
Kang Ujang Suparman dan Matih Sembilan. Segera perintahkan puluhan Matih yang setia kepada organisasi kita dan Kiayi Sepuh. Untuk berpura pura berbelot dari anggota macan putih dan bergabung dengan ajakan sahabat ku Riyan.
Riyan telah menyutujui permintaan dari Shintia dan Anastasya bahwa anggota macan putih akan bergabung dengan Genk Kelalawar Hitam. Maka dengan itu kita akan membantu meluluskan rencana dari Riyan untuk menyerang pihak musuh dari dalam. Aku sendiri akan secara khusus bertemu empat mata dengan sahabatku tanpa ada orang lain' yang mengetahui nya.!!
"Siap Tuan Muda." Jawab Mereka berdua serentak membungkuk hormat. Lalu beranjak keluar dari ruangan khusus.
# Back to the beginning #
"Kriiiiing...................!!
"Kriiiiing..................!!
"Kriiiiing..................!!
Jhon Koplak yang sedang terhanyut dalam lamunan panjang memikirkan ancaman dari pemilik perusahaan terbesar se-Asia. Apakah akan mengikuti perintahnya membelot dari majikannya yang sudah mengangkat dirinya jadi Direktur KOBRA COMPANY GRUP dan memberikan beberapa pasilitas mewah, seketika buyar saat ponsel nya berbunyi.
Ia lalu mengambil ponselnya tampak terlihat dari layar ponsel di penelepon tersebut.
"Halo. Nona Muda Shintia." Kata Jhon Koplak menjawab panggilan masuk.
"Tuan Jhon kamu sedang dimana. Kenapa akhir akhir ini ponsel mu mati. Apakah begini cara kerja mu suka menghilang di saat situasi sedang dalam keadaan genting.?" Tanya Satu suara wanita di sebrang telepon.
"Mohon Maafkan Hamba. Nona Muda. Kemarin kemarin istriku sedang sakit. Aku sibuk mengurus nya. Nona muda tahu sendiri istriku kalau sedang sakit tidak mau di bawa ke rumah sakit." Kata Lelaki setengah tua memberi alasan.
"Hmmmmm. Bagaimana sekarang keaadaan istrimu.?" Tanya Nona Muda Shintia.
"Sekarang sudah membaik. Maka dengan Itu saya mengaktifkan lagi ponselnya." Ada gerangan apakah Nona muda menelepon saya.?" Tanya Jhon
"Sebaiknya kamu datang ke Mansion. Akan banyak pembahasan malam ini. Bersama Tuan Firza dan yang lainnya. Untuk menyambut kedatangan Mafia kelas internasional dari Negara Singapura." Titah Shintia.
"Baik. Nona Muda saat ini. Aku akan segera bersiap siap." Kata Jhon Koplak lalu panggilan telepon pun berakhir.
Setelah panggilan telepon dengan Nona muda Shintia. Jhon Koplak pun langsung mengirim pesan kepada Harsya dan yang lainnya yang sudah bertukar kontak telepon untuk memberi tahukan atas informasi yang barusan bahwa malam ini akan di adakan pertemuan di Mansion majikannya. Untuk membahas kedatangan dua Mafia yang kemungkinan akan melawan orang orang dari perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY GRUP.
__ADS_1
#######################
"Fander keluarlah. Tak usah bersembunyi begitu dan memata matai ku." Titah Harsya dalam pesan singkat. Harsya mengetahui keberadaan Fander ketika Ia keluar dari salah satu Kafe setelah terlebih dahulu sahabat nya Riyan sudah pergi dari Kafe tersebut.
"Mohon Maaf Tuan Muda. Saya di suruh sama Tuan Rijki dan Nyonya Elisabeth, karna Kekawatiran mereka berdua." Balas Fander.
"Terima Kasih Fander. Atas Kekawatiran mereka dan anda kepada saya. Sebaiknya kamu kesini." Pinta Harsya dalam pesan singkat.
"Siap. Tuan Muda.!!
Harsya pun kembali masuk keruangan Kafe tersebut. Sementara Fander yang sedang memantau dan memata matai majikannya segera melangkah menghampiri nya.
Tak lama setelah itu. Tok...... Tok...... Tok.......!
"Masuk. Perintah Harsya dari dalam.
Fander pun langsung masuk setelah terdengar suara perintah dari dalam ruangan Kafe yang sudah di pesan khusus oleh Harsya. Ia lalu duduk di kursi setelah di persilahkan oleh pemuda yang ada dalam ruangan tersebut.
Fander. Apakah kau telah menerima pesan masuk dari Direktur KOBRA COMPANY GRUP.?" Tanya Harsya di saat pemuda berusia 25 tahun itu duduk di hadapan Harsya.
