TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Obrolan Ucok dan Tuan Besar Dani Rustandi


__ADS_3

Malam itu Tampak beberapa mobil mewah terparkir di halaman Kobra Kafe milik organisasi Genk Kobra Beracun.


"Beberapa orang tampak turun dari mobil tersebut dan beberapa lagi terus melaju menuju halaman parkir Kobra kafe tersebut.


"Tidak seberapa setelah itu sebuah mobil Marcedez Benz yang tampak baru di modifikasi, Berhenti di depan halaman parkir Kobra kafe ini dan kini tampak dua orang laki laki berusia hampir empat puluhan keluar dari mobil tersebut.


Ketika melihat dua orang lelaki yang turun dari mobil mewah tersebut turun, kepala keamanan Kobra kafe beserta para bawahan lainnya berbaris dengan rapi menyambut kedatangan Cok Ben yang sudah di tunggu oleh Dani Rustandi dan Ketua Genk Kobra Beracun yaitu Gareng


"Selamat datang," Tuan Cok Ben," kata kepala pengawal itu di ikuti oleh yang lainnya.


"Terima kasih Tuan dan yang lainnya," kata Ucok sambil tersenyum.


"Apakah Tuan Besar Dani Rustandi dan Ketua sudah ada di dalam Kobra kafe," tanya Ucok


"Sudah," Tuan Cok ," mari saya antar kedalam ," jawab lelaki itu yang menjadi kepala pengawal di area Kobra kafe.


"Mereka lalu bersama sama memasuki ruangan dalam kafe yang khusus bila ada Tuan Besar atau petinggi lainnya di organisasi tersebut ," dan berjalan beriringan menuju kearah lifs yang akan mengantar kelantai paling atas.


"Setelah sampai di ruangan paling atas,," lelaki itu pun mengetuk pintu tiga kali dan suara pun terdengar dari dalam ruangan tersebut


"Masuk," teriak suara lelaki sekitar umur Cok Ben,' Lelaki itu bersama Cok Ben memasuki ruangan tersebut dan dengan hormat menyapa Tuan Besar dan Ketua.


"Tuan Besar dan Ketua Apakah ada hal yang begitu yang begitu penting yang ingin anda bicarakan atau tugas kan kepada kami berdua," tanya Ucok


"Sebelum menjawab pertanyaan dari Cok Ben ," Tuan Dani Rustandi mengibaskan tangannya kepada pengawal untuk kembali ke posisi masing-masing.


"pengawal tersebut membungkuk dan melangkah pergi ketempat posisi nya yang sudah di atur sedemikian rupa.

__ADS_1


"Kedua keduanya" Cok Ben," kata Tuan Besar sambil mempersilahkan duduk kepada mereka berdua di samping ketua Genk kobra beracun.


"Baiklah," Tuan Besar Silahkan anda kemukakan kepada kami berdua tugas seperti apa dan hal apa yang harus kita bicarakan," jawab Ucok yang sudah duduk bersama Beni di tengah mereka berdua yaitu Gareng dan Beni.


"Cok Ben, tidak akan lama lagi rencana yang dulu kau kemukakan, esok malam akan segera di laksanakan oleh empat sahabat kalian yaitu Bocil Sugeng Brewok dan Jabar beserta Jhonny dan kekasihnya lalu Dani Rustandi pun menjelaskan semua nya hasil Tadi rapat di Markas Besar Genk Kobra beracun bersama beberapa anggota lainnya.


"Masalahnya saat ini adalah putra dan putri dari Khabil Ardana yang menjadi hambatan agar saya tidak di curigai oleh kedua anak Khabil Ardana tersebut, karna tujuannya bukan perusahaan ARDANA GRUP saja yang akan kita rebut tapi perusahaan milik Elisabeth juga harus kita rebut.


"Saya semakin tertarik dengan rencana dari Tuan Besar," kata Ucok sambil melirik kearah Beni dan Gareng ketua Genk kobra


"Begini Cok," untuk urusan pembantaian kalian berdua tidak usah ikut campur biarkan mereka yang sudah saya sebutkan tadi yang melakukan nya.


