
Malam itu pukul 20:00 Di negara Jepang empat lelaki yang berbeda usia sedang berada di lobby hotel menunggu jemputan dari para pengawal Naga Saki Sempur untuk menuju salah satu Restoran termewah di negara Jepang yang sudah di tunggu oleh mister Kong Kong dan Tuan Simon untuk membahas kemajuan perusahaan KOBRA COMPANY GRUP dan organisasi Genk Kobra Beracun.
Tidak lama berselang rombongan mobil mewah pun datang dengan beriringan dan berhenti tepat di penataran Hotel dimana keempat lelaki itu menunggu.
"Cok Ben dan Gareng ayo kita berangkat jemputan sudah datang." Ajak Dani Rustandi seraya berjalan menghampiri mobil yang berhenti tepat di penataran Hotel itu.
"Siap Tuan Besar." Serentak mereka bertiga menjawab seraya berjalan mengikuti Dani Rustandi.
"Setelah mereka berempat sampai di mobil jemputan dan pintu mobil pun sudah di buka oleh supir yang di suruh oleh Naga Saki Sempur.
"Gareng kau ikut sama Abang di mobil depan sedangkan Cok Ben di mobil belakang." Titah Dani Rustandi.
"Mereka bertiga pun mengangguk dan langsung naik ke mobil jemputan itu.
"Hanya butuh tiga puluh menit perjalanan mereka pun sampai di salah satu Restoran mewah Noevelle Ere”
"Supir dan pengawal pun segera keluar dan berjalan kearah belakang untuk membuka kan pintu mobil Partner kerja majikannya.
"Silahkan Tuan Dani." Kata supir untuk mempersilahkan keluar dari mobil karna sudah sampai di penataran Restoran itu.
"Terima Kasih." Jawab Dani singkat seraya menjulurkan kaki nya dan keluar dari mobil mewah itu.
"Sama halnya Cok Ben dan Gareng pun keluar bersamaan dan berjalan melangkah menghampiri Tuan Besar.
"Tuan Dani mari saya antar ke lantai atas mereka sudah menunggu kedatangan anda bersama ketiga lainnya." Kata salah satu pengawal yang di kirim oleh Naga Saki Sempur.
"Dani Rustandi Hanya mengangguk lalu mereka pun berjalan mengikuti pengawal yang terlebih dahulu berjalan di depan menuju lifs hotel mewah itu.
"Tuan Ini Restoran apa namanya." Tanya Gareng di sela berjalan kaki menuju ruangan pertemuan. Karna kagum dengan dekorasi dan Furniture nya.
Restoran Prancis ternama, tempat dapat menikmati pemandangan stasiun Tokyo selayang pandang. Atau bisa di sebut dengan. Restoran Noevelle Ere” berada di lantai 5 Shin Maru Building dekat dari stasiun Tokyo. Adalah restoran mewah tempat dapat menikmati masakan Prancis asli.
Koki Sasaki adalah ahli masak yang belajar masakan Prancis selama 9 tahun. Dapat menghitung dengan tepat waktu dan berapa lama api diperlukan untuk memasak bahan makanan yang penting dalam masakan Prancis, sehingga rasa asli dari bahan makanan dapat dikeluarkan sempurna dan disajikan dalam masakan. Paket harga dari 11.000 yen.
__ADS_1
Dari restoran yang dikelilingi kaca, dapat menikmati pemandangan stasiun Tokyo selayang pandang, yang telah bentuknya direnovasi sesuai dengan penampilannya saat dibangun pertama kali. Setelah matahari terbenam, batu bata merah yang diteangi cahaya sanga indah memukau.
"Gareng.....! Abang tidak mau tahu segera buatkan di Negara kita Restoran seperti yang ada di sini." Perintah Dani Rustandi.
"Siap.'' Tuan Besar setelah beres dari Negara ini kita adakan Tender proyek untuk pembikinan Resto Termewah di Negara kita." Kata Gareng.
Dani pun mengangguk. Dan tidak lama mereka pun keluar dari lifs terus melangkah menuju dimana mereka sudah di tunggu oleh partner bisnis yang telah 20 tahun lama nya bekerjasama di bidang obat obat terlarang.
