TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Syarat yang di minta Elisabeth kepada Bu Sri


__ADS_3

"Kriiiiing........!


"Kriiiiing........!


"Kriiiiing........!


"Halo.........! Tuan Besar......! Kata seorang menelepon dari sambungan telepon.


"Parno ada apa kau malam malam begini kau menelepon.! Kata satu suara dari sebrang telepon.


"Tuan Besar, Arif dan Sura tewas di bantai oleh orang orang yang tidak di kenal dan Jimmy juga menghilang, tanpa jejak." Lapor Parno dalam sambungan telepon.


"Bajingan..........!


"Bedebah..........!


"Bangsat...........!


"Siapa yang telah berani berani nya bermain api dengan saya." Geram Dani Rustandi.


"Tuan Apakah ini mungkin siasat Tuan Besar Abdullah bersama Cucu nya itu? Tanya Parno.


"Entahlah, Karna semua bukti tidak mengarah kepada mereka, tetapi mengarah kepada penghianat yaitu Syamsul dan Rony Gunawan yang kini sudah dalam lindungan Jendral Anton Sideka." Jawab Tuan Besar.


"Jadi saya Sama Boled harus bagaimana Tuan Besar? Tanya Suparno.


"Sebaiknya kau segera temui Cok Ben yang mungkin sudah berada di Kota Jakarta saat ini. Titah Dani Rustandi.


"Baik' Tuan Besar kalau begitu segera saya akan menghubungi salah seorang penjaga apartemen yang di tempati oleh Cok Ben." Kata Suparno dalam obrolan telepon nya.


"Suparno bilang kepada Cok Ben hari sabtu saya akan kembali ke Jakarta melalui jalur laut atau bila kau sudah bersama mereka berdua suruh menelepon ku, karna sejak keberangkatan ponsel nya tidak bisa di hubungi sama sekali." Kata Dani Rustandi memberi perintah kepada Suparno untuk segera memberi tahukan kepada Cok Ben.

__ADS_1


"Siap perintah dari Tuan Besar akan saya laksanakan segera mungkin.


"Suparno mengakhiri telepon bersama Dani Rustandi. Lalu dia memencet tombol panggilan telepon dan nada dering pun terdengar.


Hmmmmmm ini aktif nomor nya, tapi kenapa Tuan Besar bilang tidak aktip nomor Abang Ucok. Ucap suparno dalam hati seraya mendengar kan nada sambung panggilan telepon.


"Halo.......,! Abang Ucok sedang berada dimana sekarang? Tanya Suparno di sebrang telepon.


"Parno saat ini saya sedang berada di daerah Kebayoran ada gerangan apa sehingga menelepon dan menanyakan tentang keberadaan saya saat ini? Tanya Ucok.


"Begini Abang Ucok saya di suruh Tuan Besar untuk menemui mu, Kata nya nomor Abang tidak aktif, tetapi setelah saya coba hubungi tapi ini aktif dan tersambung." Kata Suparno.


"Suparno ponsel saya baru saja di hidupkan karna rasa lelah dan capek sehingga kami berdua tertidur, kamu datang saja ke kafe bintang kita minum kopi bersama Beni." Titah nya.


Baik Abang setengah jam lagi saya akan meluncur. balas dari Suparno.


Akhirnya telepon mereka berdua pun berakhir. Suparno segera bersiap siap untuk berangkat menuju Kafe bintang, tetapi sebelum nya dia menelepon dulu Boled untuk ikut bersama nya.!


Sementara sebelum senja datang, di kota yang terkenal dengan khas makanan pempek atau tekwan, tepat nya di salah satu kafe Common Grounds Zahra group Palembang.


Suhardi bersama dengan sahabat nya serta Nyonya Elisabeth, setelah pertemuan dengan Jendral Anton Sideka di Markas Besar tersebut mengajak Istri Rony Gunawan serta kedua anaknya untuk berbicara di luar, secara kekeluargaan atas saran dari Suhardi di kafe milik Tuan Muda Harsya yang ada di kota tersebut.


"Dua unit mobil mewah pun melesat membelah jalanan di sore hari itu menuju jalan Veteran no 999. hanya butuh 15 menit dua unit mobil pun masuk di penataran kafe mewah tersebut dan berhenti bersejajar dengan mobil lainnya.


