TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Semua Rencana Sudah Di atur


__ADS_3

Tiba di atas. Beberapa orang yang sangat Ia kenal sudah menunggu dan langsung menepuk pundak pemuda yang baru saja keluar dari ruang lifs tadi.


"Paman Iskandar. Paman Suhardi. Paman Alex dan Paman Anton Sideka ada apa memandang ku dengan tatapan aneh ini.?" Tanya pemuda tadi sambil memandang mereka yang sudah menunggu di pintu keluar lifs itu.


"Tidak ada apa apa Tuan muda.! Cuma Paman heran kenapa anda berpakaian seperti Tukang Ojeg dan wajah mu terlihat berkeringat. Apakah sakit atau kecapekan.?" Tanya Suhardi, penasaran dan yang lainnya juga berpikiran seperti Suhardi.


"Hehehehe. Paman aku kesini memakai Motor si Dukun yang pertama kali bertemu dengan Paman Suhardi. Karna sudah lama motor itu tidak di pakai ya jadi agak sedikit ngadat." Jawab Harsya cuek.


"Hah...... Semua terkejut mendengar nya. Kenapa Tuan muda memakai motor dan seperti Tukang Ojeg." Kata Paman Alex, dalam hati ingin tertawa tapi ia sembunyikan.


"Sudah...... Sudah...... Ahk.! Tak usah di bahas sebaiknya kita akan memulai pertemuan kali ini. Ada banyak informasi yang di terima oleh Ken dan Rex untuk kita bahas." Kata Harsya.


"Siap. Silahkan.!! Tuan Muda. Ajak Suhardi.


"Baiklah. Mari.!! Kata pemuda itu lalu melangkah mendahului nya.


Tiba di pintu ruangan yang akan mereka jadikan sebagai tempat untuk membahas semua informasi yang di dapat oleh Ken dan Rex. Pemuda itu ternyata sudah di tunggu oleh beberapa orang dari pencak silat Cimande yang dua Minggu yang lalu menemui nya bersama Inah dan Ineh beserta Paman Alex.


"Hmmmmm. Sepertinya pertemuan kali ini sangat penting. Baiklah.! Sepenting apa rencana dan berita yang mereka berdua bawa. Tadinya hanya beberapa orang saja dalam pertemuan ini. Tapi Paman Alex dan Paman Suhardi beserta Paman Anton Sideka menganggap pertemuan ini begitu penting dengan kehadiran mereka bertiga." Kata pemuda dalam hatinya.

__ADS_1


Dia melangkah kembali dengan di ikuti oleh ketiga Paman nya.


"Silahkan Tuan muda. Kata salah satu dari ketiga Paman nya itu mempersilahkan pemuda itu untuk duduk di kursi meja kepala.


Setelah pemuda itu duduk. Baru lah yang lainnya juga ikut duduk. Dan kini wajah penuh keseriusan terpancar dari masing masing orang.


**************


"Ken dan Rex. Silahkan memberitahu kan kepada kita semua yang berada di ruangan ini. Tentang semua hal yang kalian berdua ketahui." Pinta pemuda itu mengawali pembicaraan pada pertemuan kali ini.


"Baiklah. Terima kasih atas waktu yang anda berikan. Begini Tuan Muda dan kita semua yang berada di sini. Sepanjang penyelidikan kita berdua bersama sepuluh Matih terlatih. Bahwa pihak pihak yang telah membebaskan Windi dan Winda adalah orang orang yang haus dengan jabatan dan uang. Di dalam file ini sudah tersedia nama nama tikus tikus kantor." Kata Ken menyampaikan apa yang dia dan Rex ketahui.


Selain Ken dan Rex atau pun Tuan Muda Harsya. Semua orang yang berada di ruangan itu menjadi terkejut mendengar berita itu.


Saya telah mendapatkan kabar terbaru dari orang orang yang di susupkan dalam barisan pihak musuh kita semua. Kabar terbaru mereka semua sekarang menargetkan Tuan Ucok dan Beni untuk segera di eksekusi oleh Anggota organisasi Kelalawar Hitam. Sementara ada kabar yang sangat penting untuk saya sampaikan kepada Tuan Muda dan semua orang yang ada di sini." Kata Ken lagi.


