TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rencana Azis


__ADS_3

"Tin...... Tin....... .!! Tuan Manajer aku pergi dulu terimakasih atas tempat nya. Sapa pemuda pengemudi Motor Honda Beat warna Putih kepada lelaki setengah tua yang berdiri memperhatikan nya.


"Ok. Tuan Muda. Terima Kasih kembali. Sering seringlah datang ke Kafe ini." Pinta Tuan Manajer Kafe itu. Harsya pun mengangguk dan langsung melajukan motor nya menuju pintu keluar bangunan itu.


Tak lama kemudian tepat di salah satu bengkel motor, motor Honda Beat yang di sedang di kemudikan oleh seorang pemuda yang berpenampilan seperti tukang ojeg pun berhenti di bengkel itu lalu menaikkan motor nya.


Seorang montir seusia dirinya menghampiri dan bertanya.


"Ada yang perlu saya bantu Pak.!!


"Hehehehehe. Starter motor nya sudah tak berfungsi. Bisa kah membetulkan nya. Untuk motor kesayangan ku ini." Pinta Pemuda itu.


"Baiklah. Saya akan coba lihat dulu penyakitnya." Jawab Montir itu.


"Silahkan. Pemuda itu menyerahkan konci motor nya dan Ia duduk di kursi yang di sediakan.!!


Setelah duduk beberapa menit. Sang montir motor itu pun sudah mengetahui penyakit motor yang di bawa oleh pemuda dan mengganti nya dengan yang baru. Harsya pun menatap kearah bangunan yang berlantai tiga mirip dengan sebuah penginapan.


"Hmmmmmmmm. Si kunyuk Azis sedang apa dia seorang diri keluar dari mobil nya dan berjalan kearah penginapan itu. Bukan kah dia selalu bersama dengan kekasihnya Hani." Gumam Harsya.


Lalu Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Dewi sahabatnya.!!


"Assalamualaikum. Sore Dewi sory ganggu. Boleh kah kakak' bertanya.? Tanya Harsya dalam pesan singkat.


"WaallAikum Salam. Tuan Muda. Tidak menggangu. Silahkan mau bertanya apa." Balasan pun telah di terima oleh Harsya.


"Apakah kamu sedang bersama Indah dan Hani.?" Tanya Harsya.


"Ia Tuan Muda. Aku sedang bersama mereka berdua. Malahan Kak Dirga juga ada." Balas Dewi.


"Emang nya ada apa Tuan Muda bertanya tentang mereka berdua." Pesan di kirim lagi oleh Bu Dewi


"Begini. Apakah kamu tahu dimana keberadaan Azis, kenapa dirinya tidak ikut bersama dengan kalian. Kalau Riyan tidak usah di bahas karna kakak sudah mengetahuinya." Kata Harsya dalam pesan singkat bertanya.


"Jangan Panggil Tuan Muda. Panggil aja kakak." Titah Harsya.


"Terima Kasih kak. Harsya.!!


"Kak Azis sedang menjemput beberapa temannya yang ada di kampungnya dan di kampung kita juga pemuda pemuda yang mempunyai ilmu beladiri yang lumayan hebat sedang di jemput oleh Kak Azis untuk di kerjakan dan di ikutkan dalam anggota Genk Kelalawar Hitam, untuk melawan dan memusuhi perusahaan kak Harsya." Balasan dari Dewi. Membuat Harsya terkejut kaget tapi Ia sembunyikan ke kekagetan nya.


"Hmmmmm. Terima Kasih informasi Dewi. Kamu dan Indah harus berhati hati." Kata Harsya.


"Iya. Kak. Kakak juga harus berhati hati. Mereka licik menghalalkan segala cara untuk mencapai suatu tujuanya." Balasan dari Dewi.


"Sip. Langsung hapus pesan dari kakak. Harsya mengingatkan nya.

__ADS_1


"Ok. Kak.!!


"Pak. Pak. Motor nya sudah selesai di benarkan. Semua penyakit yang ada dalam Motor anda sudah sembuh." Kata montir itu tersenyum.


"Terima Kasih Pak montir. Berapa biaya yang harus saya bayar.?" Tanya Pemuda itu.


"Semuanya 250 ribu sama ongkos pekerjaan nya." Jawab Montir itu. Harsya mengangguk dan langsung mengeluarkan uang tiga lembar berwarna merah.


"Kembalinya ambil saja buat beli rokok." Kata Harsya lalu memakai helm.