*
*
*
Senja pun telah tiba di hari pertama Harsya masuk kuliah. Setelah meminta Ijin untuk kepada Suhardi dan Iskandar untuk melaksanakan tugas kewajiban nya seorang muslim. Dia pun keluar di ikuti oleh Riyan Pergi ke salah satu Masjid yang tidak jauh dari kampus tersebut. Sedangkan Gandi dan Fander serta Gadis yang di bawa oleh Asisten kepercayaan Oma Elisabeth sudah pergi 30 menit yang lalu untuk menjalankan rencana yang sudah di tetapkan malam itu. Sebelum mereka bertiga pergi Harsya memberikan instruksi terlebih dahulu kepada Gandi dan Fander karna ada nya perubahan dalam rencana yang sudah di tetapkan.
"Riyan....! loe duluan masuk ke mobil. Gue mau telepon dulu seseorang." Kata Harsya di sela mereka berdua berjalan keluar dari Masjid.
"Ok." Balas Riyan singkat.
Tak lama berselang balasan singkat di terima oleh Harsya dan sedikit menaikkan alisnya.
"Kenapa. Nak Harsya Apakah ada yang di curigai dalam jajaran kepolisian?
"Betul Paman. Nanti Harsya jelaskan bila kita sedang berdua dan minum kopi bareng.
"Baiklah....! Pesan chat dari Paman Anton Sideka yang begitu cepat di terima kembali. masuk kedalam ponsel Harsya. Mungkin sinyal internet sedang mendukung malam itu. Atau dua dua nya memakai kuota super ngebut.
"Setelah selesai dengan pesan singkat bersama Brigadir Anton Sideka. Pemuda itu lalu melangkah kan kaki nya menuju dimana sahabat nya menunggu di dalam mobil.
"Riyan Ayo kita berangkat." Ajak Harsya setelah masuk kedalam mobil.
"Terus Motor loe si Dukun bagaimna?" Tanya Riyan'
__ADS_1
"Udah....! Tadi gue suruh salah satu orang Kafe. Black In Resto Kafe untuk memasukkan si Dukun dan esoknya di ambil." Jawab Harsya.
"Siap. Langsung ke lokasi." Tanya Riyan seraya menghidupkan mesin nya dan kaki menginjak pedal gas.
"Yoi.....! Balas Harsya singkat.
"Lest' go'....! Kata Riyan langsung melaju mobil mewah tersebut.
*
*
*
"Kobra Kafe pukul 20:00. Adalah sebuah tempat nongkrong dan di lantai atas nya adalah tempat hiburan malam yang tidak jauh dari kawasan pusat kota Jakarta.
"Salah satu lantai atas bangunan yang bernama Kobra kafe itu biasa di pakai nongkrong nya orang orang yang menamakan diri mereka adalah kelompok Genk Kobra Beracun dan terlihat dari lantai itu. Aktivitas orang yang sedang bercanda ria bersama pasangan masing masing untuk meluangkan waktu istrahat akibat penatnya waktu bekerja atau pun sekedar menongkrong di waktu malam.
"Bocil yang mempunyai insting yang sangat kuat akan terjadi sesuatu di Kobra kafe itu. dia bersama sahabatnya Sugeng sudah berada di lantai atas dan mata nya melihat kebawah kafe untuk memantau bila ada seseorang yang mereka berdua curigai.
"Sugeng....! Apakah kita telepon Jimmy untuk datang ke Kobra kafe. Perasaan malam ini ada sesuatu yang akan terjadi." Kata Bocil meminta saran kepada sahabatnya.
"Loe.....! Tidak usah cemas dan Kawatir. Insting yang selalu ada dalam pikiran dan hatimu tidak usah di turuti...! Dan beberapa Anggota Genk Kobra sudah berada di sini." Sugeng memberi nasehat kepada Bocil.
"Berapa Orang Anggota kita yang berada di sini? Tanya Bocil.
"Diluar Kafe ada dua puluh, di halaman kafe ada sepuluh dan di dalam Kafe ada dua puluh belum termasuk para pelayan kafe yang siap perang bila terjadi sesuatu." Jawab Sugeng.
"Bocil hanya manggut manggut tapi insting nya begitu kuat sehingga merasa gelisah malam ini.
SUDAH BACA WAJIB LIKE DAN KOMEN.
KARNA LIKE DAN KOMEN ITU GRATIS DAN YANG PUNYA VOTE SILAHKAN BERBAGI. ITU BISA MEMBUAT PENULIS BERSEMANGAT.
__ADS_1
SALAM DARI AUTHOR RECEH.
Bersambung.