TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Rapat Akbar akan segera di mulai


__ADS_3

"Bugh..........!


"Plak...........!


"Breng.........!


"Bugh.........!


"Plak...........!


"Breng.........!


Terdengar tamparan dan tendangan cukup keras kepada mereka berdua hingga terpental mengenai besi yang tak jauh dari nya.


"Paman Iwan, kapan kau datang? Dan sudahlah, jika anakmu dan anak dari Manajer XFRES GROUP tempat ayah nya bekerja meminta hukuman, maka suruh saja Indra untuk waktu enam bulan ini membersihkan gedung ruangan kampus tepat dimana aku dan yang lainnya kuliah." Kata Harsya menatap iba kepada Indra dan Ilham setelah menerima tamparan dan tendangan dari Iwan kupluk. Dan kembali berkata, Ilham untuk kau sementara akan saya kurung di sini sebelum orang orang ku dan pihak kepolisian menangkap ayahmu serta orang orang kantor yang melakukan kecurangan dalam perusahan milik ku." Kata Harsya bertanya kepada lelaki yang baru datang itu.


"Tuan Muda, aku ikut apa kata Tuan Muda, Terima Kasih banyak atas hukuman yang di berikan kepada anak hamba, itu sungguh hukuman yang sangat ringan." Ucap Iwan tertunduk malu kepada pemuda tempat nya bekerja.


"Paman Iwan mudah mudahan dengan hukuman itu dia mau berubah dan tidak memandang hina orang orang yang ada di bawahnya, dan untuk anak dari Manajer perusahaan yang di berikan oleh Kakek Abdullah kabar dari Paman Anton. Manajer Ardi dan Direktur keuangan XFRES GROUP bersama beberapa staf lainya sedang dalam penangkapan oleh pihak kepolisian atas laporan dari pemilik perusahaan yaitu Tuan Muda Harsya yang sudah menyerahkan beberapa bukti kejahatan dan kecurangan mereka dengan saksi saksi mata yang sudah siap memberikan keterangan kepada pihak kepolisian atas kejahatan yang di lakukan oleh orang orang kantor, yaitu Tuan Radit sepuluh Matih yang sudah di susupkan terlebih dahulu untuk membuntuti kejahatan dari ayahmu yang bernama Ardi." Kata Harsya seraya menggenggam tangan milik kekasih nya.

__ADS_1


Iwan kupluk hanya mengangguk sedangkan dua pemuda yang tadi menerima tamparan dan tendangan dari lelaki berbadan tegap dengan muka sangar tak menyangka bahwa pemuda itu pemilik perusahaan dimana dua ayah dari mereka bekerja, Ilham begitu kaget dan Syok bahwa hari ini Ayah nya sedang dalam buruan dari pihak kepolisian, Ia tidak menyangka bahwa sosok yang di hormati selama ini melakukan kecurangan dan penghianatan di tempat dia bekerja.


"Halimah dan Kalian berdua serta Paman Iwan ayo kita berangkat menuju hotel Zahra group di Jakarta pusat." Ajak Harsya kepada mereka bertiga.


"Siap Tuan' Muda, silahkan anda tunggu di atas saya akan memberikan komando kepada para pengawal untuk menjaga dan membereskan beberapa orang orang yang di tahan di ruangan bawah tanah ini." Jawab Iwan.


************************************


Sementara di salah satu hotel terbesar dan termegah di kota Jakarta sore itu pukul 15:00 tepat di area parkir hotel tersebut. Tampak puluhan mobil mewah sedang terparkir di sana dan dapat di pastikan bahwa hari ini akan di adakan rapat antara tiga perusahaan terbesar di Asia tenggara dengan di pimpin langsung oleh anak dari mendiang Ismail Abdullah.


Sementara itu dari mobil Toyota Alphard dan mobil Pajero sports berwarna putih dan mobil Marcedez Benz e-class, tampak beberapa pengawal membuka kan pintu mobil mewah tersebut, dan kini tampak lah dua lelaki paruh baya menggandeng wanita paruh baya berjalan dan di ikuti oleh pasangan setengah tua bersama wanita paruh baya yang terlihat cantik dan tidak akan menyangka bahwa wanita itu berusia 58 tahun.


