TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kabar Pagi untuk Hani dari Ayah nya


__ADS_3

Di salah satu Vila yang ada di kawasan Taman Bunga Nusantara di kota Cipanas. Masih jam yang sama dengan perkumpulan di Rumah Orang Tua Indah. Namun tempat yang berbeda tapi masih di kabupaten yang sama.


Di dalam kamar Vila dua insan yang berbeda kelamin dan umur yang tidak jauh berbeda, sedang di mabuk asmara sehingga tanpa ada ikatan pernikahan mereka melakukan perbuatan yang sangat di larang.


Entah minuman apa yang di berikan oleh kekasihnya hingga pemuda itu tidak bisa menahan gejolak birahi nya hingga ia melakukan yang tidak sepatutnya di lakukan sebelum kata SAH di depan penghulu dan wali nikah.


Pemuda yang di berikan kepercayaan penuh oleh Kiayi Sepuh dan mengetahui apa yang di lakukan nya itu dosa besar. Tampak sedang berbaring sambil menikmati permainan dari kekasihnya itu.


Meski pemuda itu sedang bercinta dengan kekasihnya. Namun hati dan pikiran nya merasakan gundah gulana dan ketakutan. Hingga ia tidak aktif dalam membalas setiap gerakan yang di berikan oleh kekasihnya itu.


Sedangkan Gadis cantik berusia 20 tahun itu bernama Hani Omar Dani hanya diam menikmati dan melayani pemuda pujaan hatinya yang sudah hampir delapan bulan berpacaran.


Hani memberikan pelayanan khusus dan memberikan perawan nya kepada Azis. Untuk rencana agar kekasihnya mau ikut bergabung dalam Genk Kelalawar Hitam dan menargetkan Harsya untuk di bunuh dan di hancurkan semua yang ada di pemuda itu.


"Ohk..... Sayang Hani pujaan ku.!!! Aku mencintaimu!! Erang nya saat Semburan lava sudah keluar.


"Kak......... Azis Hani juga mencintai mu.....!! Seketika mereka berdua terkapar dengan deru napas yang tak beraturan, bagaikan seorang murid yang di suruh lari oleh guru nya mengelilingi lapangan bola sepuluh kali putaran........!


Setelah melakukan aktivitas yang melelahkan di kamar Vila di Kota Cipanas tepatnya di daerah Taman Bunga Nusantara. Mereka berdua pun tertidur terlelap dalam keadaan telanjang bulat.


Malam pun telah pergi meninggalkannya. Kini langit sudah berubah menjadi siang. Terlihat cerah di pagi itu.


Azis sudah terbangun dan dia menyesali perbuatannya dia sekarang merenung di ruangan tengah seraya menunggu kekasihnya bangun.


"Aku benar sudah berdosa besar sampai merusak masa depan kekasihnya. Dan perbuatan ku bener bener dosa besar. Apa yang harus aku lakukan." Ucap nya dalam hati meratapi penyesalan nya.


**


Sementara pagi hari di kediaman Rumah keluarga Dewi dan Rumah keluarga Indah, kedua keluarga mereka sudah bersiap siap pergi untuk menuju Kota Jakarta dan menghampiri Tuan muda Harsya, atas saran yang di berikan oleh Tuan Suhardi dan persetujuan dari mereka yang malam ikut bermusyawarah.


Dewi sendiri ikut bersama dengan kekasih nya. Yaitu Riyan yang semalam tidak ikut pulang dalam rombongan mereka, sementara Kedua Orang Tua nya ikut dalam mobil Ayah Indah.


Dua unit mobil berbeda merek pun mulai bergerak meninggalkan kediaman mereka, menuju jalan utama, membelah jalanan di pagi hari itu, dengan kecepatan 60 km perjam. Keberangkatan dua keluarga, tercium dan terlihat oleh Pak Usman dan istrinya. Untuk melaporkan semua kejadian malam itu kepada anaknya yang ada di kota Jakarta.

__ADS_1


Beberapa kali telepon tidak di angkat Oleh Hani Omardani. Kemungkinan terbesar anaknya sedang tidur, secara ini kan tanggal merah. Pemikiran Pak Usman.


***


"Dewi. Apakah kau tadi melihat Pak Usman menatap kearah mobil ku.?" Tanya Riyan di sela obrolan di dalam mobil.


