
"Kak kenapa tidak berkata jujur kepada mereka semua.?" Mungkin bila Kak Harsya menjelaskan yang sebenarnya pasti mereka akan mengerti maksud tujuan dari Kakak.?" Tanya Halimah.
Harsya hanya tersenyum. Aku lebih tahu sipat mereka bertiga sayang. Bila di jelaskan semuanya, tidak akan pernah mengerti." Ucap nya dengan senyuman.
"Uhk....... Aden Harsya seandainya bibi di ijinkan, ingin sekali merobek mulut ketiga gadis itu." Ucap Inah menahan kemarahannya.
"Sudah........ Sudah....... Sudah....... Biarkan saja.!! Lebih baik bibi bikinin aku kopi." Titah Harsya.
"Siap, Aden. Nona Muda mau kopi sekalian bibi bikinkan.?" Tanya Inah.
"Aku gak mau kopi bibi. Kalau ada mau rujak buah muda." Pinta Halimah.
"Aduh.......... Gak ada Nona muda.!! Tapi kalau buah mangga muda sama Jambu Air ada di kulkas. Kalau mau menunggu bibi bikin dulu bagaimana.?" Tanya Inah.
"Yaa........ Udah bibi Inah bikin kopi terlebih dahulu." Pinta Halimah dengan senyuman.
"Siap......... Seraya beranjak pergi menuju dapur.
"Sayang ambilin ponsel Kakak di kamar, mau nelepon kang Ujang apakah sudah sampai atau belum." Titah Harsya.
"Iya Kak.......................!
Tak lama setelah itu kopi yang di bikin oleh Inah pun datang dan di suguhkan kepada Harsya bersamaan dengan istrinya memberikan ponsel yang tadi dia bawa.
"Kak ini ponselnya dilihat ada tiga panggilan tak terjawab.!! Imah mau ke dapur dulu mau bikin rujak bareng bibi Inah dan Ineh." Kata Halimah memberikan ponsel nya.
"Makasih Sayang.! Ucapnya seraya menerima ponsel yang ia berikan.
__ADS_1
Harsya lalu melihat tiga panggilan tak terjawab itu dari layar ponsel nya, tertera nama pemanggil telepon tersebut. Riyan sahabatnya yang tidak ikut datang bersama mereka berlima.
Tampa punya pemikiran Suudzon kepada sahabat nya. Pemuda itu pun langsung memencet tombol panggilan telepon kepada nomor sahabat nya itu.
Nada dering pun terdengar di telinga Harsya, akan tetapi belum di angkat oleh sahabat nya.
********************
"Di salah satu restoran di Jakarta Selatan siang itu seorang lelaki sedang duduk di kelilingi orang orang berbadan besar serta wajah sangar menandakan mereka orang orang Gangster atau Mapia yang sangat kejam.
Tak lama setelah itu segerombolan pria berdasi datang dari arah pintu masuk restoran berjalan menghampiri lelaki yang sedang duduk itu.
"Apakah anda yang bernama Tuan Firza.?" Tanya pria berdasi setelah sampai di hadapannya.
Lelaki itu tersenyum seraya berdiri dan memperkenalkan diri nya kepada salah satu dari pria berdasi itu.
"Betul Tuan saya yang bernama Firza Rantai wakil dari padepokan Kelalawar Hitam. Silahkan duduk." Pinta lelaki yang memperkenalkan diri nya.
Lalu mereka berdua duduk sedangkan para pria dan anak buah mereka berdua untuk segera duduk di kursi restoran lainnya dan memesan makanan di siang hari yang begitu panas itu.
Tuan Firza saya di utus oleh Nona muda Anastasia. Untuk ikut bergabung dalam perusahaan KOBRA COMPANY GRUP, dan anda akan di tempatkan di bagian penanggung jawab keamanan dengan beberapa orang yang pantas Tuan bawa." Ucap Pria berdasi.
"Mohon maap sebelumnya boleh kah saya bertanya sesuatu sebelum memutuskan permintaan dari Nona Muda Anastasia.?" Tanya Firza.
"Silahkan Tuan Firza dengan senang hati saya akan menjawab nya.!!
