
Tiga bulan kini telah berlalu bagi kedua gadis anak dari petinggi yang telah membesarkan nama kedua orang tua nya itu di kancah internasional.
Anastasia Amanda Rustandi, putra dari petinggi organisasi yang sempat di takuti di tempat kelahiran nya itu. Kini Anastasia tinggal di negara Jepang dengan status sebagai mahasiswa fakultas bisnis yang di kawal langsung oleh Anak buah Tuan Naga Saki Sempur.
Sedangkan Sintia Siregar Rusady, sekarang berada di negara Amerika Serikat sama halnya dengan status sebagai mahasiswa fakultas ekonomi, tak tanggung tanggung kawalan yang di berikan oleh anak dari Ketua Genk Kobra Beracun yang sudah meninggal. Berjumlah 300 pengawal dari dua sahabat Dani Rustandi yaitu Simon dan Kong Kong.
Mereka berdua kini meninggalkan negara tempat kelahiran dengan satu tujuan untuk menguasai pasar di negara nya sendiri dan raja di atas raja dengan bantuan perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP perusahaan gabungan milik ketiga sahabat Dani Rustandi.
Orang orang dari Naga Saki Sempur, Mister Kong Kong dan Tuan Simon, sudah di kirim ke Negara mereka berdua di lahirkan, untuk menyelediki orang orang yang terlibat dalam kasus pembantaian Gareng dan Dani Rustandi serta beberapa anak buah yang setia kepada dua dedengkot petinggi Organisasi tersebut.
Anak buah Tuan Simon di tugaskan untuk menyelediki orang orang dari anak buah Tuan Abdullah, yaitu Alex Brian, Gandi Darma dan Dirga Brian serta petinggi perusahaan yang dulu nya bernama XFRES GROUP.
Sama hal anak buah dari mister Kong Kong di tugaskan menyelidiki orang orang dan anak anak dari Khabil Ardana atau pun Elisabeth Ardana.
Sementara untuk Naga Saki Sempur sengaja mereka menyewa para intelijen intelijen khusus guna mencari tahu perusahaan yang baru bergabung beberapa bulan itu dan bernama ISMAIL FUTURE OF COMPANY yang masih di sembunyikan identitas kepemilikan perusahaan tersebut.
Kini mereka bertiga benar benar tidak main main dalam mencari celah dan masuk nya perusahaan milik mereka bertiga agar bisa menembus pasar di negara Indonesia. Dan mengucurkan dana miliaran dolar USD ke perusahaan KOBRA COMPANY GRUP.
Tuan' Simon dan Mister Kong Kong serta Tuan Naga Saki Sempur, kini sedang berada di negara Jepang tepatnya di markas besar milik Naga Saki Sempur.
"Naga Saki Sempur, apakah kau sudah memerintahkan beberapa para pengawal mu untuk menyelidik siapa pemilik perusahaan terbesar se-Asia saat ini.? Tanya Simon.
"Tuan Simon anda tidak usah kawatir, saya sudah menyewa sepuluh intelijen terbaik di dunia untuk menyelidiki siapa pemilik perusahaan bernama ISMAIL FUTURE OF COMPANY itu." Jawab Naga Saki Sempur.
__ADS_1
"Baik' lah saya percaya kan kepada anda tentang masalah perusahaan itu, saya sendiri pokus untuk menyelidiki dalang kematian sahabat kita serta ketua Genk kobra Beracun." Ucap Simon.
"Bagaimana dengan mu mister Kong Kong, apakah sudah memberangkatkan beberapa anak buah mu untuk menyelidiki anak anak dari Khabil Ardana dan anak buah dari Elisabeth Ardana yang bernama X Fander.
"Seminggu yang lalu saya sudah memberangkatkan 500 orang anak buah terbaik untuk menyelidiki mereka dan sebagian aku akan menempatkan di salah satu kantor Perusahaan KOBRA COMPANY. Ucap Kong Kong dengan senyuman jahat.