"Iya.......Aku melihatnya Kak. Dia menatap sinis kearah mobil mu. Kemungkinan Hani sudah di beritahu oleh Ayahnya." Kata Dewi menebak.


"Terus selanjutnya kamu bagaimana.!?" Tanya Riyan mata nya menatap kearah depan.


"Entahlah Kak. Aku tidak tahu. Kak Riyan apakah Kak Harsya akan memaapkan ku dan indah nggak ya." Dewi masih dalam ketakutan di hatinya.


"Kamu Tenang saja. Kakak akan bantu ngomong dan memohon kepadanya." Balas Riyan.


"Terima Kasih kak." Lirihnya dengan mata sayu. Membuat hati Riyan pun ikut bersedih.


"Kamu jangan bersedih. Kakak yakin Tuan muda akan memaapkan mu." Ucap Riyan seraya menggenggam tangan gadis itu. Dewi pun terenyuh oleh sikap kekasihnya.


**************


"Kriiiiing.................!!


"Kriiiiing.................!!


Suara panggilan itu memekakkan telinga.


Tidak jauh dari ponsel itu tampak seorang gadis cantik dengan di balut selimut tebal sedang tertidur pulas.


Terdengar dengkuran halus menandakan bahwa gadis ini sedang keaadaan lelah dan sangat lelap tidurnya.


"Kriiiiing''............!!


"Kriiiiing''............!!

__ADS_1


Suara panggilan di telepon itu kembali terdengar membuat gadis cantik itu yang sedang tertidur lelap akhirnya terbangun.


Dia yang masih belum seratus persen menguasai kesadaran nya meraba raba kesana kemari untuk menemukan ponselnya.


Setelah ujung tangannya menyentuh ujung ponsel, dia segera meraih dan dengan sedikit menyipitkan mata, seraya melirik ke layar ponsel. Gadis itu terkejut melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponsel nya.


"Hmmmmmmm. Ayah ada apa menelepon ku. Mengganggu tidur aku saja gerutu gadis itu setelah mengetahui siapa yang menelepon nya.


Gadis berusia 20 tahun pun langsung buru buru mengusap layar jawab dan beranjak bangkit dari tempat pembaringan setelah mendapat teguran dari si penelepon.


"Hani anakku. Apa yang sedang kau lakukan saat ini?" Mengapa kau lama sekali mengangkat panggilan telepon ku.?" Tanya Satu suara lelaki Paruh baya di sebrang sana


"Ayah ada apa menelepon ku di pagi hari ini. Apakah ayah tidak mengetahui bahwa hari ini libur kuliah. Aku ingin beristirahat." Jawab Hani dengan suara tinggi dia kesal pagi pagi sudah mendapatkan bentakan dari seorang Ayah.


Azis yang mendengar suara kekasihnya dari dalam kamar dengan suara yang sangat tinggi langsung beranjak dari kursi menuju kamar yang menjadi saksi persetubuhan di malam itu.


"Anakku...... Kau jangan marah begitu. Ayah hanya kesal sudah menelepon hampir seratus panggilan tapi tidak pernah kau jawab." Rayu Ayah nya agar anak nya tidak marah.


"Ceklek........... Pintu kamar terbuka dan terlihat seorang pemuda oleh gadis itu. Hani buru buru jari nya dia simpan dalam bibir nya, memberi kode agar pemuda itu tidak bersuara.


"Yaa...... Sudah ayah ada apa menelepon ku.?" Tanya Hani.


"Hani. Ayah tadi melihat mobil Riyan bersama mobil Ayah nya Indah pergi bersama sama. Meninggalkan kampung ini. Katanya mereka akan pergi ke kota Jakarta." Kata Usman memberi tahukan kepada anaknya.


"Hmmmmmmmm." Ada apa ya kira kira mereka berdua membawa keluarga nya.?" Tanya Hani penasaran.


"Mana Ayah tahu...... Sebaiknya kamu telepon mereka berdua." Titah Ayah nya dalam sambungan telepon.!!


"Baiklah....... Hani akan menelepon Dewi atau indah saat ini juga. Kata nya lalu telepon di pagi hari itu berakhir.!!


"Sayang ada apa Ayah menelepon mu di pagi hari ini.?" Tanya Azis, sedangkan Hani mengacuhkan nya dia pokus sama ponselnya untuk menelepon kedua sahabat nya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2