"Silahkan Ken.! Titah Harsya.


Menurut hasil informasi yang kami dapatkan. Tuan Simon dan kedua sahabat nya yaitu mister Kong Kong dan Naga Saki Sempur telah meminta bantuan dari rekan bisnisnya yang ada di negara Singapura. Bila mereka bertiga sampai terjalin kerjasama dengan rekan bisnis yang ada di Negara Singapura kemungkinan terbesar SDM nya akan semakin kuat dan tangguh." Kata Ken menjelang semuanya. Kali ini musuh tidak di anggap enteng.

__ADS_1


"Tuan Muda mohon untuk menyela ucapan dari Ken." Pinta Fander. Harsya pun mengangguk. Semua mata menatap kearah Fander dengan rasa penasaran.


Tan Chor. Dijuluki Naga Bermata Satu karena ia buta di mata kanannya, mantan kepala Ang Tong itu menjadi berita utama saat ia membunuh pemilik klub malam Lim Soon dengan gaya eksekusi di rumahnya pada waktu itu.


Tan, saat itu berusia 31 tahun, menembak Mr Lim Soon lima kali di depan keluarganya sebelum melarikan diri ke Inggris. Konon katanya setelah tiga tahun dia kembali lagi ke negaranya dan menguasai beberapa daerah daerah di tempat kelahirannya.


"Tan Chor. Apakah Tuan Simon dan kedua sahabatnya akan menjalani kerjasama.?" Tanya Fander.


"Benar. Tuan Fander. Simon akan menjalin kerjasama dan meminta bantuan dari Mapia berdarah dingin dan paling kejam di negaraku. Bukan Tan Chor saja oleh Simon dan Kong Kong serta Naga Saki Sempur yang akan di ajak kerjasama oleh mereka bertiga.


Tan Tong Me. Bangsa ini diingatkan tahun lalu akan masa lalunya yang penuh gejolak dengan kematian baron narkoba Singapura Tan Tong Me, yang ikut mendirikan Ah Kong, sebuah sindikat kejahatan dan narkoba yang terorganisir yang awalnya berbasis di Belanda. Tapi seluruh negara negara Eropa sudah di kuasai oleh Mapia yang di takuti oleh beberapa Mapia Mapia lainnya." Kata Rex pula ikut menjelaskan semua nya.


"Kabar yang kami dapat dari anak buah kita. Bahwa hari ini juga Simon dan kedua sahabat nya akan segera mendarat dan beberapa para pengawal serta organisasi Genk Kelalawar Hitam sudah berada siaga satu di bandara internasional Soekarno-Hatta. Tak lupa Riyan dan Dirga beserta Nona Dewi dan Indah juga ikut menyambut kedatangan mereka bertiga. Saya juga melihat Nona Hani dan pacarnya Azis berada di sana menjemput ketiga pemilik perusahaan TRI FUTURE COMPANY GRUP.


"Baiklah. Sekarang aku ingin bertanya kepada Paman Alex. Apa rencana anda Paman.?


"Tuan Muda. Saat ini yang ada dalam benakku, menjalankan rencana yang sudah di tetapkan oleh Riyan dan Dirga dengan berpura pura membelot dan berkhianat dari anda Tuan Muda. Biarkan Riyan bersama Dirga dan dua gadis yang menjadi kekasih nya untuk merekrut anggota macan putih yang sudah di persiapkan oleh kita kita. Semakin Riyan dan Dirga berhasil memenuhi keinginan Shintia dan Anastasya, semakin bagus rencana kita akan berhasil." Jawab Alex.


"Bagus Paman. Sebarkan mata mata kita bandara dan juga pelabuhan. Yang kedua untuk Anggota Macan Putih jangan memamerkan kekuatan, dan berbaur dengan orang orang biasa. Apakah kalian semua mengerti.?" Tanya pemuda yang super dingin bila sedang bekerja.

__ADS_1


"Siap Tuan Muda." Jawab mereka serentak.!!


Bersambung.


__ADS_2