
"Hahahaha." Teriak Azis seraya tertawa terbahak bahak.
"Maman Tomat sudah segera bereskan kalau tidak mampu biarkan Gandi yang akan menjadi lawan Jimmy." Kata Harsya.
"Baiklah Tuan Muda. " Jawab Maman Tomat.
"Jimmy sory gue gak bisa melawan mu karena gue terikat persahabatan dari kecil walaupun ada dendam yang sampai saat ini gue rasakan ." Kata Maman Tomat seraya memeluk Jimmy.
"Baiklah......! Maapkan gue juga Maman Tomat, Seandainya gue kalah. Hanya satu permintaan dari gue kuburkan dengan layak mayat ku." Jimmy meminta satu permintaan kepada sahabat kecil nya itu.
"Siap." Seraya mereka berdua melepaskan pelukannya dan Gandi pun sekarang berhadapan dengan Jimmy, sedangkan Maman Tomat duduk di samping Iwan dengan wajah yang lesu dan tak bergairah.
"Hmmmmm." Ayo lah kita mulai, aku tidak suka ber basa basi.! Kata Gandi dengan sorot mata yang mengkilat kearah Jimmy.
"Hahahaha." Anak yang baru kemarin makan garam sudah berani berani nya menantang ku." Jimmy mengejek Gandi.
"Nyawa sudah di ujung kerongkongan. Tapi kau masih sombong Jimmy. " Kata Gandi balik mengejek.
"Hei anak muda Harsya. Apakah tidak salah memerintahkan lelaki ini untuk bertarung melawanku. " Kata Jimmy dengan angkuh dan sombong.
"Apakah tidak sebaiknya Tuan Jimmy mencoba dulu melawan Gandi, Bila kau bisa menang melawannya ku pastikan kau akan bebas dan tidak ada yang mengejar atau memburu nya. " Kata Harsya dengan nada serius berkata.
"Hahahaha.....! Baiklah ku pegang ucapan mu Tuan Muda." Jawab Jimmy yang sudah mulai dengan jurus ular mematuk Elang.
"Jimmy jurus apa yang akan kau keluarkan. " Teriak Maman Tomat.
"Jurus Ular Tomat busuk. " Sergah Jimmy.
"Hahahaha." Jawab Maman geli.
"Sialan kau Busuk.....! Kesal Jimmy.
"Ayo Gandi kita mulai.......! Tantang Jimmy kepada orang yang di suruh Tuan muda.
"Dengan senang hati Jimmy." Jawab Gandi kini mulai bersiap siap menyerang.
"Bersiap lah Gandi. Aku akan mengirim mu ke neraka jahanam. " Kata Jimmy yang menubruk kearah Gandi.
Gandi yang memang telah siap dari tadi hanya menggeser tubuhnya ke kanan membuat serudukan Jimmy luput dari sasaran.
__ADS_1
"Baru saja Jimmy berbalik kearah Gandi, seketika Gandi sudah mengirimkan tendangan lurus yang tidak bisa di hindari oleh Jimmy.
"Hiat...........! Plaaak...........! Bugh........!
"Aw....! Kata Jimmy terhuyung huyung ke samping.
Pertarungan itu terus berlangsung sengit antara Jimmy dan Gandi. Tampak Jimmy kewalahan dan kehabisan napas. Dia kini kepayahan meladeni Gandi yang mempunyai semangat empat lima.
"Bangsat kau Gandi..! Sergah Jimmy napas nya tak beraturan.
Sekarang bersiap lah Jimmy..!! Kata Gandi mengirim serangan tampa henti bak Gunung meletus menyemburkan awan panas keatas. Menghajar apa saja di bagian tubuh Jimmy.
Tampak kini darah mulai keluar dari hidung dan pelipis mata Jimmy. Anjing tua itu tampak megap megap dengan lidah keluar. Sedangkan Gandi masih tampak seperti tidak melakukan apa apa.
"Apakah seperti ini kemampuan anak buah Dani Rustandi? Jika hanya seperti ini, maka kehancuran keluarga itu tinggal menunggu hari. " Kata Gandi.
"Kau jangan senang dulu Gandi. Aku belum kalah. Kata Jimmy.
"Hanya kematian lah di antara kita menentukan pemenang nya. Kata Gandi mulai melancarkan serangan melalui kaki nya.
Jimmy pontang panting menghindari serangan kaki Gandi yang semakin cepat.
