TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kabar Dari Ujang Suparman


__ADS_3

Tuan Muda saya mendapatkan kabar dari anak didik Macan Putih yang bertugas memantau kediaman Mansion Dani Rustandi dan Gareng Ketua Genk Kobra Beracun bahwa saat ini mereka berdua serta kedua anak nya sudah berangkat menuju pelabuhan di kota Cilegon Banten. Untuk segera menyambut kedatangan kedatangan suaminya yang kembali menggunakan jalur laut.


Tampak lelaki berusia 45 tahun sedang melaporkan berita yang ia dapatkan dari anak didiknya.


Sementara itu seorang pemuda yang berusia 21 tahun yang dia panggil dengan sebutan Tuan Muda itu hanya mengangguk saja.


"Apakah mereka berdua di kawal oleh beberapa Genk Kobra Beracun yang masih tersisa? Tanya Tuan Muda.


"Ada Tuan, hanya beberapa orang yang mengawal dan itu juga tidak memakai lambang Genk Kobra tetapi memakai baju biasa, sekilas sebagai bodyguard." Jawab Ketua Macan Putih itu.


"Hmmmm." Apakah terlihat seperti orang orang kita,." Kata Harsya kini bangkit dari kursi duduk nya.


"Bener Tuan Muda, menurut informasi yang saya dapatkan beberapa pengawal itu terlihat sangat terlatih dan jago dalam ilmu beladiri, ini bisa jadi lawan sebanding bagi saya dan 20 Matih terlatih. " Jawab lelaki itu.


"Hmmmmm." Baiklah.


"Kang, Ujang Suparman.! Atur para Matih untuk terus memata matai mereka. Aku akan mengatur beberapa orang kepercayaan dari pihak Paman Anton Sideka untuk menyusupkan di dalam hotel dimana istri istri dari Dani dan Gareng menginap malam ini.


"Baik' Tuan Muda segera saya sendiri yang ikut memantau dan memata matai mereka. Kata Ujang Suparman.


"Hmmm." Jangan di tunda lagi.! Secepatnya atur. Mungkin ini akhir permasalahan dan musuh musuh Kakek Abdullah hangus di bumi ini. " Kata lelaki Berusia muda itu.


"Jika begitu saya mohon undur diri. " Kata lelaki yang di panggil Ketua sambil memberi hormat sebelum berlalu.


Setelah lelaki berbadan kerempeng itu pergi pemuda tampan berusia 21 tahun itu segera mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan suara grup tiga perusahaan.


"Untuk semua yang mendengarkan pesan suara dari saya segera kumpul di Markas Besar ANUGRAH ZAHRA GROUP sore ini, bahwa aku akan mengadakan rapat. Lalu dia meng-klik tanda kirim.

__ADS_1


Tak lama kemudian Balasan dari beberapa orang orang tuan muda pun, hanya berhuruf dua dan empat. Ok." dan Baik


Kemudian pemuda tampan itu keluar dari Mansion dan mengajak Halimah.


Halimah ayo kita pergi ke markas besar XFRES GROUP. Ajak seorang pemuda kepada seorang gadis cantik yang sedang duduk di kursi ruangan keluarga bersama sesepuh yang ada di sana.


"Kak Harsya, untuk apa kita kesana? Bukan kah nanti kau ada acara? Tanya gadis itu dengan kening berkerut.


"Rapat masih lama sekitar jam empat sore lagi pula, bukan masalah besar bagi mereka menunggu kehadiran ku. Jika tidak bisa menunggu, jangan lagi menjadi pegawai di perusahaan milikku ini. Aku tidak butuh pegawai seperti itu. " Kata Harsya menarik tangan Halimah dengan paksa membuat semua orang yang hadir di ruangan itu ngeri melihat amarah dari Tuan Muda Harsya.


Tak lama setelah itu, Tampak sebuah mobil Lamborghini Aventador yang terparkir di halaman Mansion bergerak dan melaju seperti kesetanan menuju jalanan yang mengarah kesebuah bangunan bertingkat 10 di Kota Jakarta Pusat.