"Bagus.......!! Fander aku punya rencana untuk mematahkan dua Mafia yang akan datang pada hari Jumat. Kemungkinan terbesar kedatangan mereka ke negara kita tidak melalui bandara internasional Soekarno-Hatta. Tapi melainkan kedatangan mereka melalui bandara Kulonprogo Yogyakarta." Kata Harsya menebak. Sudah jelas jelas Ia tahu karna di beritahu oleh sahabatnya dalam pertemuan tadi itu.
"Bagaimana anda bisa seyakin itu. Tuan Muda.? Tanya Fander penasaran.
"Insting ku tidak pernah meleset." Jawab Harsya. Padahal dalam hati Ia ingin tertawa. Bisa bisa nya Fander bisa di bohongi oleh majikan nya.
"Fander hanya garuk garuk kepalanya. Jelas jelas Ia tidak percaya apa yang di ucapkan oleh pemuda itu.
"Hahahaha. Akhirnya Harsya pun tertawa terbahak-bahak. Melihat raut muka Fander yang tidak percaya dengan kata kata pemuda itu bahwa Ia hanya menebak saja.
"Kak. Fander aku mengetahui kedatangan mereka berdua melalui bandara internasional Kulonprogo Yogyakarta dari sahabat ku. Riyan. Aku tadi hanya bercanda." Kata Harsya. Membuat Fander tersenyum manis dan menggeleng kan kepala nya. Sial aku di kerjain oleh Tuan Muda batinnya.
"Sudah Tak usah mengumpat dalam hati. Sebaiknya Kak Fander siapkan beberapa anggota Macan Putih dan anak buah mu untuk pergi ke kota Jogja melalui jalur darat." Titah Harsya.
__ADS_1
"Ehk. Anu. Iya. Siap Tuan Muda." Jawab Fander terbata bata.!!
"Ingat Kak. Keberangkatan mu, jangan sampai pihak Genk Kelalawar Hitam mengetahui nya. Nanti aku bersama Ujang Suparman dan Matih Sembilan akan menyusul hari kamis setelah mendapat informasi dari sahabat ku." Kata Harsya.
"Baik. Tuan Muda. Kalau begitu saya ijin pamit untuk mempersiapkan segala sesuatunya dan berangkat secara terpisah untuk menghindari kecurigaan pihak pihak musuh." Kata Fander. Harsya pun mengangguk.
Fander telah pergi. Harsya pun langsung beranjak bangkit dari kursi melangkah menuju keluar dan menghampiri motor si Dukun yang terparkir di area kafe tersebut.
"Hmmmmmm. Aduh si tampan terlihat keren bersejejer dengan motor lainnya." Gumam Harsya menghampiri motor si Dukun.
"Muachhhhhh.......... Harsya, mencium batok motor itu. Terlihat orang orang menertawakan nya. Manajer Kafe tersebut ikut dalam tawa di sore hari itu dan berkata nyeleneh.
"Hahahaha. Orang kaya yang gila. Para pengunjung kafe yang sedang duduk di dekat Manajer kafe itu dan mata nya menatap kearah pemuda yang sedang mencium dan memuji motor milik nya tersentak kaget mendengar ucapan dari seorang lelaki setengah tua itu.
"Orang kaya dari mana Tuan. Jelas jelas dia itu pemuda miskin. Motor nya juga terlihat rongsokan." Sahut pengunjung kafe itu tersenyum mengejek.
"Hahahahaha. Betul itu Tuan. Jelas jelas itu pemuda miskin." Timpal pengunjung lainnya.
Manajer Kafe hanya geleng-geleng kepala nya. Bahwa ucapan dari pengunjung kafe itu salah besar. Sudah jelas pemuda itu raja nya Asia. Ia mengetahui semuanya setelah memesan ruangan khusus dan dari notifikasi pembayarannya tertera nama HARSYA BADZIL ISMAIL ABDULLAH pemilik perusahaan terbesar se-Asia.
Setelah puas dengan memuji motornya yang terparkir. Ia pun lalu mengangkat standar dua nya untuk menggejlug selah motor yang starter nya sudah tidak berfungsi.
"Blek..... Blek..... Blek...... Bremh...... Bremh....... Bremh.... Suara mesin motor Honda Beat hidup.
"Huh...... Aku harus membawa motor ini ke bengkel membetulkan starter motor nya." Keluh Harsya menyeka keringat bercucuran di keningnya.!!
Bersambung.
!
!
!
__ADS_1
Ngariripuh awak sorangan Tuan Muda Harsya. jelas jelas punya segalanya.