"Aku tidak menduga bisa kalah sama pemuda usia yang di bawah ku. " Kata Jimmy kini sambil berlutut tertunduk. Tampak darah sudah membasahi wajah nya di sana sini karena terkena tendangan dari kaki Gandi yang tepat pada sasaran nya.
"Sudah saat nya kau lenyap dari muka bumi ini dan masuk kedalam neraka jahanam. " Kata Gandi mulai memukul mukul perut nya hingga darah nya seketika muncrat dari mulut nya.
"Bugh...! Bugh...! Bugh...! Bugh...! Bugh...!
Terdengar suara sesuatu yang jatuh nya kelapa dari pohon sosok tubuh Jimmy di halaman vila mewah dengan darah mengalir ke dalam tanah.
Hanya segitu saja kemampuan kaki tangan Dani Rustandi. Sebenernya kau tidak layak bertarung denganku. " Kata Gandi.
"Semua yang berada di tempat itu seperti terpana menyaksikan Gandi yang tiba tiba menjelma menjadi seorang yang berdarah dingin.
"Urus mayat mayat sampah ini. Dan bersih semua nya jangan sampai ada yang tersisa bila ada yang hidup matikan saja." Kata Harsya memberi perintah kepada seluruh anak buah nya.
"Siap Tuan Muda." Jawab mereka serentak.
"Riyan Galang ayo kita kembali ke Jakarta yang lainnya kalau sudah beres kembali serta beristirahat mungkin saat ini kedepannya kita akan santai sebelum menunggu kedatangan Dani Rustandi dan Ruli Siregar Rusady alias Gareng. Kata Harsya seraya membungkuk hormat lalu berjalan pergi meninggal kan mereka.
__ADS_1
Siap Tuan Muda.! Serentak serta membungkuk hormat kepada pemuda berusia 21 tahun.
**********************
Pagi ini Harsya menatap pantulan diri dalam cermin. Dia tersenyum bahagia. Dua bulan kini menjadi pemuda yang bergelimang harta semua yang ia inginkan tinggal berkata, bagaikan mempunyai lampu Aladin.
Musuh musuh sudah di kikis tinggal memburu dua dedengkot petinggi yang begitu licin bagaikan belut yang berada di sawah.
"Tok..........!
"Tok..........!
"Tok..........!
"Masuk tidak di kunci. Teriak satu suara dari dalam kamar.
"Aden Harsya di ruangan keluarga ada Abang Ucok dan Abang Beni. Inah melapor kepada Tuan Muda.
"Inah.......! Jangan bercanda ahk....! Kata Harsya mata melotot karna kaget.
"Ihk.....,! Aden Harsya sumpah. " Jawab pembantu rumah tangga bernama Inah.
"Baiklah, Kalau begitu saya akan turun sebentar lagi. ! Tutur Harsya.
"Siap Aden, Inah permisi dulu...! wanita itu pergi meninggalkan Tuan Muda Harsya.
Tidak lama kemudian di saat Inah sudah pergi, Harsya pun bergegas menemui dua Abang kepercayaan dari ayahnya dan banyak yang harus di obrolkan kepada mereka berdua. Begitu juga dengan Ucok dan Beni pikiran dan hatinya sangat merindukan sosok Tuan Muda Harsya.
"Abang Ucok Abang Beni. " Tegur satu suara yang sedang turun dari tangga Mansion mewah itu.
Ucok dan Beni pun berdiri lalu melangkah kan kaki nya serta membungkuk hormat kepada Tuan Muda. Akan tetapi buru buru di cegah oleh Harsya dan langsung memeluk nya secara lembut.
"Abang Ucok Abang Beni. Aku tak menyangka kalian berdua benar benar pulang bukan kah masih ada dua hari lagi di negara Jepang? Tanya Harsya setelah melepaskan pelukan hangat dari kedua superstar tersebut.
"Tuan Muda sebenernya saya akan pulang itu hari kamis bersama Dani Pedrosa dan Ketua Genk Kobra Beracun, Tetapi setelah melihat tayangan televisi tentang penyerangan di Kobra kafe serta menghilang nya empat sahabat saya, maka petinggi Organisasi tersebut menyuruh kami berdua untuk mencari dalang semua ini.! Ucok menjelaskan panjang lebar.
"Abang, Ucok dan Beni kita duduk pegal dari tadi berdiri terus. " Kekeh Harsya mengajak mereka untuk mengobrol di ruangan keluarga.
!!Warning!! Wajib like dan komen. Setelah baca. Karna like dan komen itu gratis. Bila suka dengan karya author tambahkan Favorit atau vote nya.
__ADS_1
Bersambung.