
Kurang dari pukul delapan malam. Satu unit Mobil Sport BMW Tepat di halaman parkir Markas Besar XFRES GROUP.
Tampak mulai dari area parkir Markas itu. Sudah ada beberapa jenis mobil yang terparkir. Pengemudi yang berada di mobil mewah pun tidak langsung turun dan hanya berdiam diri bersama kedua gadis yang ada dalam mobil mewah tersebut.
"Tidak selang lama nya. Satu unit mobil pun berhenti tepat di mobil mewah yang baru saja tiba.
"Tak lama kemudian. Tampak seorang lelaki berusia sekitar 25 tahun keluar bersama seorang wanita yang usia nya dibawah usia lelaki itu.
"Pengemudi mobil Sport BMW pun ikut turun setelah melihat mobil yang baru tiba sudah turun tepat di samping mobil milik nya.
"Dari mobil mewah BMW itu. Tampak satu orang lelaki dan dua gadis cantik turun secara bersamaan dan menghampiri kedua orang yang baru saja tiba.
"Tampak puluhan pengawal pun menghampiri mereka yang baru tiba sambil membungkuk hormat.
"Lalu mereka berlima pun masuk kedalam ruangan pertemuan yang sudah ada beberapa orang yang sedang duduk di meja tersebut.
''Hampir satu jam lama nya mereka menunggu kedatangan Tuan muda Harsya yang tak kunjung datang dan suasana pun saling bisik membisik di antara mereka yang berada di ruangan tersebut.
"Tiba tiba di saat mereka sedang asik dengan saling mengobrol secara membisik kearah telinga nya masing masing. Pemuda
yang di tunggu tunggu pun akhir nya datang dengan di temani dua wanita cantik yang mengikuti dari arah belakang.
*
*
__ADS_1
*
Sementara di tempat yang berbeda masih waktu yang sama tepat nya di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia.
Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia melakukan mutasi sejumlah pejabat tinggi. Inspektur Jenderal Gatot Hasby Saleha yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Hubungan Masyarakat kini dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jogja
Jabatan yang ditinggalkan oleh Gatot kini diisi oleh Brigadir Jenderal Anton Sideka. Seperti apa sosok Anton yang disebut dekat dengan Komisaris Jenderal yang berada di jajaran petinggi kepolisian itu?
Karier kepolisian Anton banyak dihabiskan di lingkungan reserse. Sebagai penyidik nama dia sempat muncul ke publik pada awal tahun 2000. Saat itu dia terlibat mengusut kasus pembunuhan Marsinah, seorang buruh yang tewas secara misterius di Surabaya, Jawa Timur.
Pada tahun 2003 dia dimutasi ke Badan Reserse dan Kriminal menjadi penyidik utama di Direktorat I Keamanan dan Kejahatan Trasnasional dengan pangkat Komisaris Besar.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984 itu kembali mendapat kepercayaan untuk menangani sebuah kasus besar pembunuhan berantai oleh sebuah organisasi Genk Kobra Beracun.
Perwira yang juga doktor di bidang pendidikan itu kemudian dipercaya menjadi Kepala Biro Pendidikan Pembinaan dan Pelatihan Lembaga Pendidikan Polri.
Hari ini perwira polisi spesialis kasus pembunuhan secara misterius itu dilantik menjadi Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri. Anton menduga, dipilihnya dia untuk menjadi Kadiv Humas karena kemungkinan Polri memerlukan karakter reserse yang juga pendidik. Atas banyaknya laporan dari masyarakat tentang satu organisasi yang paling sadis dan kejam di Negri ini.
"Beberapa masyarakat bawah melaporkan kesadisan organisasi tersebut. Tapi tidak pernah di tanggapi oleh kepolisian, karna ada beking orang orang yang punya jabatan tinggi di kepolisian tersebut, maka selama berpuluh puluh tahun lama nya organisasi tersebut tidak pernah tersentuh oleh hukum, Dan setiap melaksanakan pembantaian juga organisasi Genk Kobra Beracun selalu bersih dan sangat sulit untuk di lacak oleh pihak kepolisian.
