TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Sikap Kesatria Dion Kaki tangan Manajer Ardi


__ADS_3

"Kita lihat saja dulu. Aku mau mengabarkan kepada Tuan Alex dan beberapa Matih lainnya. ! Kata Ujang Ketua Macan Putih segera mengeluarkan ponselnya.


"Tut........!! "Tut......!! "Tut.......!!


"Halo. Ujang Suparman.


"Tuan Alex. Mereka sudah datang di Rumah Tuan Radit dan sedang membereskan penjaga rumah. Apakah saya bertindak terlebih dahulu atau menunggu anda bersama Matih lain. " Kata Ujang menunggu perintah.


"Tunggu dulu kedatangan saya sebentar lagi sampai." Kata Alex dalam sambungan telepon seluler nya.


"Baik' Tuan Alex.....!


Ujang Suparman segera mengakhiri panggilan telepon tersebut, lalu kembali memusatkan perhatian kepada orang orang yang sudah menyekap satpam penjaga rumah Radit.


*************


Tiga puluh menit kemudian.


Tepat ketika Alex dan empat Matih murid Kiayi Sepuh tiba di lokasi dimana Ujang bersama kedua Matih menunggu. Dion dan anak buah nya menuju pintu masuk dan salah satu dari mereka sedang memencet tombol bel pintu rumah.


Baru saja pintu di buka oleh Tuan rumah. Pemilik Rumah Radit terkejut segera berteriak memanggil Satpam rumahnya. Namun sebelum berteriak.


"Bugh...............!


Sebuah bogem mentah mendarat dengan sangat manis di rahang bagian kirinya. Sehingga membuat Radit termiring ke lantai.


"Dion. Bajingan kau." Kata Radit sambil membetulkan berdiri nya.


"Tuan Radit kau berani berani nya menolak kerjasama kakak mu untuk memiliki perusahaan XFRES GROUP milik Abdullah. " Kata Dion menarik paksa kerah baju Radit.


"Bangsat. Cuih. " Geram Radit langsung meludah ke muka Dion.


"Sialan kau lelaki busuk.....! Rasakan ini.


"Plak........


"Bugh..........


"Gubrak...........


"Ugh........! Radit memuntahkan darah dari mulutnya.


"Tuan................! Tolong..........! Teriak salah satu wanita setengah tua berlari menghampiri majikannya yang jatuh tersungkur ke lantai dan keluar darah segar dari mulut nya.

__ADS_1


"Diam lah kau wanita Tua.! Atau aku akan menyuruh anak buah ku memperkosa dirimu. " Ancam Dion.


"Percuma kau meminta pertolongan satpam sudah aku lumpuhkan." Dono yang berbicara sambil berkedip manja kearah wanita yang lumayan masih cantik.


Bibi.....! Cepat lari....! Lari.....! Kata majikannya meminta kepada pembantu itu untuk melarikan diri.


"Brak.........!


Sepakan kaki Dono mendarat ke mulut Radit sehingga dua Gigi nya patah seketika.


"Hai......! Para pengawal hajar lelaki tua ini sampai babak belur.! Titah Dono memberi perintah kepada para preman pasar. Lalu Dono melangkah mendekati wanita itu sambil berkedip kearah Dion.


Plak..........! Tamparan wanita mendarat kearah pipi Dono di saat dia mau menarik tangan nya.


"Dasar Wanita laknat...! Hari ini juga akan ku perkosa di depan mereka semua. Agar menjadi tontonan gratis bagi anak buah ku hahahaha.


"Saat ini lima belas orang pengawal Dono sedang menghajar Radit.


Sedangkan Dion sedang tersenyum sumbing kearah Dono yang sedang menarik narik tangan wanita itu dan di seret ke pintu keluar rumah.


Hahahahaha. Sambil tertawa tawa. Dono menarik rambut wanita itu dengan tujuan akan memperkosa nya di lantai luar rumah. Namun satu suara berat dan serak berhasil menahan keinginan Dono untuk membaringkan wanita itu ke lantai.


"Singkirkan tangan sial mu dari wanita itu.!!


"Huh.....! Mengganggu saja.


Begitu dia melihat seorang lelaki kerempeng dengan memakai ikat di kepala. Dan beberapa delapan orang yang sama memakai ikat hitam di kepala nya. Dengan lagak tegap dia berdiri dan mengenyitkan dahi nya.


Bos Dion bukan kah mereka bertiga anak buah mu yang bekerja di bangunan pro.....


