TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Kemarahan Naga Saki Sempur


__ADS_3

"Setaaaan..................!


"Bajingan....................!


"Braaaaaaak..............!


"Suara pukulan meja berulang kali di pagi hari itu dengan suasana yang masih sunyi.


"Tampak lelaki 'setengah baya terlihat sangat marah, setelah mendengar kabar bahwa seluruh para pengawal dan ketujuh Ninja serta kepala pengawal yang bernama Naga Tomo telah tewas dan kini mayat mayat nya sedang di urus oleh pihak penegak hukum di negara tempat lelaki paruh baya itu tinggal.


"Sialan Bangsat......... Ini sungguh memalukan, seorang penguasa Gangster Naga Saki Sempur telah terkecoh, oleh dua penghianat yang telah di sekap oleh nya.


"Braak..........!


"Braaaaak....!


"Braaaaakkkkk..........!!


"Setaaaaan........... Tan......... Tan........ Tan....... Ketan....!


Terdengar kembali suara gebrakan meja dan teriakan lelaki paruh baya dalam ruangan khusus Naga Saki Sempur, semua para pengawal tidak ada yang berani masuk. Kedalam ruangan tersebut.


Di khawatir kan oleh para penjaga dan pengawal nya menjadi sasaran empuk kemarahan majikannya tersebut.


Tak lama kemudian di saat amarah dari Naga Saki Sempur belum mereda di pagi sampai siang itu. Tuan Simon bersama Kong Kong pun tiba di kediaman nya, dan langsung masuk menuju ruangan khusus tempat mereka bertiga bila sedang berdiskusi selain di markas besar atau pun restoran mewah milik nya yang ada di pusat kota Tokyo.


"Sobat tenangkan Amarah mu, kita berdua juga sama hal marah dengan kabar tadi subuh setelah seluruh anak buah mu mati dan kedua penghianat itu kabur. Kita berdua mau menanyakan kepada dirimu, dimana mereka berlima saat ini. Aku dan Kong Kong setelah melihat semua mayat yang ada di penataran halaman markas besar kita tidak adanya mayat mayat. Tsubasa Morizaki Hutomo dan Misaki serta Izizaki.?" Tanya Simon seraya meredakan amarah Naga Saki Sempur.


Lelaki paruh baya itu lantas tidak langsung menjawab pertanyaan dari kedua sahabatnya. Dia menetralkan terlebih dahulu amarahnya yang sudah dalam tingkat dewa, seraya menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkan dengan sekali hentakan.


"Simon........ Apakah kau sudah memeriksa semua mayat yang ada di Markas Besar kita.?" Tanya Naga Saki Sempur, kaget dengan pertanyaan dari kedua sahabatnya.


"Sudah Aku telusuri semuanya, tidak ada bekas dan jejak tentang mayat mereka berlima, sementara CCTV yang biasa kita pasang di setiap sudut bangunan sudah mati dalam tiga hari yang lalu." Kata Simon menjelaskan.


"Apakah mereka berlima telah berkhianat dan membantu kedua penghianat itu." Tebak Naga Saki Sempur.


"Sebaiknya kita langsung menuju rumah salah satu dari mereka berlima. Bila kedapatan mereka semua berkhianat. Seluruh keluarga nya kita ......... Kata Simon seraya jari tangan dia kelilingkan di leher nya, pertanda habisi saja.!!

__ADS_1


"Ayo kita bergerak sekarang." Timpal Mister Kong Kong.


"Baiklah." Ucap Naga Saki Sempur langsung berjalan keluar ruangan bersama kedua sahabatnya, menuju halaman Mansion mewah miliknya.


Setelah sampai di Halaman Mansion, beberapa para pengawal pun kini berdiri dan berbaris. Naga saki langsung memberikan perintah nya kepada salah satu pengawal yang paling dia andalkan.


"Kojiro dan Mojnito...... Kalian berdua atur dan segera berangkat menuju rumah Izizaki dan Misaki, sedangkan yang lainnya kawal mister Kong Kong menuju rumah Hutomo dan Tuan Simon menuju rumah Morizaki, saya sendiri akan menuju rumah Tsubasa." Titah Naga Saki Sempur memberi perintah.!!


"Siap Tuan Perintah dari anda akan saya laksanakan." Ucap kojiro dan Mojnito seraya membungkuk hormat kepada ketiga pemilik perusahaan gabungan tersebut.


