TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Pesta Pernikahan Harsya dan Halimah Telah Usai


__ADS_3

"Baiklah untuk acara selanjutnya yaitu sungkeman kepada kedua orang tuanya masing masing." Ucap pembawa acara melanjutkan acara nya setelah selesai Ijab Qobul.


Pasangan suami-istri yang baru beberapa menit itu kini mereka berjalan kearah kedua Orang Tua nya yang sudah duduk di kursi samping pelaminan.


"Silakan pengantin untuk bersimpuh kepada Ibunda tercinta. (Pengantin merunduk sambil mencium tangan Ibunda masing-masing).


"Rasa haru di rasakan oleh Harsya dan kedua Kakek dan nenek nya, harus nya Ismail dan Zahra yang ada dalam sungkeman seorang pemuda tampan itu.


Harsya berjongkok di hadapan Nenek Aisyah sedangkan Halimah berjongkok di hadapan Ambu Siti Zulaikha.


"Ibu.. kini kami bersimpuh di pangkuanmu sebagai tanda bakti atas segala pengorbanan mu. Terima kasih telah merawat kami hingga hari ini. Mohon ma’af bila kami selalu merepotkan mu. Kini kami harus menapaki hidup baru, menjalani sunah Rasul yang Mulia. Kini kami menjadi istri. Kini kami telah menjadi suami. Do’akan kami agar dapat mengarungi bahtera rumah tangga. Do’akan kami untuk dapat memecahkan seluruh masalah yang ada nantinya. Do’akan kami menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah.


"Peluk cium untuk Ibunda tercinta.


"Terima kasih, terima kasih Ibu.


"Kini dipersilahkan keduanya berpindah untuk mohon do’a restu kepada Ayanda tercinta.


"Ayah… terima kasih telah menafkahi kami dengan nafkah halalan thoyyiban. Terima kasih telah menjadi Ayah yang terbaik untuk kami. Terima kasih telah memberikan pendidikan yang terbaik untuk kami. Kini kami harus merepotkanmu sekali lagi. Do’akan kami menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Do’akan kami mempunyai putra-putri yang sholeh dan sholehah nantinya.


"Peluk cium untuk Ayahanda tercinta.


"Kini kini dipersilahkan berpindah untuk mohon do’a restu kepada Ibu mertua tercinta.


"Ibu…ini adalah persimpuhan kami yang pertama di pangkuanmu. Setelah kami syah jadi putra dan putrimu. Jangan bedakan kami dengan putra dan putrimu yang lain. Ingatkan kami jika kami salah. Dukung kami jika kami benar. Do’akan kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.


Silakan berpindah kepada Ayah tercinta.


"Ayah…ini adalah persimpuhan kami yang pertama di pangkuanmu. Terima kasih telah mengizinkan kami untuk menikah hari ini. Terima kasih telah memberikan restu kepada kami. Do’akan kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah.


Peluk cium untuk Ayahanda tercinta.


Baik, Bapak Ibu yang kami mulyakan dan keluarga yang berbahagia. Usai sudah rangkaian sungkeman kepada kedua Orang Tua masing masing, kini acara selanjutnya yaitu SAWERAN.


"Maka dengan hormat kepada Ibu Rokayah selaku Sinden yang akan menyampaikan atau pun menyanyikan, waktu dan tempat di persilahkan untuk naik ke panggung pengantin." Ucap pembawa acara pernikahan.


Tak lama setelah itu sinden pun lalu naik dan berdiri di belakang pengantin. Dengan posisi duduk di kursi sambil dipayungi, upacara penyaweran pun dilakukan pada pengantin. Orang tua memberikan nasehat diiringi kidung. Pemberian nasehat diiringi pelemparan uang logam, beras, kunyit yang diiris tipis-tipis, dan permen.


Uang logam dan beras melambangkan kemakmuran, kunyit sebagai simbol kejayaan, sedangkan permen melambangkan manisnya kehidupan berumah tangga.


