TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Adu Taktik antara Harsya dan Kedua Gadis cantik


__ADS_3

Disalah satu bangunan yang menjulang tinggi tepatnya di daerah Kebayoran baru Jakarta Selatan. Di ruangan khusus lantai tiga yang di bawah nya terdapat Kafe bintang yang sangat berkelas megah dan cantik. Beberapa para pengunjung pun sedang ramai di sore hari itu.


Tidak lama berselang dari arah pintu masuk kafe tersebut dua unit super mewah masuk dan melaju sangat pelan mencari parkiran yang masih kosong.


Melihat kedatangan mobil mewah tersebut beberapa para penjaga dan pengawal di Kafe Bintang langsung menghampiri nya dan membukakan pintu mobil Lamborghini Aventador yang sudah berhenti tepat di samping mobil Toyota Alphard.


"Selamat sore Tuan muda. Dan selamat datang di kafe bintang. Ucap satu pengawal setelah pintu mobil itu terbuka.


"Terima Kasih Paman. Apakah mereka sudah hadir.?" Tanya Seorang pemuda yang di panggil Tuan Muda.


"Sudah Tuan Muda. Mereka berada di lantai atas." Jawab Lelaki setengah tua yang di panggil Paman oleh pemuda itu.


"Baiklah. Aku akan segera menuju ke lantai atas. Kak Gandi ayo kita naik dari lifs belakang aja." Ajak pemuda itu kepada mobil yang mengikuti dari arah belakang.


"Mari Tuan muda." Ucap Gandi.


"Paman Paman silahkan kembali ke posisi masing masing. Tidak ada antar mengantar." Kata pemuda itu memberi perintah.


"Siap Tuan muda. Ucap mereka serentak. Mereka pun lalu meninggalkan mereka berdua dan kembali ke posisi masing masing.


Pemuda itu bersama Gandi lalu berjalan menyusuri arah belakang kafe dan sampai di lifs yang ada di lantai bawah yang akan membawa ke lantai tiga bangunan megah tersebut.


Sesampai di lantai tiga beberapa pengawal sedang berjaga di depan pintu masuk. Dan langsung membungkuk kepada kedua pemuda yang selisih umur tidak jauh setelah terlihat oleh para pengawal yang sedang berjaga jaga tersebut.


"Tuan Muda. Tuan Gandi.'' Ucap mereka membungkuk hormat.


"Terima Kasih Paman. Bisakah saya meminta tolong kepada salah satu dari kalian yang sedang berjaga.


"Silahkan Tuan Muda. Apa yang harus kita kerjakan." Ucap pengawal itu dengan nada serius.

__ADS_1


"Paman tidak usah serius begitu. Aku hanya minta di buatkan kopi untuk kamu berdua." Titah Pemuda itu dengan senyuman manis.


"Siap Tuan muda. Segera akan saya buatkan." Ucap pengawal itu. Harsya hanya mengangguk.


Setelah berbincang bincang dengan para pengawal yang berjaga di pintu masuk ruangan khusus itu. Harsya dan Gandi pun langsung masuk. Dan dalam ruangan tersebut sudah menunggu beberapa orang penting.


Mereka yang ada di ruangan itu seketika berdiri dan membungkuk hormat ketika Harsya dan Gandi masuk kedalam ruangan dan langsung duduk di meja pimpinan.


"Silahkan kalian semua duduk kembali. Kita akan membahas sesuatu yang sangat penting yang saya dapatkan informasi dari kedua pengawal kita Ken Liem dan Rex Ryu yang di tugaskan khusus oleh saya." Kata Harsya.


"Siap. Terima Kasih Tuan Muda." Ucap mereka bersamaan.


Setelah mereka duduk di ruangan itu. Pesanan yang di minta pemuda itu pun sudah datang yang di langsung di antar oleh manajer kafe bintang.


"Tuan muda silahkan Kopi nya." Ucap Manajer seraya menyuguhkan segelas yang berisi kopi.


"Terima Kasih. Pak Manajer. Yang lain nya mau menambah kopi lagi mungkin Pak Manajer.?" Kata Harsya dengan senyuman manis.