Bugh........!


Tidak sempat Dono mengakhiri perkataan nya. Sebuah tinju mendarat tepat di mulut nya.


Arg.........!


"Gigiku..... Ohk maygod patah gigiku? Ringis Dono seraya berteriak.


"Ujang Suparman lalu memberi perintah kepada Matih untuk mulai melakukan penyerangan terhadap orang orang yang sedang memukul Tuan Radit.


"Dion segera keluar bersama anak buah Dono yang sudah menghajar Radit babak belur dan melihat Ujang Suparman sedang memukul paksa Dono hingga darah segar pun keluar dari mulut nya serta gigi kuning mengkilat bercecer di lantai.


Olong.... olong..... olong.....! Kata Dono yang tak jelas berbicara nya.

__ADS_1


"Sedangkan Dion tidak berbicara menatap kearah mobil seorang lelaki berdiri tegak di apit dua anak buahnya yang berotot dan wajah sangar.


"Hah! Bos bicara apa? Tanya salah satu dari lima belas anak buah nya.


"Bo,ol liang tai? Kata Dono masih saja menutupi mulut nya.


Kalian semua hajar bajingan dan bangsat bangsat ini.! Kata Dion memberi perintah kepada Anak buah Dono yang sudah remuk gigi geraham nya.


Baik Bos besar.....! Serentak mereka semua menyerang Matih Matih yang siap dengan keahlian dan indah nya seni bela diri.


Lima belas orang lelaki anak buah Dono pun langsung menyerang kearah beberapa Macan Putih yang memakai ikat kepala hitam.


Namun mereka salah sasaran kali ini. Walau pun badan badan nya kerempeng kaya kekurangan gizi tapi tidak bisa mereka perlakukan Dengan sesuka hati mereka.!


Delapan Matih murid yang di didik langsung ilmu kebatinan dari Kiayi sepuh dan ilmu beladiri dari Ketua Macan Putih kini telah bersiap melawan lima belas lelaki bertubuh kekar dan berotot.


Lima belas lelaki dengan saling meloncat sambil mengirim tendangan dan pukulan kepada delapan Matih secara bersamaan dengan mudah di hindari nya.


Keasyikan menyerang membuat mereka tidak memperhatikan gerakan gerakan indah seni bela diri Macan Putih.


Mereka baru menyadari ketika tiga Macan Putih sudah balik menyerang enam preman tukang jagal itu.


"Bugh.! Bugh..! Bugh..! Bugh.! Bugh.! Bugh..!


"Plak..! Plak..! Plak..! Plak..! Plak..! Plak..!


"Wadaw............!! Ahk.........! Ringis dari enam pengawal Dono yang terkena pukulan perut nya dan setelah tergelatak langsung di tendang wajah hingga darah segar keluar dari mulut nya.


Dion dari tadi hanya menatap memperhatikan dengan wajah yang pucat. Untuk melawan seorang lelaki yang masih menjambak tangan Dono. Dan celakanya lagi enam orang yang di hajar oleh mereka yang di suruh oleh Ujang Suparman seketika pingsan dan kepala nya pecah.


"Tuan Dion ayo kau lawan ku? Tantang Ujang Suparman telah menyepak lelaki bangsat itu hingga tersungkur dan menggelagar tak bernyawa.


"Kau....! Kau.....! Kau.....! Ujang.!!


"Mengapa....! Apakah Tuan Dion terkejut bahwa aku berada di pihak Tuan Alex.? Tanya Ujang dengan mengepalkan tangannya.


Huh....! Kau jangan bangga dengan menjebak ku di sini walaupun kau ada di pihak Asisten bodoh itu. Aku belum kalah dan Aku menantang mu untuk mengadu nyawa di sini. Ayo jika kau benar benar jantan. Kata Dion melayangkan tantangan kepada Ujang Suparman.


"Hahahaha.....! Tuan Dion kau sangat arogan. Nyawa sudah berada di kerongkongan tapi kau masih berlagak seperti Superman. Baik........! Aku terima tantangan mu kita berduel secara kesatria." Kata Ujang Suparman menerima tantangan dari Dion.


Tuan Alex yang sejak tadi hanya memperhatikan perkelahian para Macan Putih dan sesekali menatap kearah Dion tangan kanan Manajer Ardi. Kini dia bersuara kearah sembilan orang yang masih belum kalah.


Hahahaha hanya ini kemampuan kalian? Tanya Tuan Alex mengejek.

__ADS_1


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung.


__ADS_2