TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Cok Ben Kembali Ke Genk kobra


__ADS_3

Cok Ben Kembali Ke Genk kobra


'Apa yang saya lihat dan aku tahu sudah kami utarakan semuanya kepada Tuan Abdullah dan Tuan Alex,tidak ada yang saya sembunyikan dan tidak di kurangi atau pun di tambahi obrolan saya dan sahabat saya yaitu beni" ucap Ucok kepada Tuan Abdullah dan Asisten Alex sambil berlutut


Saya sama sahabat saya Beni siap menerima hukuman dari Tuan Abdullah selaku Ayah nya Tuan Ismail.


Saya tidak bisa berbicara meminta maap karena mulut saya terkunci karna Dosa yang begitu besar konsekuensi nya kami berdua sebelum hijrah ketempat Ini sudah siap bila sewaktu-waktu orang yang telah saya bunuh dan saya habisi meminta pertanggungjawaban dari kami berdua selaku mantan anggota genk kobra," ucap Ucok dan di angguki oleh Beni


Tuan Abdullah hanya menggeleng dan menangis terasa pipi yang sudah keriput sudah basah lalu mengelap wajah yang basah dengan kedua tangan nya dan berucap Kearah mereka berdua Cok Ben tidak ada yang harus di hukum sambil menggelengkan kepalanya...!!


Cok Ben sudah duduk kembali tidak baik berlutut kepada saya," kata Tuan Abdullah berkata kepada Cok Ben,"karna murni awalnya kesalahan itu ada dalam diri saya yaitu Tuan Abdullah...!


Kedua lelaki itu pun lalu duduk kembali seperti semula sambil wajahnya tertunduk sebagai sikap hormat nya kepada Tuan Abdullah


Cok Ben semua ini sudah terjadi tidak ada yang perlu di hukum di antara kalian berdua, atas kematian anakku dan menantuku,"hanya saja aku ingin bertanya kepada kalian berdua,satu hal yang mengganjal dalam hati selama kalian berdua menceritakan tentang anakku dan menantu beserta cucuku yang di buru bagaikan seorang binatang,"saat kejadian pembunuhan terhadap anakku dan menantuku," dimna kalian berdua saat itu?dimna saat Ismail dan Zahra terbunuh Cok Ben ?bentak Tuan Abdullah yang mulai sedikit menangis lagi..


Ben menjawab pertanyaan Tuan Besar Abdullah..saat itu Ben dan Cok lagi mengantar anak tuan Ismail yang pergi ke sekolah atas perintah Tuan Ismail secara sembunyi sembunyi ketika itu Tuan muda Harsya berumur 9 Tahun..sebelum kami berdua pergi untuk mengantar dari kejauhan Tuan muda Harsya ke sekolah....!

__ADS_1


Nyonya Zahra berpesan Kepada kami berdua dan di anggukan oleh tuan Ismail....


Bila terjadi sesuatu kepada saya berdua,..tolong selamat kan anak saya dan tolong di bawa kepada paman saya yang bernama Kiayi Ihsan Sidiq Zaenudin,"bila seandainya anak saya tertangkap jalan satu satunya tolong anak saya supaya di buang di hutan Kota C di ujung pelosok kota C dan simpan dalam saku celana anak saya tiga buah surat dan satu utas kalung berwarna hitam dengan terbentuk gambar persegi di tengah tengah kalung tersebut, setelah amanat dari Nona Zahra Tuan Ismail juga memberi amanat kepada saya suatu saat anak saya akan bisa membawa dunia di dalam tangannya dan bila sudah besar kembali lah ke Kota Jakarta dimana dia akan mengetahui semua nya pesan dari Nona Zahra dan Tuan Ismail kepada kami berdua "begitu Tuan Abdullah penjelasannya..


Lalu saya melaporkan kepada Tuan Dani Rustandi bahwa anak Tuan Ismail dan Nona Zahra sudah mati dan mayatnya di buang di hutan...


Setelah tugas saya selesai Lalu kami berdua pun kembali ke kota palembang dan bergabung lagi seperti biasa di genk kobra bersama empat sahabat lainnya


Bayangan tentang Tuan Ismail dan Nona Zahra menghantui kami berdua dan memutuskan untuk kembali ke kota C dengan tujuan untuk menjaga keselamatan Tuan muda Harsya...


Atas insiatif Pa Jaeludin untuk sementara waktu di suruh tinggal di padepokan macan putih.....


Anakku tidak menyangka kehidupan mu Akan sesakit ini kata tuan Abdullah dalam hati.


Setelah Itu Tuan Abdullah menatap kearah Cok Ben sambil memeluk mereka berdua dan melepaskan nya lagi pelukannya dan berkata terima kasih atas kepedulian terhadap cucuku sambil membungkuk hormat...!


"Sontak Cok Ben pun merasa tidak enak hati Tuan mohon Jangan membungkuk kepada kami berdua yang hina demi ibu ku kami tak pantas menerima penghormatan dari Tuan Besar... sejati nya Tuan Ismail dan Nona Zahra sudah menganggap kami adik adik nya...

__ADS_1


Sudah saat nya Cok Ben masuk lagi kedalam organisasi genk kobra,"ujar Kiayi Sepuh kepada mereka berdua


Kebatilan sudah harus di musnahkan sekarang juga,"ucap lagi kiayi Sepuh mata nya menerawang jauh kedalam batinnya.


Ucok dan Beni perintah Kiayi Sepuh berbicara kearah mereka berdua.


Siap Kiayi Sepuh kami mendengar kan nya," jawab mereka berdua.


Kembali lah ke kota Palembang jadi lah mata dan telinga Tuan Alex," kata kiayi sepuh memberi perintah kepada Cok Ben.


Siap Kiayi Kata Mereka Kompak


Tuan Alex ucap kiayi Sepuh..atur keberangkatan Cok Ben besok pagi Secara sembunyi-sembunyi.


Akan Saya Laksanakan segera jawab Tuan Alex...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2