruangan manajer restoran itu.
"Biarkan terlebih dahulu Paman. Kita akan terus mengikuti alur dari mereka berlima sampai kapan mereka akan terjebak dalam lumpur noda yang salah." Ucap Harsya.
"Terus rencana kedepannya bagaimana. Orang dari perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP sudah mengetahui jati diri anda. Kemungkinan terbesar akan memburu Tuan Muda.?" Tanya Rijki kini yang bertanya.
"Sebelum mereka memburu ku. Aku terlebih dahulu yang akan memburu mereka." Jawab Harsya dengan mata yang begitu tajam.
***** Tuan Muda mereka sudah beranjak pergi meninggalkan restoran. Apakah tidak sebaiknya kita membuntuti mereka.?" Tanya Rijki Fadilah.
"Biarkan saja Kak. Bukti segini juga sudah kuat untuk satu alasan ke depannya. Aku tidak akan melindungi mereka bila terjadi kenapa napa.?" Kata Harsya dengan wajah sayu.
"Sebaiknya Paman Suhardi pulang dan beristirahat karna waktu semakin larut. Aku dan Rijki akan menunggu kabar dari Ujang Suparman dan Fander dari kota Medan." Titah Harsya kepada Paman Suhardi.
"Baiklah. Nak, kalau begitu paman ijin pamit untuk beristirahat." Pinta Suhardi.
"Silahkan Paman.........! Seraya di angguki oleh Rijki Anak nya.
******************************************
Malam semakin larut di kota Medan. Rohichan sudah membagi tugas kepada para anak buahnya untuk mulai penyerbuan dan menangkap keluarga Beni dan Ucok.
Dua puluh orang terlatih sudah bergerak menuju keluarga Beni dengan persiapan yang matang dan keyakinan dari mereka akan berhasil menangkap buruan yang di tugaskan oleh majikannya. Sedangkan Rohichan sendiri kini bergerak bersama sembilan belas orang para pengawal nya bergerak ke kampung sebelah Beni.
Dalam instruksi dan arahan yang di berikan oleh Rohichan tepat pukul 00:00 mereka langsung bergerak menuju rumah masing masing dan segera membantai adik adiknya dan biarkan kedua Orang Tua nya hidup. Untuk di jadikan sandera.
***** Sementara Ujang Suparman sudah bersiap di rumah Ucok setelah menjelaskan panjang lebar kepada Kedua Orang Tua serta Adik Adik Ucok, dengan sedikit drama yang bikin alot. Ketika orang orang Macan Putih yang di pimpin oleh Matih sembilan melumpuhkan dua pengintai itu, serta mengorek keterangan dari mereka berdua. Baru lah kedua Orang Tua serta Adik adik Ucok pun mengerti.
"Matih Sembilan segera bawa Orang Tua Ucok beserta Adik nya menuju bandara, kemungkinan Orang Tua Beni sudah berada di bandara untuk di bawa ke Kota Jakarta." Titah Ujang Suparman.
"Baik ketua.............. Ucap Matih sembilan.
__ADS_1
"Silahkan ikuti saya Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya." Ajak Matih sembilan.
Mereka mengangguk Tampa bersuara seraya mengikuti Matih sembilan menuju mobil yang terparkir di depan pos penjagaan.
Setelah kepergian mereka Ujang Suparman lalu mulai mengatur rencana untuk menyergap beberapa pengawal yang di kirim oleh Mister Kong Kong untuk menangkap dan menyandera keluarga dari Ucok dan Beni.
********
"Tuan Fander.......... Mereka sudah bergerak perkiraan ada sekitar dua puluh orang mendekati rumah keluarga Tuan Beni." Lapor Anggota Macan Putih melalui sambungan pesan singkat wasttap.
"Bagus......... Kita akan mulai bergerak dan bermain main bersama mereka.! Ingat Jangan sampai ada yang kabur satu pun juga." Titah Fander.
"Siap Tuan...............!!
Dua anggota macan putih dari arah belakang rumah keluarga Beni mulai bergerak di ikuti oleh kiri dan kanan serta depan rumah menyambut dua puluh musuh yang sudah mendekati dan mulai berjalan ke halaman rumah target.