"Apakah kalian melupakan tentang dua orang hebat yang dulu ada di tangan Dani Rustandi." Ucap Kong Kong lagi.
"Maksud, anda.!! Tanya Simon.
"Cok Ben............! Jawab Kong Kong.
"Simon bergeming, begitu juga dengan Naga Saki Sempur, mereka berdua seperti di telan bumi keberadaan nya.
"Sebentar saya telepon terlebih dahulu kepada Anastasia.'' Kata Naga Saki Sempur.
"Saya hanya sekedar menanyakan kabar Cok Ben, tentang keberadaan mereka berdua. kata Naga Saki Sempur.
"Saya sudah mengetahui dan sepuluh orang esok sore sudah berada di kediaman rumah Orang Tua nya yang berada di Kota Medan." Kata mister Kong Kong bangga.
"Hahahaha." Anda benar benar cerdik dan cerdas, sebelum bertanya kepada kami berdua tapi anda sudah menyiapkan segala sesuatu nya." Puji Simon.
"Hahahaha." Hahahaha." Hahahaha." Mereka pun tertawa bersama sama dan obrolan pun berlanjut dengan canda tawa di antara lelaki setengah baya itu.
__ADS_1
Tampa mereka sadari obrolan mereka berdua telah di rekam oleh salah satu pengawal Naga Saki Sempur yang lima orang selamat dari pembantaian waktu sedang mengawal Ketua Genk Kobra Beracun, dan dengan bantuan dari Brigadir Anton Sideka untuk melepaskan mereka berlima dengan satu tujuan yaitu harus bersedia menjadi mata dan telinga Tuan Muda Harsya.
Tsubasa........... langsung pergi meninggalkan mereka bertiga yang sedang asyik bercanda ria dengan di temani oleh para wanita penghibur, di pertemuan para petinggi perusahaan gabungan itu.
"Izisaki........ Sebaiknya kau tetap di lingkungan mereka aku, akan pergi untuk melaporkan kepada Tuan Muda Harsya tentang pembicaraan mereka berdua." Titah Tsubasa kepada temannya.
"Baiklah.........! Kau segera laporkan secepatnya kepada pemuda itu." Bisik izisaki kepada telinga Tsubasa.
"Lelaki itu mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan temannya.
*********************************************
Satu bulan setelah acara pernikahan antara Tuan Muda Harsya dan Nona Halimah, salah satu murid kepercayaan dan kaki tangan Kiayi Sepuh sedang berada di salah satu markas besar Macan Putih di Kota Jakarta yang tidak jauh dari kawasan Bintaro Jakarta Selatan.
Ujang Suparman yang di beri kan mandat penuh oleh Tuan Muda Harsya untuk memegang kendali, agar organisasi yang di pimpin oleh nya menjadi besar dan masuk sampai ke tingkat internasional. Salah satu tujuan utama nya adalah membendung orang orang dari perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP yang di pimpin langsung oleh ketiga sahabat Dani Rustandi yang tewas di tangan X Fander dan Anak buah Tuan Muda Harsya.
Kini di markas tersebut Kang Ujang Suparman sedang bersama dengan orang orang yang setia kepada Tuan Muda Harsya yang di tarik dari perusahaan yang tadi nya telah di tetapkan oleh Tuan Alex Brian, Asisten Tuan Besar Abdullah.
Ujang Suparman, sedang duduk di kursi samping pimpinan bersama dengan Gandi, Dirga, Ken Liem dan Rex Ryu, serta X Fander. Tak lupa hadir beberapa anak buah Tuan Suhardi diantara nya, Maman Tomat, Iwan kupluk. Dan orang yang di pilih langsung oleh Tuan Muda Harsya untuk menambah daya gedor nya yaitu Syamsul dan Bimo.
Ketua Macan Putih kini bertanya langsung kepada salah satu dari mereka yang hadir di ruangan itu.
"Tuan Gandi, apakah pergerakan dari mantan mantan anggota Genk Kobra Beracun tidak berulah di kalangan masyarakat.? Tanya Ujang Suparman.
__ADS_1
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
Bersambung.