"Terima Kasih banyak Pak. Lalu Ia menyerahkan kunci motornya.


"Sama sama Pak Montir, Harsya pun lalu melajukan motornya dan berhenti tepat di depan di samping bangunan lantai tiga, dimana ia melihat Azis sahabatnya masuk kedalam.


"Ia mengeluarkan ponselnya. Kak Gandi. Saat ini juga temui saya sesuai lokasi yang telah di kirim." Pesan pun telah di kirim.


Tak lama balasan dari Gandi pun di terima oleh Harsya.!!


"Siap Tuan Muda. Anda tunggu di sana dua puluh menit saya akan tiba.!!


"Kang Ujang dan bawa tiga Matih ke lokasi yang sudah saya kirim. Tidak pake lama." Pesan Harsya pun telah terkirim.


"Siap. Tuan Muda.!!


Sementara di dalam bangunan berlantai tiga tempat penginapan tersebut. Azis yang sedang berada di salah satu kamar sedang bersama Enam pria seumuran tetangga di kampung nya.


"Udin..!! Yang lain nya mana.?" Tanya Azis.


"Mungkin mereka masih dalam perjalanan." Jawab Udin teman sekampung nya itu.


"Tapi sudah di beritahu lokasinya di sini.?" Tanya lagi Azis.


"Sudah. Bos.!!


"Bos Azis.! Kata seorang pemuda satu lagi.


"Iya. Man ada apa?" Tanya Azis.


"Apakah benar kita kita akan di masukan dalam organisasi Genk Kelalawar Hitam untuk melawan mantan majikan mu.?" Tanya pemuda itu yang di panggil Aman itu.


"Yoi. Benar sekali Aman. Emang nya kenapa.?" Tanya Azis.


"Enggak. Aku cuma nanya aja. Bos Azis." Jawab Aman, padahal dalam hatinya Ia punya dendam dengan mantan majikan Azis itu, yang telah menikahi Halimah wanita yang ia cintai.


"Sudah. Aku tahu kamu punya dendam sama si Harsya kan. Yang sudah merebut putri dari Kiayi Sepuh yang kau sukai." Kata Azis menebak.!!

__ADS_1


"Hehehehe. Bos tau aja.!!


"Tenang brow Aman. Ada bos Azis dengan dekengan orang orang hebat di belakang nya. Aku Udin akan membantumu membayarkan rasa sakit mu itu kepada Harsya dan Halimah." Sahut lelaki yang di sampingnya.


"Thank you very much. Brow Udin." Balas Aman.!!


"Siap. Brow Aman. Tapi untuk urusan Fatimah adiknya Halimah loe jangan ikut campur itu menjadi incaran ku." Kata Udin.


"Hahahaha. Tidak berani berani. Brow Udin. Tetep hatiku untuk Halimah seorang." Ucap nya.


"Kriiiiing................!!


"Kriiiiing................!!


"Kriiiiing................!!


"Bos. Azis. Firman nelepon." Kata Udin.


"Angkat.. Udin.!!


"Halo.


"Firman kamu sudah sampai di mana sekarang.?" Tanya Udin menjawab telepon masuk tersebut.!!


"Brother. Gue sudah berada di titik lokasi. Bisa nggak jemput ke bawah." Jawab Firman di sebrang telepon.


"What. Kau serius Firman.?" Tanya Udin.


"Serius Udin. Gue sudah sesuai lokasi yang engkau kirim, sebaiknya kamu turun ke bawah." Pinta Firman.


Siap. Aku segera turun ke bawah. Kau tunggu lah bersama teman teman mu." Kata Udin lalu mengakhiri panggilan telepon nya.


"Bos. Saya jemput dulu Firman dkk. Di bawah.! Kata Udin.


"Ok." Balas Azis singkat.!!


***


Sementara pemuda yang sedang menunggu kedatangan Gandi dan Ujang Suparman di samping bangunan yang mirip penginapan itu, terlihat jelas beberapa orang turun dari angkutan umum sejenis Kopaja. Tampak dari beberapa orang yang turun dari bus Kopaja itu. Pemuda itu mengenali nya.


"Bukan kah. Firman anaknya Pak Lukman tetangga Umi dan Abah di kampung ku." Ucap Harsya pada diri sendiri yang memperhatikan dari kejauhan.


"Hmmmmmmm. Benar itu memang Firman. Orang yang selalu menghina ku waktu aku masih jadi tukang ojeg." Gumam Harsya.!!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2