TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Harsya Tiba di markas besar XFRES GROUP


__ADS_3

"Waktu itu setelah Harsya dan beberapa lainnya beres makan siang di Restoran bintang lima itu, Kakek Abdullah mengajak ke satu ruangan pribadi yang ada di restoran tersebut untuk membahas sesuatu yang sangat penting....!


"Tuan Besar bersama Nyonya besar pun berjalan di ikuti oleh Harsya dan Paman Alex Beserta Cok Ben, Sedangkan Orang tua angkat bersama Halimah dan Fatimah untuk menunggu nya atau hanya sekedar ingin jalan jalan di Restoran bintang lima itu .


"Setelah mereka sampai di ruangan khusus di antar oleh managers Resto, mereka semua pun duduk di kursi yang tersedia di dalam ruangan tersebut, Sedang kan manajer resto keluar dan menemani Halimah dan Fatimah beserta pasangan suami istri paruh baya tersebut.


"Cucuku mungkin anda bertanya bertanya kepada kakek dan nenek mau pun kepada Alex kenapa secara tiba tiba mereka ikut bersama kita ke Jakarta dan yang tadinya kakek sama Alex saja yang mau ke Jakarta untuk menghadiri pengalihan perusahaan milik Kakek, tapi ada hal yang tidak duga dan tidak di sangka secara mendadak" kata kakek nya di sela mulai nya obrolan


"Kakek Harsya mendengar kan nya silahkan kakek utarakan semua nya dengan jelas dan detail biar Harsya bisa menggali dan mencerna obrolan dari kakek, ucap nya dengan wajah serius.


anak ini persis seperti Ismail bila sedang serius tatapan dan sorot mata nya penuh dengan misteri batin hati kakek Abdullah.


"Abdullah pun memandang istri nya dan mulai berkata untuk menjelaskan semua nya kepada Cucu nya itu.


"Sayang....! istriku utarakan semua kepada Cucu kita Harsya" ucap lembut suami nya.


"Aisyah mengangguk dan berkata.


"Cucuku tadi sebelum berangkat nya kakek mu Nenek mendapatkan telepon dari sahabat nenek yaitu Elisabeth Ardana dan menjelaskan semua nya kepada Cucu nya serta meminta pertolongan kepada nenek nya tentang kedua anak nya yang di sekap Oleh Dani Rustandi" Begitu Cucu ku cerita nya Nenek harap kamu membantu nya dan menolong kedua anaknya demi persahabatan nenek dengan Elisabeth Ardana mantan istri Khabil Ardana....!


"Harsya pun menoleh kepada Cok Ben dan mereka pun setuju karna kedua anak nya ada dalam rencana mereka bertiga," lalu Harsya pun berkata kepada Nenek nya.


"Baik' Nenek ku sayang Harsya akan membantu sahabat nenek tapi bisa kah pertemukan dulu Harsya dengan Elisabeth dengan senyuman manis nya kepada Nenek dan Kakek nya....!


"Kebetulan sekali Cucuku, Elisabeth sudah di suruh Nenek datang kepada acara pertemuan nanti pukul empat sore, apa sebaiknya kita berangkat sekarang bersama sama" kata Nenek Aisyah mengajak Cucu nya untuk sama sama ke pertemuan tersebut.


"Nenek sama Kakek beserta paman Alex berangkat duluan beserta yang lainnya " Harsya ada keperluan dulu sama Abang Ucok dan Abang Beni" jawab Harsya dengan wajah memelas agar di ijinkan.


"Baiklah" kalau Cucuku sudah bilang begitu" lirih nenek dengan bibir nya cemberut....!

__ADS_1


"Kakek" lihat tuh nenek bibir nya kaya Tutut" ledek Harsya sambil terkekeh cekikikan


"Huh.....! anak ini kaya sama ayah nya" suka usil....! ucap nenek nya.....!


*


*


"Bang Ucok apa sudah semua nya di persiapkan tanya Harsya yang berada di dalam mobil menuju markas besar untuk melangsungkan pertemuan Akbar pengalihan perusahaan milik kakek nya kepada diri nya....!


"Semua sudah siap tinggal nunggu perintah dari anda maka semua akan saling serang antara organisasi Genk Kobra bersama para pembunuh bayaran suruhan dari direktur Rony" jawab Ucok.