"Kita akan membahas sesuatu tapi dengan santai dan di temani secangkir kopi. Serius boleh tapi tidak boleh melupakan waktu santai seraya berdiskusi dengan kalian yang hadir di ruangan ini.


"Kak Gandi tolong matikan AC nya dan buka kan jendela nya. Aku ingin merokok." Pinta Harsya.


"Baik Tuan' Muda. Gandi langsung mematikan AC dan membuka jendela ruangan itu.


"Yang lainnya yang suka ngerokok silahkan kalau mau merokok." Titah Harsya. Hingga mereka mengangguk' Tersenyum.


"Drett........... Drett.......... Ponsel pemuda itu bergetar tanda pesan singkat masuk kedalam aplikasi wasttap nya.


Setelah di buka pesan singkat itu. Harsya tersenyum sumringah di mulutnya. Lalu dia membalas nya.

__ADS_1


Baiklah Kita mulai berdiskusi setelah kopi tersedia dan Rokok pun terisap di masing masing yang ada di ruangan itu.


"Fander bersama Galang dan Gandi untuk menyekap Direktur KOBRA COMPANY GRUP dan langsung bawa ke Markas Besar ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP dan tempat kan di ruangan bawah tanah.


"Untuk Ujang Suparman dan beberapa anggota Macan Putih yang terlatih, segera lumpuhkan anak buahnya yang berjaga di halaman rumah Jhon Koplak Direktur tersebut.


Sementara Ken Liem dan Rex Ryu yang sudah ada di posisi perumahan Elit tersebut akan memantau pergerakan dari kalian semua. Ingat tidak ada pembunuhan tugas kalian melumpuhkan dan membawanya ke Markas Besar perusahaan saya." Kata Harsya memberi perintah.


"Mohon izin bertanya Tuan Muda." Kata Fander.


"Silahkan.!!


"Kenapa tidak di bantai abis saja." Kata Fander memberikan pendapat.


Harsya tersenyum. Langsung menyeruput kopi yang ada di hadapannya. Sesekali ia menghisap rokok yang di capit oleh dua jarinya.


"Aku butuh mereka untuk menjadi mata dan telinga nya. Untuk mendapatkan seluruh informasi kekuatan dari Genk Kelalawar Hitam dan informasi informasi lainnya.


Laporan yang saya dapat dari Matih sembilan yang sedang berada di Mansion Dani Rustandi. Bahwa Riyan sudah setuju dengan syarat yang di berikan oleh Shintia dan Anastasya. Syarat tersebut Riyan harus bisa melobi beberapa anggota Macan Putih untuk bergabung dengan Genk Kelalawar Hitam." Harsya menjelaskan panjang lebar laporan dari Matih sembilan yang kini sedang memantau pergerakan lawannya.


"Terus apa yang akan kita lakukan. Tuan Muda.?" Tanya Ujang Suparman.


"Para Macan Putih yang terlatih akan saya perintahkan untuk bergabung dengan Genk Kelalawar Hitam atas pelantara dari Riyan dan Dirga. Hingga kepercayaan penuh akan di berikan oleh dua gadis anak dedengkot petinggi Organisasi yang telah di musnahkan di Bumi Pertiwi ini. Dan aku yakin itu Matih Matih yang terlatih tidak akan berkhianat dan akan mengikuti perintah dari kita." Kata Harsya dengan seringai licik di mulutnya.


"Aku mengerti Tuan muda. Anda ingin menyerang dari dalam dan dengan menangkap Tuan Jhon Koplak. Anda sendiri ingin menyerang dari luar dengan mengadu domba antara Firza dan Jhon Koplak. Bukan kah begitu.?" Tanya Ujang Suparman.


"Betul Sekali Kang Ujang Suparman. Tapi ingat di balik penyerangan dari dalam. Aku juga mempunyai misi untuk mematahkan serangan serangan yang di perintahkan oleh Shintia kepada anak anak dari Bocil Sugeng Brewok dan Jabar, yang akan merekrut kembali anggota anggota Genk Kobra Beracun. Informasi tersebut saya dapatkan dari Cok Ben yang di tugaskan oleh ku. Untuk terus membuntuti keluarga sahabat nya." Kata Harsya.


"Mantap. Tuan Muda." Ucap mereka bersamaan. Harsya hanya tersenyum jahat.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2