"Manajer kafe yang sudah mengetahui kedatangan pemilik perusahaan Anugrah Zahra group segera menghampiri mobil tersebut dengan beberapa pengawal berbaris rapi menyambut kedatangan nya.


Kini enam pintu mobil pun terbuka secara bersamaan oleh penjaga kafe tersebut. Dan langsung membungkuk kearah seorang lelaki setengah tua dengan pakaian jas hitam dan celana hitam menambah citra ketampanan di usia yang terbilang sudah tua.


Selamat datang Tuan Besar." Ucap Manajer Kafe tersebut seraya membungkuk dan di ikuti oleh para pengawal serta penjaga lain nya. Hingga kedua anak Rony Gunawan berdecak kagum.


"Terima Kasih antarkan saya keruangan khusus dan buatkan beberapa kopi serta cemilan lain." Titah Suhardi dengan wajah dingin.

__ADS_1


''Baik Tuan Besar, Mari.......! Kata Manajer tersebut.


Suhardi mengangguk di ikuti oleh sahabat nya dan Elisabeth serta istri dan anak Rony Gunawan untuk mengikuti nya.


Setelah sampai dalam ruangan khusus yang di minta oleh Suhardi dan kopi serta cemilan atau minuman pembuka di sela obrolan di antara mereka berenam tersedia Manajer Kafe pun undur diri dari ruangan tersebut.


"Nyonya Elisabeth silahkan untuk memulai obrolan dan langsung pada inti nya kepada istri Rony Gunawan serta di saksikan oleh kedua anak nya itu." Pinta Suhardi yang sesaat menyeruput kopi di depan meja itu.


"Baiklah Suhardi, Balas Elisabeth setelah sekilas menatap kearah Sri dan kedua anaknya.


"Ibu Sri Gunawan, saya dan ketiga anak saya akan mencabut laporan kepada pihak berwajib dengan satu syarat.! Pinta Elisabeth dengan tatapan sorot mata yang tajam. Membuat mereka bertiga menunduk tidak berani menatap nya.


"Nyon....! Nyony.....! Nyonya.....! Silahkan katakan syarat yang di minta oleh anda.! Jawab Bu Sri terbata bata.


"Semua aset harta kekayaan yang sudah di korupsi oleh suami anda segera di kembalikan kepada pihak perusahaan GELORA BUANA GRUP. " Jawab Elisabeth.


"Nyonya Besar Elisabeth kalau masalah itu saya bersama dengan anak saya tidak keberatan sama sekali, akan tetapi aset serta beberapa yang tersimpan harus melalui lima tanda tangan agar semua harta suami saya kembali lagi kepada perusahaan milik anda. " Bu Sri Istri Rony Gunawan menjelaskan kepada Elisabeth dan di dengarkan oleh yang berada di ruangan tersebut.


"Silahkan lanjutkan perkataan anda sampai tuntas saya mendengar kan." Pinta Elisabeth.


Aset serta harta yang di korupsi oleh suami saya sejak tiga tahun lama nya. Bisa kembali kepada perusahaan dengan di bubuhi oleh tanda tangan saya dan kedua Anak nya serta Suami dan Asisten nya yaitu Bimo yang tersiar kabar sudah mati di bunuh oleh Anggota Genk Kobra Beracun." Kata Sri. Membuat kedua anaknya kaget dan Syok bahwa ayah nya sudah lama korupsi di perusahaan tempat dia menjabat.


"Untuk urusan Bimo itu menjadi urusan saya, yang penting kalian bersedia untuk memberikan kerjasama kepada saya selaku pemegang perusahaan GELORA BUANA GRUP. " Kata Elisabeth.


"Mereka bertiga mengangguk, biar lah masalah harta bisa di cari yang penting keutuhan keluarga nomor satu. Ucap dalam hati Istri Rony Gunawan.


Obrolan singkat di antara mereka yang berada di salah satu kafe milik perusahaan Anugrah Zahra group usai. Kini mereka akan segera kembali dan akan bertemu di acara Akbar penggabungan tiga perusahaan sekaligus.


!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2