"Sedangkan Beni hanya diam dan pokus kepada jalan yang di kemudikan....!


"Di saat obrolan antara Harsya dan Ucok dalam mobil yang sedang melaju tiba tiba ponsel Tuan muda pun bergetar tanda pesan masuk ke aplikasi wasttap....!


"Sebentar aku buka dulu pesan masuk di ponsel ku! di sela obrolan nya.


"Bunyi pesan suara pun terdengar jelas di telinga Harsya' mungkin Abang Ucok dan Beni pun mendengar kannya! lalu berkata kepada mereka berdua.


"Abang Ucok dan Beni Apakah sebaiknya kita satu kan saja dua perusahan itu menjadi satu" kata Harsya meminta pendapat dari mereka berdua...!


"Ucok menjawab Tuan muda...! untuk kali ini sebaiknya jangan dulu, karna kita belum mengetahui rencana busuk dari perusahaan yang baru di rilis oleh Ketua Genk Kobra beracun yang bernama KOBRA COMPANY GRUP kita ikuti alur perusahaan baru itu, karna menurut informasi yang di dapat setelah perusahaan Ardana grup tumbang target selanjutnya adalah milik perusahaan Elisabeth Ardana yaitu GELORA BUANA GRUP, sedangkan kunci dari perusahaan tersebut ada di tangan kita....!


"Ucok hening sesaat lalu meneruskan perkataannya lagi


"Perlu anda tahu yang di takutkan oleh kita kita bukan Dani Rustandi atau pun organisasi Genk Kobra Beracun, tapi yang di takutkan adalah di belakang mereka, yaitu Simon pengusaha sukses dari Negara Australia yang masih tersembunyi kekuatan nya, belum lagi mister Kong Kong dari China dan Naga Saki Sempur dari Jepang" kata Ucok panjang lebar menjelaskan dan memberi kan pendapat nya....!


"Harsya pun hanya diam mencerna setiap ucapan dari sahabat ayahnya itu.

__ADS_1


Tidak terasa mereka pun sudah memasuki halaman parkir yang sangat luas dan beberapa mobil mewah pun berderet-deret di halaman markas besar XFRES GROUP.


Para pengawal yang mengetahui bahwa mobil yang barusan datang dan sudah terparkir adalah milik pemuda yang bernama Harsya selaku Cucu Dari Tuan Besar seketika berhamburan dan berbaris menyambut kedatangannya.


"Tuan muda ayo kita turun" ajak Ucok


"Sebentar Cok kok lutut bergetar, hampir sama saat perusahaan milik ayah di alihkan kepadaku " kata Harsya dengan perasaan gugup.


"Aduh Tuan muda jangan gitu dong aku sama Beni sudah gagah dan memakai pakaian yang mahal" kekeh Ucok memakai wajah sedih....!


"Ahk......! ini Abang Ucok hanya akting" sahut Harsya yang sudah membuka kan pintu mobil nya.


"Salah satu dari kepala pengawal yang berbaris pun langsung membuka kan pintu mobil nya.


"Silahkan Tuan muda," Kata Gandi sambil membungkuk hormat.


"Terima kasih Kak Gandi "Kata Harsya seraya menjulurkan kaki nya untuk keluar dari mobil nya.


"Setelah Harsya Keluar dari mobil dan di ikuti oleh Cok Ben di belakang Harsya dia memandang ke sekeliling dan bertanya kepada pengawal tersebut.


"Apakah mereka semua sudah hadir" Tanya Tuan muda


"Sudah Tuan muda" ketiga gadis sahabat anda juga sudah ada di dalam bersama Riyan dan Azis.


''Harsya hanya mengangguk mendengar Jawaban dari Gandi.


"Belum lagi Harsya melangkah, tiba tiba dari arah dalam dan samping berbondong bondong orang dengan pakaian serba hitam memakai iket kepala berwarna macan putih berjalan dan di komandoi oleh Ujang Suparman mereka membuat barisan dengan sangat rapi.


"Harsya pun dengan senyuman yang sangat ramah mengingatkan tentang waktu di padepokan macan putih saat beberapa temannya tampil di acara pencak silat antar kabupaten membentuk barisan yang sangat rapi sebelum memulai adu tarung nya.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2