Mobil yang di kendarai oleh Harsya dan didampingi oleh Halimah itu terus membelah jalanan di siang hari itu, dan masuk kesebuah bangunan super mewah kelas atas dan berhenti secara mendadak. di depan sebuah bangunan yang di jaga beberapa pengawal.


Begitu mobil itu berhenti, tampak beberapa pengawal menghampiri dan membuka pintu mobil seraya berkata sambil membungkuk hormat.


Sekarang juga bawa aku keruangan bawah tanah. " Kata Harsya sambil mengepalkan tinju nya.


"Mari Tuan Muda ikuti kami." Kata Kepala pengawal membawa jalan di ikuti Harsya di tengah di belakang Halimah dan para pengawal lainnya dari belakang Halimah.


Begitu dia tiba di ruangan bawah tanah itu. Tampak, ketiga senior kampus sedang menghina dan memaki Ken Liem dan Rex Ryu dengan kata kata yang tidak pantas.


"Tuan Muda..........


"Tuan Muda.......... " Kata Ken dan Liem berbarengan.


"Hmmmm...... Aku mendengar kalian memaki seseorang. Bisa kah kalian mengulangi perkataan mu barusan di depan ku? Kata Harsya menegur kepada tiga pemuda yang di tutup kepala nya, dan hanya hidung nya yang terlihat untuk menarik napas nya itu.

__ADS_1


Hahahaha.... kau berani hanya mengandalkan orang lain, siapa kau.! Kalau berani kita duel satu lawan satu. " Tantang Budi kepada pemuda yang baru datang.


Ken, buka penutup kepala dan ikatannya aku ingin merasakan bagaimana rasa nya anak dari Jimmy yang sudah tidak berdaya oleh Gandi itu. " Titah Harsya kepada pemuda berwarga negara asing itu.


"Tapi Tuan Muda. " Kata Ken Liem ragu ragu.


"Buka kataku. " Bentak Harsya.


"Begitu borgol di tangan Budi dan kain penutup di buka. Budi tampak tertawa terbahak bahak melihat pemuda miskin yang menyuruhku dengan nada sinis dan mengejek. Hahahaha hanya pemuda dekil dan miskin mau melawan anak dari Genk Kobra Beracun yang di takutkan di negri Bumi Pertiwi ini." Kata Budi masih tetap dengan kesombongan nya itu.


"Kau bukan lah lawan yang sepadan untukku Budiman Jim. Andai kau bersama Indra dan Ilham melawanku. Aku rasa masih kurang bagi ku.! Tetapi dari mereka berdua Orang Tua nya belum mengetahui kebejatan anak nya yang mau memperkosa Halimah saat itu.


#Plasinback#


Menceritakan tiga hari yang lalu ketika Harsya ikut mendampingi ibu nya Lia yang sedang di operasi di rumah sakit bertaraf internasional serta khusus dokter yang di datangkan dari luar negri atas perintah dari Tuan Muda.


Saat itu setelah mendengar laporan dari Ken dan Rex bahwa ketiga senior kampus nya merencanakan bahwa kekasih nya Halimah akan di jebak dan di perkosa oleh mereka bertiga darah muda nya meledak meledak sampai sampai kulit nya tergores sedikit pun akan dia ratakan sampai ke akar akar nya.


Setelah memberi perintah kepada Ken dan Rex untuk segera memburu mereka bertiga bersama orang orang penting yang bekerja di perusahaan Tuan Muda, dan memberi perintah mutlak kepada Fander yang sedang mendampingi Lia di rumah sakit tersebut.


"Lia saya pamit dulu, anda tidak usah khawatir semua biaya sudah di bayar lunas oleh saya." Tutur Harsya dengan emosi tertahan.


"Terima Kasih, Tuan Muda," Kata Lia tidak berani menampakkan wajahnya Karna dia tahu Tuan muda sedang emosi tingkat dewa.


Pemuda itu pun langsung keluar dari rumah sakit itu dan menuju parkiran mobil yang di parkir di halaman rumah sakit.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2