*************


Sementara iring iringan mobil mewah membelah jalanan di pagi hari itu menuju Bandar Udara Tokyo.


Rombongan mobil mewah itu tak lama kemudian sampai di penataran halaman Bandara Internasional di negara Jepang.


Lima kepala keluarga keluar dari mobil itu bersama anak anaknya dan saudara saudara dengan pengawalan extra ketat dari orang orang yang memakai pakaian ala preman. Semenjak dari mobil mewah lainnya juga, seorang pemuda yang begitu tampan pun keluar bersama dua warga negara Singapura dan satu pemuda seumuran dengan nya.


Semua yang ada di Bandar Udara Tokyo itu semua mata menatap kearah rombongan yang baru keluar dari iring iringan mobil mewah yang langsung di kawal oleh pihak penegak hukum.


"Tuan muda kita langsung menuju kabin pesawat karna posisi pesawat sudah siap mengudara." Ucap pilot itu seraya membungkuk hormat.


"Siap Tuan muda. Mari." Kata Pilot itu.


"Mari......... Jawab Harsya langsung berjalan di ikuti oleh, Cok Ben. Gandi Fander. Ken dan Rex serta Riyan dan bersama keluarga Rombongan Tsubasa dan kawan kawan.


Tak lama kemudian mereka semua telah berada di pesawat jet pribadi milik perusahaan ISMAIL FUTURE OF COMPANY bersiap mengudara membawa mereka kembali ke negara asal nya.


**************************


"Kriiiiing''.....................!!


"Kriiiiing''......................!!


"Kriiiiing''.......................!!


Suara panggilan itu memekakkan telinga.

__ADS_1


Tidak jauh dari ponsel itu tampak seorang gadis cantik dengan memakai baju tidur transparan sedang tertidur pulas.


Terdengar dengkuran halus menandakan bahwa gadis ini sedang keaadaan lelah dan sangat lelap tidurnya.


"Kriiiiing''............!!


"Kriiiiing''............!!


Suara panggilan di telepon itu kembali terdengar membuat gadis cantik itu yang sedang tertidur lelap akhirnya terbangun.


Dia yang masih belum seratus persen menguasai kesadaran nya meraba raba kesana kemari untuk menemukan ponselnya.


Setelah ujung tangannya menyentuh ujung ponsel, dia segera meraih dan dengan sedikit menyipitkan mata, seraya melirik ke layar ponsel. Gadis itu terkejut melihat nama pemanggil yang tertera di layar ponsel nya.


"Nona Muda Shintia." Gumam Zaskia Anak dari Ayah nya yang tewas di tangan Fander yang bernama Bocil.


Gadis berusia 20 tahun pun langsung buru buru mengusap layar jawab dan beranjak bangkit dari tempat pembaringan setelah mendapat teguran dari si penelepon.


"Zaskia. Apa yang sedang kau lakukan saat ini?" Mengapa kau lama sekali mengangkat panggilan telepon ku.?" Tanya Satu suara di sebrang sana.


"Nona Muda. Maapkan aku. Aku terlalu lelah dan terlelap ketiduran.


"Apakah ada sesuatu yang sangat penting sehingga anda begitu tergesa gesa.?" Tanya Zaskia sambil memijit mijit keningnya yang sedang merasakan pusing kepala nya.


"Zaskia saat ini kau temui beberapa putra dan putri dari Almarhum paman Sugeng, Brewok dan Jabar dan kabarkan kepada anak anak mereka. Bahwa Shintia anak dari Ruli Siregar Rusady ingin bertemu dan membalas dendam tentang kematian ayah ku dan ayah mereka." Kata Shintia memberi perintah.


"Siap Nona Muda. Itu hal mudah bagi Zaskia.!! Ngomong Ngomong anda akan kembali ke negara ini kapan.?" Tanya Zaskia.


"Minggu depan sekalian membebaskan Ibu kandung ku dan Tante Windi ibu nya Anastasya." Jawab Shintia.


"Aku tunggu bersama yang lainnya kepulangan Nona muda, kembali ke Nagara ini, dan membalas dendam dengan orang orang yang telah membunuh Ayah dan menghancurkan organisasi Genk Kobra Beracun." Ucap Zaskia dengan sorot mata penuh dendam.


"Iya...... Zaskia kau tunggulah kepulangan ku dan Anastasya. Sebaiknya kau laksanakan tugas yang saya perintahkan." Kata Shintia.


"Ok." Siap Nona Muda. Seraya mengakhiri panggilan telepon nya.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2