"Ucok tidak dan mereka berdua yang mendengar kannya penuturan dari Dani Rustandi sedikit pun tidak menyela sampai Tuan Besar selesai berbicara.


"Lalu tugas apa yang harus kami lakukan," tanya Ucok


"Baiklah Tuan Besar," kami akan melakukan sesuai dengan rencana anda," masalah seperti ini, kami berdua jago nya," kata Ucok sambil tersenyum.


"Besok jam 9 posisi anak saya bersama Galang ada di Vila milik saya yang berada di puncak pengawal di vila saya sudah di beritahu dan akan membantu jalan rencana kalian berdua.


"Baiklah Tuan Besar jika hanya itu, maka kami berdua meminta diri dulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya," kata Cok sambil bangkit dari duduknya di ikuti oleh Beni yang dari tadi hanya diam saja," karna ini menjadi tugas dari Ucok mereka berdua mempunyai tugas masing-masing.


"Setelah semuanya selesai," Cok Ben berbalik hendak pergi melangkah meninggalkan ruangan tersebut. namun dia mengurungkan niat nya ketika melihat Gareng dengan muka galau.


"Ketua Gareng," Tuan Besar, Saya dan Beni punya janda bahenol dan montok mau nggak," kekeh Ucok dan Beni


"Hah,"! Gareng dan Dani terkejut. mereka lalu cepat menguasai keterkejutan nya ketika melihat Cok Ben kepada pandangan kami berdua

__ADS_1


"Sialan kau Cok," sana lakukan tugas mu dengan benar," setelah beres nanti kontek saya," kekeh Tuan Besar sambil mengedipkan mata sebelahnya yang mirip artis Jaja Miharja," apaan tu.....!!


"Siap," gerak ," Cok Ben pun sambil berjalan dengan tertawa terbahak-bahak.


"Sementara di kampung yang begitu sunyi hanya ada kicauan burung hantu hujan yang masih begitu deras dua muda mudi yang kedinginan akibat basah nya seluruh baju yang mereka pakai.


"Halimah," apakah kita teruskan saja perjalanan ini walau pun hujan masih belum Reda," tanya pemuda itu


"Terserah Kaka aja tapi kan Kaka, jalan nya licin mana gelap lagi samping jalan nya jurang," kata Halimah mengingat kan nya kalau di terus kan perjalanannya.


"Iyaa......" juga sih," lesu pemuda itu


"Tidak lama kemudian," setelah pemuda itu bertanya kepada Halimah," terlihat dari ujung jalan yang masih jauh sorot lampu mobil menerawangi sinar lampunya dalam kegelapan di malam ini," mobil pun semakin mendekat dan terlihat oleh Halimah dan pemuda itu.


"Kak,, bukan kah itu mobil paman Alex," kata Halimah yang menunjuk mobil yang semakin dekat,


"Harsya pun melihat mobil yang di tunjuk oleh gadis itu dan berkata," iyaa..." bener sekali Halimah," kata pemuda itu antusias senang melihatnya.


"mobil pun semakin dekat dan pemuda itu pun menerobos kedepan walau pun hujan masih mengguyur nya dan melambaikan tangannya agar mobil itu berhenti...!


"Mobil pun berhenti dan keluar lah dua orang lelaki paruh baya yang satu adalah Paman Alex yang satu lagi pengawalnya.


"Tuan muda," aduh apakah anda tidak kenapa kenapa," kenapa tidak menelepon saya,' tanya tuan Alex dengan kecemasan nya saat ini.


"Paman ponsel saya dan Halimah tidak ada sinyal," terpaksa saya meneduh untuk menunggu reda nya hujan," jawab pemuda yang di panggil tuan muda itu.


"Ayooo....."....! Tuan muda beserta Nona Halimah masuk kedalam mobil biarkan motor di bawa sama pengawal ini," kata Alex untuk segera masuk kedalam mobil.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2