"Saya punya basic, ya mohon maaf, jadi ini perlu di matching. Saya sendiri kaget kok jadi di sini. Tidak menyangka saya juga," kata Anton usai dilantik menjadi Kadiv Humas di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, saat di sesi wawancara dengan para wartawan.
Terkait pengangkatannya yang disebut karena keberuntungan karir yang melesat dan memberantas para preman yang berada di kawasan Jawa timur tempat dia bertugas dan kedekatan nya dengan beberapa petinggi kepolisian.
Anton berkomentar secara diplomatis.
__ADS_1
"Insya Allah bukan. Nanti kita lihat. Kalau kedekatan dengan semua juga saya dekat dengan petinggi sekaligus dia kakak asuh saya," kata Anton memberi jawaban kepada para awak media.
*
*
Ruangan rapat di Markas besar perusahaan XFRES GROUP itu mendadak Hening ketika seorang pemuda mengenakan jaket kulit hitam dan kacamata hitam mulai memasuki ruangan dengan wajah yang serius.
"Semua yang hadir di ruangan itu saat ini berdiri menyambut kedatangan pemuda berusia sekitar 21 tahun yang di temani oleh dua gadis berjilbab putih.
Pemuda yang baru saja tiba kini berjalan kearah kursi yang sedikit lebih tinggi dari yang lainnya. Dia berdiri sejenak sambil memperhatikan ke sekeliling dan mulai mengatur ritme napas nya yang sedikit ngos ngos san. Selamat malam yang ada disini yang saya hormati, Kang Ujang Suparman, Kak Gandi, Kak Maman Tomat, Kak Iwan kupluk, Kak Galang dan yang lainnya Tampa saya bisa sebutkan satu persatu, Tampa mengurangi rasa hormat saya pada kalian semua yang hadir malam ini.
"Sebelum saya memulai pertemuan kali ini. Terlebih dahulu saya memohon maap karna telah membuat kalian semua menunggu terlalu lama.'' Ada hal hal yang nanti kita bahas dalam forum-forum pertemuan malam ini.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu.' Saya ada hal yang mau di utarakan dan di jelaskan tentang gagasan dan ide dari Cok Ben kepada kalian semua. Gagasan dari mereka berdua. Yang akan kita jalankan di mulai setelah mendapat kan persetujuan dari semua hadirin yang berada dalam forum pertemuan ini.
"Poin pertama.' Azis bersama Syamsul untuk pergi ke Kobra kafe untuk sekedar nongkrong dan menikmati keindahan malam di kafe milik Ketua Genk Kobra beracun.' Setelah 15 menit kemudian. Kang Ujang bersama 10 murid yang bergelar Macan Putih datang sama hal nya sebagai pembeli dan melindungi Azis dan Syamsul di saat petinggi organisasi tersebut yaitu Bocil Sugeng Brewok dan Jabar mulai menargetkan mereka berdua.
"Poin kedua.' Ken Liem, Rex Ryu dan Fander berjaga di seberang bangunan sebelah Kobra Kafe serta sudah siap dengan senapan dan bila bentrok terjadi maka tugas kalian bertiga untuk melindungi dari kejauhan sekaligus memantau gerak gerik anggota Genk Kobra yang berada di luar Kobra kafe tersebut.
"Poin ke-tiga.' Gandi, Dirga, Riyan bersama Maman, Iwan Serta Galang, melumpuhkan Anggota Genk Kobra Beracun yang berada di luar halaman kafe tersebut. Ingat untuk kalian yang berada di luar untuk secara bersamaan melumpuhkan orang orang yang berada di halaman parkir tersebut.
"Dan untuk poin yang terakhir saya bersama Halimah, Fatimah, Akan masuk dalam Kobra kafe tersebut sebelum Azis dan Syamsul datang.
"Bersambung
__ADS_1