Tidak sampai di situ dari arah samping hotel tampak rombongan mobil mewah sekitar 15 unit saling beriringan memasuki area depan hotel itu dan kini dari dalam berkeluaran pria dan wanita sambil membawa tas dan beberapa Map di tangannya.


Sepuluh menit berselang dari arah depan pintu masuk hotel mewah itu, tampak tiga mobil super sport dengan di kawal oleh beberapa mobil kepolisian bergerak perlahan memasuki area depan hotel itu.


Setelah beberapa mobil mewah yang baru masuk itu berhenti dengan sigap dua mobil yang mengikuti nya langsung turun dan membuka kan pintu mobil Lamborghini Aventador yang di kawal langsung oleh pihak kepolisian atas perintah dari Brigadir Anton Sideka.


Begitu pintu mobil terbuka tampak beberapa orang orang berbaris dengan rapi dan membungkuk kearah lelaki berusia 21 tahun di dampingi oleh seorang gadis yang memakai jilbab warna putih.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Muda!" Kata lelaki setengah tua yaitu Manajer hotel mewah bintang lima itu, menyambut kedatangan pasangan muda tersebut.


"Tuan Manajer,.! Apakah yang lain sudah tiba." Kata lelaki itu.


"Menjawab anda Tuan Muda.! Saat ini, Tuan Besar Abdullah dan Istri nya beserta rombongan sudah tiba, Begitu juga dengan Tuan Besar Suhardi dengan Istri dan rombongan lain'nya, juga ada Nyonya besar Elisabeth beserta anak nya Clarissa. serta Tuan muda Rijki Fadilah dan Tuan Billy dan Nona Anita, Tak lupa Tuan Sugianto pemegang kuasa hukum perusahaan, ada Tuan muda Galang, Tuan Gandi, Tuan muda Dirga serta Cok Ben dan beberapa sahabat anda Tuan Muda juga sudah datang." Jawab Manajer hotel tersebut.


"Hmmmm.....! Bagus terima kasih banyak Tuan Manajer, sekarang kalian boleh kembali ke posisi masing masing." Kata lelaki yang di sebut Tuan Muda itu.


"Melaksanakan perintah." Kata Manajer hotel itu, lalu mengomandoi beberapa para pegawai nya untuk kembali ke posisi masing masing yang sudah di atur sedemikian rupa sebelum nya dan jangan sampai ada kesalahan sedikit pun tentang acara yang akan di mulai saat ini juga.


********************************************


Pada hari yang sama tepat nya setelah waktu sholat Jumat selesai, puluhan anggota kepolisian bergerak menuju kantor pusat XFRES GROUP di kota Jogja dengan beberapa Map surat penangkapan kepada para pegawai di kantor milik pemuda yang bernama Harsya itu.


Setelah tiba di lokasi kantor itu, Brigadir Anton Sideka bersama beberapa polisi lainnya yang mempunyai jabatan tinggi di wilayah kota tersebut, di dampingi oleh Tuan Radit yang baru sembuh dan sepuluh Matih yang di minta oleh Brigadir Anton untuk menjadi saksi penangkapan tersebut.


Tidak perlawanan dari beberapa pegawai kantor itu, karna bukti bukti yang menjerat kepada seluruh pegawai yang terjerat melakukan kecurangan serta korupsi besar besaran kepada perusahaan XFRES GROUP serta kejahatan yang di lakukan oleh Manajer Ardi untuk melenyapkan adik tiri nya yaitu Tuan Radit, yang mengakibatkan saksi tersebut masuk rumah sakit dengan keaadaan luka yang sangat parah.


Setelah selesai dengan tugas penangkapan tersebut pihak dari kepolisian yang di pimpin langsung oleh Jendral Anton Sideka, langsung melakukan konferensi pers nya melalui media sosial dan beberapa televisi swasta yang meliput secara langsung penangkapan itu serta memberikan bukti bukti dan saksi saksi itu dalam konferensi pers tersebut.

__ADS_1


!!! Warning sesudah baca wajib like dan komen serta bila para pembaca menyukai karya receh Author tambahkan Favorit dan beri lah vote dan hadiah nya.!!


Bersambung.


__ADS_2