
Gandi Galang Fander dan Tuan Muda kini sudah berada di salah satu Kafe yang tidak jauh dari Bandar Udara Hussein Sastranegara kota Bandung, bersama dengan Tuan Alex dan kedua Srikandi Inah dan Ineh.
"Dengar kan baik baik Fander. Gandi dan Galang. Keselamatan Tuan Muda selama di Jepang. Menjadi tanggung jawab kalian bertiga.!! Ucap Alex dengan sorot mata tajam.
"Siap Tuan Alex..!! Ucap mereka bertiga serentak.
"Aku percaya kan kepada kalian. Untuk mu Gandi. Hilangkan terlebih dahulu urusan masalah tentang Adik mu Dirga dan Azis. Atas keputusan yang di ambil oleh mereka berdua dengan mengikuti ketiga sahabat Tuan Muda, untuk berhianat." Terang Alex kepada anak angkatnya.
Gandi hanya mengangguk, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ketika ayah angkatnya berbicara kepada nya tentang masalah Dirga dan Azis.!!
Untuk Urusan di di sini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Alex, mengatasi permasalahan anak nya dan Azis. Untuk ketiga sahabat Indah dan Dewi serta Hani, Tuan Alex tidak akan ikut campur.
"Tuan muda sebaiknya berangkat sekarang, serta jet pribadi sudah di siapkan oleh orang kita." Titah Alex asisten Tuan Besar setelah memberi arahan kepada Gandi dan Fander serta Galang Mega Ardana.
"Baiklah Paman. Ingat sekali lagi jangan sampai bocor kepada siapapun juga tentang keberangkatan saya bersama mereka bertiga." Kata Harsya mengingatkan.
Tak lama kemudi mereka berempat pun langsung menuju Bandar Udara Hussein Sastranegara yang tak jauh dari tempat mereka tadi mengobrol dengan berjalan kaki.............!!
Pesawat Ismail Airbus A330 pun kini sudah mengudara menuju bandar udara internasional Tokyo di negara Jepang. Keberangkatan Tuan Muda Harsya bersama Gandi dan Fander serta Galang dalam misi penyelamatan Ucok dan Beni yang sedang di sekap di markas besar Tri Future Company Group.
Di dalam pesawat Harsya pun langsung menjelaskan kepada Gandi tentang penghianatan yang di lakukan oleh ketiga sahabatnya sampai Ucok dan Beni pun kini di sekap atas informasi yang di berikan oleh Hani Indah dan Dewi.
"Kak Gandi........ Begitu lah cerita nya hingga kenapa saya sendiri dan ikut dalam penyelamatan kali ini, karna ulah ketiga sahabatku sehingga Abang Ucok dan Beni kini di sekap oleh ketiga sahabat Dani Rustandi.
"Maapkan saya Tuan Muda karna telah berprasangka buruk terhadap anda." Lirih Gandi seraya tertunduk.
"Tidak usah meminta maaf Kak. Yang penting saat ini bagaimana cara nya. Kita harus menyelamatkan mereka berdua." Kata Harsya.
"Siap Tuan Muda..............!!
__ADS_1
******************
"Kriiiiing''.................!!
"Kriiiiing''.................!!
"Kriiiiing''.................!!
"Halo.........!! Hani lagi ngapain di siang hari ini.?" Tanya seorang dari sebrang telepon.
"What..........!! Nona yang tercantik...... Ini malam." Kaget Hani dalam telepon masuk itu.
"Hmmmmm." Hani......... di saya masih siang baru pukul sembilan siang ucap." Seorang cewek yang berada di Washington DC university's.
"Yaa iyaa lah........ Nona muda Sintia, kita kan berbeda tempat." Keluh Hani merasa di kerjain oleh anak dari Ruli Siregar Rusady.
"Hehehehe........ Maaf kan diriku yang jauh dari kalian bertiga, ohk temanku." Canda Sintia.
"Maap......! Maap......! Hani......." Ucap Shintia.
"Yaa....... Udah gue Maapkan Nona muda Shintia yang paling cantik di kota Washington DC." Kekeh Hani.
"Huh............" Ngomong ngomong loe, sedang ngapain dan kedua sahabat mu sedang berada di mana.?" Tanya Shintia.
"Dewi dan Indah sedang keluar pergi ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan dan barang barang yang sudah habis. Sedangkan diriku baru saja beres telepon dengan ayahku di kampung." Jawab Hani.