"Sebelum nya mohon maafkan. Jika saya boleh tahu, dengan siapakah saat ini saya berbicara dan darimana kah Anda berasal.? Karna waktu saya di telepon oleh Nona muda Anastasia yang akan datang ke tempat ini adalah Direktur KOBRA COMPANY GRUP yang bernama Tuan Jhon.!
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Tuan Firza. Orang yang di tanya menampar kan sedikit wajahnya. Dengan nada penyesalan dia lalu menjawab.
"Maafkan atas ketidak sopanan saya ini Tuan Firza. Mungkin karena terlalu senang bertemu dengan anda. Hingga lupa untuk memperkenalkan diri saya kepada Tuan Firza." Kata Pria berdasi dengan nada menyesal lalu berkata lagi.
"Menjawab pertanyaan dari Tuan Firza.!
"Nama saya Jhon koplak, saya berasal dari Bekasi. Tujuan saya datang kesini atas perintah dari Nona Muda Anastasia yang berada di Negara Jepang untuk menemui anda, untuk ikut bergabung di perusahaan KOBRA COMPANY GRUP di bawah naungan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. " Kata Pria berdasi memperkenalkan dirinya.
Mendengar perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP. Firza sedikit terkejut kaget, tahu lah bahwa perusahaan yang baru ia sebutkan adalah perusahaan yang begitu besar mencakup tiga negara Jepang China dan Australia. Orang orang dalam perusahaan tidak bisa di pandang bulu, mereka semua menghalalkan segala cara agar tujuan nya tercapai. Dengan tersenyum dia mulai bertanya.
"Kalau boleh saya tahu misi dan visi saya bersama murid murid saya di tempat kan di perusahaan KOBRA COMPANY GRUP sebagai pelindung atau hanya menjaga ketentraman saja, sedangkan setahu saya orang orang dari perusahaan pusat memiliki para pengawal yang cukup handal dan terlatih.
"Tuan Jhon koplak menjawab pertanyaan dari Tuan Firza, namun kali ini dengan suara yang sangat pelan dan wajah yang serius.
"Tuan Firza anda mungkin sudah mengetahui dan tahu Selak beluk dendam Nona muda Anastasia tentang di bunuh nya Tuan Dani Rustandi selaku Ayah nya Nona muda. Jadi tujuan nya merekrut anda bersama orang orang padepokan hanya ingin mengetahui siapa saja yang terlibat dan mencari tahu kelemahan kelemahan dari mereka yang telah membumi hanguskan organisasi Genk Kobra Beracun.
"Hmmmmm." Sudah aku duga dan terka, tujuan Nona Muda Anastasia.! Baiklah aku terima niat baik dari majikan kalian dan aku bersedia. Walau bagaimana pun aku masih punya dendam dengan padepokan Macan Putih yang di pimpin langsung oleh Ujang Suparman yang sempat berkelahi di Pelabuhan Merak Banten waktu itu." Kata Firza mengepalkan tangannya.
Mendengar jawaban dari Tuan Firza bersedia untuk bergabung untuk menambah daya gedor perusahaan itu. Jhon koplak dengan wajah yang bahagia lalu dia mulai berkata.
"Terima Kasih banyak Tuan atas kesediaan anda bergabung dengan kami, saya yakin dengan hadir nya Padepokan Kelalawar Hitam di perusahaan milik Nona Anastasia dan Nona Sintia, keamanan akan terjaga dan perusahaan akan melesat tinggi menuju langit ke tujuh." Puji Jhon koplak.
"Anda terlalu memuji diri saya Tuan Jhon koplak.! Tapi saya punya sesuatu yang bisa mereka bertekuk lutut, dan mengetahui siapa aktor pemeran utama di balik tewas nya Ayah Nona Muda Anastasia dan Nona Sintia." Kata Firza tersenyum.
"Simpan dulu rahasia terbesar anda Tuan Firza. Nanti di Forum pertemuan silahkan anda kemukakan di depan petinggi perusahaan pusat bersama hadir nya ketiga sahabat Tuan Dani Rustandi." Ucap Jhon tersenyum.
"Siap Tuan Jhon...............!
__ADS_1
Obrolan mereka berlanjut cukup lama di siang itu, membahas segala sesuatu, dari di tempat kannya orang orang padepokan Kelalawar Hitam hingga sore hari.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.