Kapara tamu sadayana


Warga wargi nu araya


Abah nyelang nyawer heula


Antosan da moal lila


Ujang nyai sami gandang


Sami calik dina ranjang


Ujang masih keneh bujang


Nikah kanu geulis lenjang


Ujang teh perlu bisa


Siga cara abah ka ema

__ADS_1


Ayeunamah geus waktuna


Mindeng ge moal doraka


Lamun meneran parawan


Rada hese mamatahan


Ku Sabab can pangalaman


Ujang kudu lalaunan


Tapi mun ujang ka randa


Tangtu moal lila-lila


Molompong moal sulaya


Lantaran urut baheula


Bisi bojo udah-aduh


Mangkade ulah geruh


Hudang bae subuh-subuh


Da moal karasa tunduh


Mun si nyai geus ngalempreh


Ujang omat ulah leweh


Sanajan nepi kasoeh


Lamun bojo keur bungkiang


Omat ujang ulah hariwang


Keureuyeuh wae titukang


Dedetkeun wae sing tenang


Nyai teh kedah ngartikeun


Mun caroge geus hayangeun


Ku nyai geuwat berekeun


Bari rada diburukeun


Lamun nyai keur di gawe


Mangkade sing hade gawe


Itung-itung mayar gawe


Ngarah ngeunah kana hate


Mimiti mah rada nyeri

__ADS_1


Nepi kana sirah nyai


Tapi mun enggeus sakali


Tangtu matak menta deui


Poman nyai ulah talangke


Kudu **** ka caroge


Kujalan masihan gawe


Najan caroge tas balik gawe


Sakitu bae ti abah


Mangkade ulah gareuwah


Tangetkeun ulah gagabah


Ngarah caroge teu seuhah


Setelah acara saweran pun beres lalu pembawa acara di pernikahan Harsya dan Halimah pun di tutup oleh MC.


"Baik, Bapak Ibu yang kami mulyakan dan keluarga yang berbahagia. Usai sudah rangkaian acara akad nikah pada pagi hari ini. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu dan keluarga besar dari kedua mempelai yang berbahagia.


"Segenap do’a dan restu kami panjatkan untuk kedua mempelai. Semoga menjadi keluarga Sakinah mawaddah wa rahmah. Dan insyallah nantinya dikaruniai putra dan putri yang sholeh dan sholehah. Barakallahulaka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khair.


Setelah serangkaian acara pernikahan yang di bawakan oleh MC dari acara pertama dan sampai akhir selesai. Kini wajah kedua pengantin terlihat bersinar dan bahagia. Tuan' Muda tak henti hentinya tersenyum kepada siapa saja yang menyapa.


"Sayang, ayo kita beri ucapan selamat kepada kedua pengantin. " Ucap Suhardi kepada istrinya.


Istrinya mengangguk dan mereka berjalan menuju pelaminan.


"Anakku selamat ya..... semoga jadi keluarga sakinah mawadah warahmah. " Ucap Suhardi menyalami Harsya, Kemudian kedua nya berpelukan. Rasa haru dan bahagia menghinggapi keduanya.


"Terima Kasih banyak Paman." Ucap Harsya lalu melepaskan pelukan nya itu.


"Anakku Halimah selamat ya." Ucap Istri Suhardi menjabat tangan Halimah lalu memeluknya.


Setelah Suhardi dan istrinya memberikan selamat kepada kedua pengantin, pesta berlangsung sangat meriah banyak sekali tamu undangan yang hadir.


Ini adalah pesta pernikahan yang luar biasa di desa tempat tinggal seorang Kiayi Sepuh yang sangat di hormati dan di segani oleh kota kecil itu.


Orang orang Tuan Muda tampak mengatur para pelayan dan para tamu yang hadir di acara pernikahan bos besar itu.


Sementara anak buah Brigadir Anton Sideka mengawasi agar tidak terjadi kericuhan atau datang nya seorang yang tidak suka kepada pernikahan anak Kiayi Sepuh, walau bagaimana pun Halimah banyak yang melamar tetapi selalu ia tolak, lamaran dari teman teman ayahnya itu.


"Sayang apakah kau capek.! Ucap Harsya kearah Halimah.


Sejak tadi mereka berdua berdiri dan menyalami para tamu undangan yang datang.


"Kaki ku terasa pegal Kak.! Jawab Halimah.


"Kau duduklah biar aku yang menyapa mereka." Ucap mereka.


Halimah duduk di kursi pengantin, Harsya pun duduk di kursi sebelahnya.


Sore pun kini telah datang meninggalkan waktu siang, tapi para tamu masih datang silih berganti. Tak lama setelah itu langit pun sudah tertutup Awan, waktu senja akan tiba sebentar lagi, kedua pengantin kini sudah turun dari pelaminan nya dan menuju kamar pengantin yang sudah di hias dengan hiasan nuansa warna putih.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2