"Bagaimana permasalahan ayahmu. Apakah sudah selesai.?" Tanya Shintia.
"Alhamdulillah." Semua nya sudah selesai dan kembali ke seperti semula. Terima Kasih atas bantuan dari Nona Muda Shintia yang sudah membantu kesulitan kedua orang tua ku." Kata Hani dengan wajah berkaca kaca.
__ADS_1
"Santai aja. Hani kita kan teman, kesulitan mu dan kedua sahabat mu. Menjadi tanggung jawab saya dan saudara ku. Anastasya." Ucap Shintia menjilat ucapannya.
"Aku terharu. Sekali lagi saya dan keluarga ku bener bener sangat berterima kasih Nona Shintia." Lirih Hani.
"Siap.........!! Hani......." Ehk gue jadi lupa tujuan gue mau nelepon sama loe dan kedua sahabat mu untuk memberikan kabar bahwa loe dan Indah beserta Dewi. Untuk tinggal di Apartemen yang baru saya beli di daerah Kebayoran baru." Kata Shintia....!!
"Ahk Nona muda. Anda jangan bercanda.!! Kata Hani terkejut dan kaget tapi exfresi ia sembunyikan.!!
"Aku.......... Sedang tidak bercanda Hani.......!! Esok pagi akan ada seseorang yang menjemput kalian bertiga untuk melihat lihat Apartemen. Bila kau dan kedua sahabat mu tidak cocok. Segera beritahu kepada saya." Kata Shintia.
"Ba..... Bai..... Baik.........!! Nona Shintia. Dan ketika mereka berdua akan saya obrolkan langsung kepada Dewi dan Indah. Bila mereka berdua setuju dan cocok saya ikut apa kata mereka." Kata Hani tergagap.
"Silahkan Hani. Kau obrolkan dahulu kepada mereka berdua, seandainya mereka mau segera informasikan kepada saya. Agar esok seseorang yang akan menjemput kalian bertiga tidak akan di tugaskan kepada yang lain." Kata Shintia.
"Si.... Sia...... Siap.........." Nona Muda." Ucap Hani tergagap, panggilan pun selesai dan berakhir di malam itu.
Semoga kebaikan dari Nona Shintia tidak ada niat atau pun maksud mencelakai diriku dan kedua sahabat ku, serta mereka berdua murni membantu nya dan hanya meminta informasi dari Harsya saja, tanpa ada yang lain'." Ucap Hani dalam hati setelah panggilan telepon berakhir.
Tak lama kemudian Dewi dan Indah pun datang setelah mereka berdua pergi ke supermarket membeli barang barang yang sudah habis dalam kebutuhan sehari hari nya itu.
Hani pun langsung menjelaskan semua obrolan dan permintaan dari Nona Muda Shintia, untuk tinggal di Apartemen milik nya yang baru dia beli di daerah kebayoran baru yang tak jauh dari Kafe Bintang milik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.
Niat baik dari Nona Muda Shintia di sambut oleh mereka berdua tanpa berpikir terlebih dahulu, maksud dan tujuannya. Anak dari Ruli Siregar Rusady itu memberikan Apartemen kepada Indah, Dewi dan Hani.
Malam pun semakin larut. Indah dan Hani sudah terlelap dalam tidurnya, berbeda dengan Dewi yang sedang melamun seorang diri. Sedari tadi dia membuka aplikasi pesan Wasttap. Mengirim pesan serta menelepon tapi nomor tujuan tidak aktip sudah hampir dua hari.
"Hmmmmmmm. Kemana pergi nya Kak Riyan sudah dua hari ini dia tidak bisa di hubungi, apakah bener bener marah karna aku telah berkhianat dan membelot dari Harsya." Dalam lamunan di malam itu hati Dewi bergejolak.
"Maapkan aku Kak. seandainya harus jujur aku lebih baik mengikuti ucapan mu tidak berhianat kepada Harsya. Tapi diriku juga terikat dalam persahabatan bersama mereka berdua, Walaupun jalan yang kami ini tempuh adalah salah. Tapi kami bertiga sudah siap menerima konsekuensinya bila nanti kedepannya akan terjadi sesuatu yang mungkin, aku dan kedua sahabat ku akan pergi dari dunia ini." Ucap Dewi dengan nada penyesalan dalam hatinya sehingga air mata nya terjatuh saat itu....!
__ADS_1
Bersambung.