Sementara pihak musuh dengan semangat tinggi dan jiwa yang bergelora, memakai pakaian kebanggaan hitam hitam persis seperti sang ninja mulai masuk kedalam penataran halaman rumah yang tampa di jaga oleh para penjaga.
Samping kiri dan kanan depan dan belakang setelah melihat musuh masuk dalam perangkap dan berada di penataran mulai bersiap siap untuk segera menghadang nya.
"Bangsat.......... Ada yang cari gara gara." Geram satu dari dua puluh orang yang berada di situ.
"Hahahaha............ Kalian berani berani nya masuk ke kandang singa dan ingin mengacau di negaraku." Kata komandan kepolisian dengan senyuman sinis.
"Aww....... Aww......... Hanya dua orang cucunguk mau melawan kami yang dua puluh orang dengan ilmu ilmu yang sangat mumpuni." Jawab salah satu dari mereka.
"Hmmmmmm." Jangan kan dua puluh seratus orang juga aku akan lawan." Geram komandan.
"Songo. Sumo dan Sikoko, beri mereka pelajaran. Biar mereka berdua tahu rasanya berhadapan dengan kita kita." Titah seorang yang mungkin pimpinan nya.
"Siap Bos....... Kata mereka bertiga serentak maju menghampiri Fander dan komandan kepolisian.
__ADS_1
Fander dan komandan kepolisian segera bersiap siap memasang kuda kuda melawan tiga orang anak buah mister Kong Kong.
"Maju bangsat.......... Ucap Fander yang sudah siap dengan kuda kuda nya.
"Hiaat.............!!
Perkelahian pun pecah di antara mereka berlima, Fander melawan dua orang sekaligus, sementara komandan kepolisian melawan satu lagi, mereka berdua saling menangkis serangan serangan yang di lancarkan oleh pihak musuh tanpa berusaha untuk membalas pukulannya.
Sementara para anggota Macan Putih dan para warga beserta anak buah komandan kepolisian masih memperhatikan kearah halaman rumah keluarga Beni. Menunggu instruksi dari Fander dengan perintah BANTAI SEMUANYA. baru lah mereka bergerak.
Fander yang mendapatkan serangan secara beruntun dari kedua musuh. Mulai menunjukkan taring ketajaman sebagai asisten yang di kirim oleh Nyonya Elisabeth Ardana. Dengan mencari celah di antara mereka berdua Fander pun berhasil membalas serangan dan telak pukulan nya tepat pada sasarannya.
"Bugh..................!!
"Bugh..................!!
"Ahk......................!! Pekik seorang yang bernama Sikoko terkena dua pukulan beruntun oleh Fander sang maestro dari negara Inggris.
"Rasain Loe bangsat...........! Bentak Fander.
"Bajingan kau........... Bule gila akan ku habisi sekarang juga dan ku kirim kau ke neraka.! Geram satu orang lagi yang bernama songo, mulai mengeluarkan pedang yang ada di punggung nya.
Fander langsung waspada, ketika pihak musuh sudah mengeluarkan pedang samurai yang ada di punggungnya. Dengan suara yang sangat kencang hingga memekakkan telinga musuh di hadapannya.
"BANTAI SEMUA NYA.
Kini dari arah samping kiri dan kanan serta depan dan belakang mulai melompat anggota macan putih menyerang langsung kearah 17 orang yang dari tadi hanya menjadi penonton pertarungan mereka berlima.
Tak ketinggalan dari arah depan para warga dengan membawa senjata masing masing seperti. Wajan. Panci. Sendok. Garpu. Piring. Dan alat alat dapur lainnya ikut membantu setelah mendengar perintah dari Fander dengan kata Bantai semua.
Perpecahan pertempuran antara dua puluh orang melawan puluhan warga dan anggota macan putih serta anggota kepolisian di halaman rumah keluarga Beni, menjadi saksi di malam hari itu.
__ADS_1
"Brang......... Breng........ Brong......... Terdengar suara di malam itu ketika alat alat dapur berbenturan dengan tubuh dari orang orang yang di kirim oleh mister Kong Kong.
Bersambung.