TUKANG OJEG TAMPAN

TUKANG OJEG TAMPAN
Surat untuk ibu dari ISMAIL


__ADS_3

Surat Untuk Ibu dari Ismail


Bagai di sambar petir di siang bolong, mendengar apa yang barusan Kiayi Sepuh bicarakan dan utarakan jika itu tidak keluar dari mulut Kiayi Sepuh,maka perlu di kaji atau pembuktian melalui tes DNA atau bukti bukti lain dan sebagainya, semua yang hadir di sana tercengang mulut menganga tidak percaya dengan ucapan dari lelaki paruh baya yang sangat di hormati dan di segani.


"A,,...abaaaah' ... "apakah bener Ini kakek kandung nya Kak, harsya kata Halimah tergagap...!


Mengapa Halimah?"Apakah Anakku dan yang lainya tidak mempercayai Abah Sebagai Orang tua mu, dan sebagai orang yang paling di segani,Jika Nak Halimah Tidak Percaya Yang Abah katakan Barusan.


Maka kepada Siapa Anakku Akan Percaya..?" Tanya Abah menatap Mata Halimah yang Sayu.


Ketidak percayaan yang di rasakan oleh Halimah Serta Fatimah Selaku Adiknya dan Orang Tua Angkat Harsya pun Hal yang Wajar Karna Abah 10 Tahun Lama nya Menyimpan Misteri Dan Rahasia Yang Besar Tampa Ada orang Lain Pun tahu.


10 Tahun Kebelakang seorang pasangan Suami Istri Datang bersama Anak sepantaran dengan Halimah.


Lalu pasangan suami istri itu masuk ke ruang tamu rumah ayahnya.


Sedangkan Aku pun menghampiri Anak lelaki yang tidak masuk bersama kedua orang tua Nya.


Aku tanya Namanya, Tanya Anak Siapa, Beberapa Pertanyaan Aku Tanyakan Kepada Lelaki Yang Seumuran Denganku Tampa Ada Satu Pun Jawaban Yang Keluar Dari Lelaki Itu


Hanya geleng-geleng Kepala Dan Senyuman Manis Yang Keluar Dari Lelaki tersebut.


Setelah kedua orang tua nya Keluar Dari Rumah Ayahnya, Lalu Menghampiri dan mengajak anak yang di bawa nya Untuk Pergi Dan pulang Ketempat Asalnya,Rasa penasaran ku bertanya kepada Abah.


Ayah yang tadi Bu Aminah dan pa Jaeludin yang di bawa anak siapa? Nama nya siapa? dia tinggal sama siapa?

__ADS_1


Beberapa pertanyaan hanya Satu yang di jawab oleh ayahku, Harsya Itu nama Anaknya...!! Yang mulai masuk kedalam hati dan pikiran ku....


Bu, "bukan Begitu maksud Imah Bah....!!


Maap kan Halimah bah,Imah Merasa terkejut dan tidak dapat menyembunyikan....! "Kata Halimah Dengan xpresi menyesali Perkataan nya kepada Abahnya.


Sudah Ihsan..! Kata Abdullah membuka suara nya!! Lalu Dengan Suara nya yang Lembut Abdullah lalu Bertanya Kearah mereka.."Saya Adalah Abdullah Kakek nya HARSYA dan Ayahnya Bernama Ismail ibu nya Bernama Zahra Dan di Samping Saya istri Saya Sekaligus nenek nya Harsya dan bunda nya Ismail..Di samping Istri Saya itu nama nya Alex Brian selaku Asisten saya..


Saya Maksud Tujuan nya Datang kesini Ingin Menanyakan Tentang Perihal tentang Cucu Saya Yang Dapat informasi dari Asisten saya,,Alex Brian,, Mereka dengan Seksama dan khidmat mendengarkan pembicaraan tuan Abdullah tentang Cucu nya Yang di temukan nya Di hutan Oleh pasangan Suami istri..


Setelah Tuan Abdullah menjelaskan perihal maksud tujuan datang ke padepokan Macan putih....


Lalu Kiayi Sepuh Menjawab"'!! Abdullah orang yang Menemukan Harsya di tengah hutan dan sampai saat ini merawatnya Adalah Pasangan Suami istri jawab kiayi Sepuh menunjuk kearah pa Jaeludin dan Bu Aminah..


Setelah Tangisan di antara merek Reda Dan duduk Seperti sedia Kala..


Lalu Bu Aminah memberikan Tiga Amplop kepada Istrinya Abdullah..


Lalu Istrinya Berkata Apakah ini.., "Di buka Aja nyonya nanti juga Akan Tau makna Di dalam Amplop tersebut..


Lalu Istrinya Abdullah menemukan sebuah tulisan


Surat untuk Ibuku Tercinta,Deg istrinya bergetar dengan Cepat Membuka nya.


#SURAT UNTUK IBU DARI ANAKKU

__ADS_1


Hari ini, tanggal 22 Desember Ismail abadikan Melalui Surat ini untuk mengenang kasih dan Sayangmu


Ibu, banyak hal yang kau berikan untukku. Meski sering membuatmu menangis dan letih, tetap saja kau berikan cinta dan kasih. Sampai saat ini, semua yang kau berikan memang tidak dapat aku balas, sekalipun dengan uang yang tidak terbatas.


Ibu, terima kasih sudah melahirkan ku. Tanpamu, aku tidak dapat melihat indahnya pelangi. Tidak dapat menikmati eloknya pantai. Serta tidak dapat mendengarkan kicauan Cendet.


Ibu, ketika aku terjatuh dalam sumur penuh lumpur, kau ulurkan lengan untukku. Kau pegang dan kau topang tubuhku untuk berdiri. Selalu memberi semangat, saat semua orang terus menghujat


Ibu, saat aku terjebak dalam gua tanpa cahaya, meski khawatir dan bersedih, kau tak pernah lupa berdoa kepada Yang Mahakuasa. Berdoa agar anakmu ini kembali ke jalan yang benar. Ibu maafkan aku yang telah membuatmu terluka. Aku memang hanya anak yang penuh dengan dosa.


Ibu, terkadang aku kesal dengan celoteh mu yang selalu melarang ku. Hingga suatu ketika, kau terdiam karena aku marah dengan celoteh mu. Aku memberontak, mengelak, hingga berteriak di depanmu. Ternyata aku salah, tak seharusnya aku berulah. Diam mu justru membuatku takut. Aku rindu dengan semua celotehan mu.


Ibu, apa kau seorang cenayang? Kau selalu tahu saat aku bersedih. Maafkan aku yang selalu merepotkan mu. Aku ingin tutupi semua darimu, tapi aku bukanlah pemeran drama sehebat dirimu. Tetap bisa tertawa walau dipenuhi luka.


Ibu, kasih sayang mu tak pernah hilang termakan zaman. Aku memang jarang mengucap terima kasih. Namun ketahuilah ibu, bukan aku tak sayang padamu, tapi aku yang tak pernah berani mengatakannya. Oleh karena itu,


Ibu, Maapkan Anakmu Ini lebih memilih Cinta Dari padamu,bahwa kutahu Surgaku Ada Di telapak kakimu.


Ibu, Maapkan Anakmu ini yang jauh disana, Jujur Tiap malam Selalu yang kurindu kan hanya Dirimu Bu..


To, Ismail Abdullah


Maap kan Anakmu ini yang penuh dengan lumpurnya dosa-dosa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2